Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

  • Puisi Hilman Giat Lutfi Albasith

    Puisi Hilman Giat Lutfi Albasith

    [Sumber gambar: Dokumentasi penulis] Penulis: Hilman Giat Lutfi Albasith NAILONG – CAHAYA DI TENGAH LUMPUHDi usia yang masih terlalu muda untuk menyerah,tubuhku berkhianat.Setengah jiwa terkurung,setengah raga membeku.*Stroke*—kata itu terdengar seperti vonis.Di usia yang seharusnya berlari,aku justru belajar kembalicara memegang sendok,cara mengeja namaku sendiri.Aku berjuang sendirian.Di kamar yang sunyi, hanya ada detak jamdan bayanganku di cerminyang […]

    Continue Reading

  • Nama Lebih dari Sekadar Kata

    Nama Lebih dari Sekadar Kata

    [Sumber gambar: Gemini AI] Penulis: Leni Meilany Bagi sebagian orang, nama mungkin hanya sebaris kata yang tercantum di Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau sekadar label untuk membedakan seseorang dari orang lain di dalam kelas. Namun, jika digali lebih dalam, nama seseorang merupakan salah satu aspek paling personal, kaya budaya, dan penuh makna dalam kehidupan manusia. […]

    Continue Reading

  • Tantangan Menjadi Guru Sejarah di Zaman Sekarang

    Tantangan Menjadi Guru Sejarah di Zaman Sekarang

    [Sumber gambar: Gemini AI] Penulis: Helmiana Agusteen “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya.” Nampaknya, pernyataan ini masih sulit diwujudkan dalam kehidupan bangsa kita. Jangankan untuk menghargai sejarah bangsanya, untuk mau belajar sejarah pun masih mengalami berbagai kesulitan. Itulah yang mungkin saya rasakan sebagai seorang guru sejarah pada masa sekarang. Belajar sejarah kadang dianggap […]

    Continue Reading

  • Representasi Ketimpangan Pendidikan dalam Novel Laskar Pelangi oleh Andrea Hirata: Kajian Kritik Sastra Mimetik

    Representasi Ketimpangan Pendidikan dalam Novel Laskar Pelangi oleh Andrea Hirata: Kajian Kritik Sastra Mimetik

    [Sumber gambar: Dokumentasi penulis] Penulis: Suci Barkah Novel Laskar Pelangi oleh Andrea Hirata merupakan karya sastra Indonesia yang menggambarkan kondisi pendidikan di daerah pinggiran dengan berbagai keterbatasan. Karya ini tidak hanya menghadirkan kisah inspiratif tentang semangat belajar, tetapi juga menyampaikan kritik sosial terhadap ketimpangan akses pendidikan. Oleh sebab itu, novel ini dapat dipahami sebagai refleksi […]

    Continue Reading

  • Kritik Sastra Terhadap Cerpen Robohnya Surau Kami oleh A. A. Navis: Tinjauan Psikologis dan Simbolik

    Kritik Sastra Terhadap Cerpen Robohnya Surau Kami oleh A. A. Navis: Tinjauan Psikologis dan Simbolik

    [Sumber gambar: Kover buku] Penulis: Agnan Masykuri Karya sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media refleksi yang mampu merepresentasikan kompleksitas kehidupan manusia. Melalui bahasa, pengarang menghadirkan realitas yang sarat dengan nilai, kritik, dan gagasan mengenai kondisi sosial serta psikologis masyarakat. Oleh karena itu, pembacaan karya sastra perlu dilakukan secara kritis dan analitis […]

    Continue Reading

  • Novel “Laut Bercerita” oleh Leila S. Chudori: Menolak Amnesia Sejarah

    Novel “Laut Bercerita” oleh Leila S. Chudori: Menolak Amnesia Sejarah

    [Sumber gambar: https://www.gramedia.com/] Penulis: Hana Ghina Hanifah Novel “Laut Bercerita” oleh Leila S. Chudori: Menolak Amnesia Sejarah dalam “Laut Bercerita”        Sastra sering kali menjadi mesin waktu yang paling jujur untuk menjemput ingatan yang dipaksa hilang, dan novel “Laut Bercerita” oleh Leila S. Chudori adalah salah satu monumen pengingat yang paling menyakitkan sekaligus penting untuk […]

    Continue Reading