Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

Cerpen

  • Dua Titik Satu Garis

    Dua Titik Satu Garis

    [Sumber gambar: AI] Penulis: Kareena Putri Rossalien      Jarak antara Bandung dan Cikarang mungkin hanya terpaut puluhan kilometer, namun bagi Aina dan Oni, bentangan aspal jalan tol Cipularang terasa seperti berenang di samudera yang tak ada ujung ny. Di sebuah rumah yang sederhana, Aina menatap tugas tugas kuliahnya yang menumpuk seolah tidak ada akhirnya. Matanya […]

    Continue Reading

  • Aku, Kamu, Kala Itu

    Aku, Kamu, Kala Itu

    [Sumber gambar: AI] Penulis: Ariyana Saputri Kala itu, aku dan kamu belum benar-benar memahami apa arti perasaan. Aku datang ketika hatimu sedang kosong, dan tanpa rencana kita saling mengisi. Kita berbagi cerita dalam sunyi, membiarkan malam menjadi saksi bagaimana rasa hangat dan nyaman tumbuh perlahan. Tanpa sadar, kamu membuat hati kecil ini merasa berarti—sesuatu yang […]

    Continue Reading

  • Kokonao, Tempatku Pulang

    Kokonao, Tempatku Pulang

    [Sumber gambar: AI] Penulis: Brigita M. Leisubun Bulan Desember tahun lalu, saya pulang ke kampung saya di Amar. Tempat pulang yang paling terasa nyaman. Di sana, semuanya berjalan lebih pelan. Tidak ada masalah yang mengejar, tidak ada hal yang dikerjakan, tidak ada jaringan yang membuat orang sibuk dengan ponsel. Rasanya seperti benar-benar diberi waktu untuk […]

    Continue Reading

  • Kartini dari Masa Depan: Mimpi Anisa di Tengah Tumpukan Harapan

    Kartini dari Masa Depan: Mimpi Anisa di Tengah Tumpukan Harapan

    [Sumber gambar: AI] Penulis: Anastalia Auryn Junita Sitorus Anisa adalah anak yang cerdas dan penuh semangat belajar. Di usianya yang masih belia, ia berhasil meraih beasiswa penuh dari salah satu sekolah bergengsi di Jakarta. Prestasi itu bukanlah hasil kebetulan, melainkan buah dari ketekunannya belajar di sela-sela kesibukan membantu orang tua. Namun, kabar bahagia itu justru […]

    Continue Reading

  • Di Halte, Aku Menemukan Diriku

    Di Halte, Aku Menemukan Diriku

    [Sumber gambar: AI] Penulis: Aulya Rahma Indriyani Aya melangkah meninggalkan halte dengan langkah yang belum sepenuhnya mantap, namun tidak lagi gemetar. Trotoar yang basah oleh embun sore memantulkan cahaya lampu jalan, seperti serpihan harapan yang tak lagi ingin ia kumpulkan satu per satu. Untuk pertama kalinya, ia tidak merasa perlu berlari. Ia membiarkan dirinya berjalan […]

    Continue Reading

  • Kasih Ibu Sepanjang Masa

    Kasih Ibu Sepanjang Masa

    [Sumber gambar: AI] Penulis: Geo Sebastian Kurebahkan tubuhku di atas sofa ruang tamu berwarna abu tua yang sudah sedikit terkoyak. Samar tercium wangi masakan ibu dari dapur. Tubuhku terlalu lelah setelah seharian berkegiatan bersama kawan-kawan osis. Kupejamkan mataku sesaat, namun suara lembut ibu memecah keheningan, “sudah pulang nak? Makan dulu yuk ibu sudah masak soto […]

    Continue Reading

  • Dunia Permen

    Dunia Permen

    [Sumber gambar: AI] Penulis: Hilya Qanita Isnaini Pada suatu hari, Sella sedang membaca buku di kamarnya. Cuaca terasa sangat panas, sehingga ia membuka jendela agar angin bisa masuk. Saat sedang asyik membaca, tiba-tiba seekor lebah masuk ke dalam kamarnya. “Halo, Sella. Mau ikut ke dunia permen, tidak?” tanya lebah itu. Sella terkejut karena lebah tersebut […]

    Continue Reading

  • Es Cendol di Penghujung Senja

    Es Cendol di Penghujung Senja

    [Summber gambar: AI] Penulis: Neng Alismi Anjarwati Kapan terakhir kali kamu menatap senja dengan luka itu? Luka, rindu itu sangat melukaimu bukan? Tapi, setelah beberapa putaran purnama yang terasa lambat itu akhirnya luka itu pulih. Berjalan ditemani senja yang menyala layaknya kebakaran hebat di ufuk barat, yang perlahan padam ditenggelamkan langit malam. Mega merah itu […]

    Continue Reading

  • Bayangan Yang Hilang

    Bayangan Yang Hilang

    [Sumber gambar: AI] Penulis: Sayyidatina Hamidah Fauziah Midah duduk pelan di sudut kelas, memegang tas ranselnya erat-erat. Buku tulisnya yang penuh coretan, beberapa halaman sobek dan ditulisi kata-kata menyakitkan seperti “Gendut” dan “sangat jelek”. Setiap hari, Ama yang selalu menemukan cara untuk menyakiti Midah. Kadang mencubit tangannya, kadang mengejek penampilan nya, bahkan terkadang minta uang […]

    Continue Reading

  • Jejak Aksara di Pojok Perpustakaan

    Jejak Aksara di Pojok Perpustakaan

    [Sumber gambar: AI] Penulis: Geli Febiani Pojok perpustakaan kampus itu selalu sepi. Rak-rak buku berdiri rapi, seolah menunggu seseorang yang benar-benar ingin membaca, bukan sekadar mencari tempat berteduh dari panas siang. Di sanalah Raka sering duduk, menulis di buku catatan cokelat miliknya sambil sesekali membuka buku-buku lama tentang sastra dan literasi. Raka bukan mahasiswa yang […]

    Continue Reading