Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

Cerpen

  • Suara yang Akhirnya Berani

    Suara yang Akhirnya Berani

    [Sumber gambar: Dokumentasi penulis] Penulis: Agnia Sri Rahayu Namanya Ayu, saat itu Ayu duduk di kelas 4 SD. Ia dikenal sebagai anak yang pendiam dan jarang berbicara di kelas. Setiap pagi, Ayu selalu berangkat sekolah sendiri karena ayah dan ibunya sama-sama bekerja. Ayah dan ibu Ayu berangkat kerja sejak pagi, karena itu, Ayu sudah terbiasa […]

    Continue Reading

  • Rinai Hujan

    Rinai Hujan

    [Sumber gambar: Dokumentasi penulis] Penulis: Farel Eka Giantara Rinai hujan turut berdatangan takala sinar surya meredup. Dalam kehampaan cakrawala yang temaram,suaranya berbisik lembut bak di sapu angin. Hari itu,di depan teras dengan aroma petrikol yang mengudara di sepenjuru halaman,ku lihat ibu yang berjalan dalam keheningan. Wajahnya pucat,matanya sembab tak lupa dengan pandangan kosong yang sering […]

    Continue Reading

  • Sahabat dari Balik Pagar Sekolah

    Sahabat dari Balik Pagar Sekolah

    [Sumber gambar: Dokumentasi penulis] Penulis: Mutiara Anjani Azzahra Lusiana Di SDN Harapan Bangsa yang terletak di pinggir sawah Desa Cileunyi, Kabupaten Bandung, hidup seorang anak laki-laki bernama Jaka. Jaka merupakan siswa kelas 5B yang berbadan kecil dengan kulit sawo matang karena sering bermain di bawah terik matahari. Ia memang bukan anak paling pandai di kelas. […]

    Continue Reading

  • Lie dan Hujan Yang Belum Reda

    Lie dan Hujan Yang Belum Reda

    [Sumber gambar: Gemini AI] Penulis: Heri Isnaini Malam itu hujan tumpah. Di halte kecil dekat terminal, Rie duduk sendirian sambil memandangi jalan yang memantulkan cahaya lampu kota. Bajunya basah di bagian pundak. Sejak satu jam lalu ia belum beranjak, seolah menunggu sesuatu yang bahkan ia sendiri tak yakin akan datang. Di saku jaketnya, ada surat […]

    Continue Reading

  • Petang di Tepi Senja

    Petang di Tepi Senja

    [Sumber gambar: AI] Penulis: Heri Isnaini Ayahku meninggal pada hari Senin, ketika hujan pertama bulan Juni turun di kampung kami. Persis di tanggal yang sama dengan tanggal kelahiranku 27 tahun yang lalu. Ibu bilang, pagi itu ayah masih sempat pergi ke sawah seperti biasa. Memakai caping tua yang bagian pinggirnya mulai sobek, sarung cokelat yang […]

    Continue Reading

  • Guru yang Memotivasiku Menjadi Guru

    Guru yang Memotivasiku Menjadi Guru

    [Sumber gambar: AI] Penulis: Nazwa Septyani Amanda Putri Dulu, di sebuah ruang kelas sederhana dengan bangku-bangku kecil yang berderit pelan saat digeser, aku mengenal sosok yang sampai sekarang masih lekat dalam ingatan. Kami memanggilnya Bu YYH. Ia adalah guru kelasku saat kelas satu dan dua SD, masa di mana segala sesuatu masih terasa baru dan […]

    Continue Reading

  • Bangku Paling Belakang

    Bangku Paling Belakang

    [Sumber gambar: AI] Penulis: Wasman Nurjaman Pagi itu halaman SD Harapan masih basah oleh embun. Daun-daun ketapang di depan gerbang bergerak pelan diterpa angin, sementara suara sapu dari penjaga sekolah beradu dengan riuh anak-anak yang baru datang. Beberapa murid berlari kecil menuju kelas sambil membawa bekal, ada yang tertawa keras di dekat kantin, ada pula […]

    Continue Reading

  • Bau Kapur dan Sepatu Karet

    Bau Kapur dan Sepatu Karet

    [Sumber gambar: AI] Penulis:  Viona Septarania Putri Pagi itu langit masih pucat ketika Rendi berjalan menuju sekolah. Embun menempel di ujung-ujung rumput liar di pinggir jalan setapak, membuat sandal karetnya basah setiap kali ia melangkah terlalu dekat ke semak. Tas merah kusam di punggungnya bergoyang kecil mengikuti irama langkah yang sengaja diperlambat. Dari kejauhan suara […]

    Continue Reading

  • Elegi Siti dan Sapi

    Elegi Siti dan Sapi

    [Sumber gambar: AI] Penulis: Mukidi Siti Fatimah jengkel bukan kepalang. Itu gara-gara adanya anak sapi milik Haji Maman yang kini disuruh dipelihara oleh Safei. Setelah adanya sapi itu perhatian Safei kepadanya sangat jauh berkurang. Kalau dulu mereka sering berduaan di tanggul selatan desa sambil membuat wayang-wayangan dari rumput. Tapi sekarang harus bertiga. Ditambah si anak […]

    Continue Reading

  • Aku Masih Seorang Guru

    Aku Masih Seorang Guru

    [Sumber gambar: AI] Penulis: Heri Isnaini Hari ketika aku memutuskan meninggalkan sekolah itu, tidak ada yang benar-benar tahu bahwa aku sedang menyerah. Pagi itu seperti pagi-pagi lainnya: halaman sekolah masih basah oleh embun, bendera merah putih menggantung setengah malas di tiang, dan anak-anak berlarian dengan tas yang hampir lebih besar dari tubuh mereka. Aku berdiri […]

    Continue Reading