Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

  • Puisi-Puisi Aqila Widayanti Zahrani

    Puisi-Puisi Aqila Widayanti Zahrani

    [Sumber gambar: Dokumentasi penulis] Penulis: Aqila Widayanti Zahrani SERAGAM MERAH PUTIH DALAM INGATAN 1. Bangku Paling BelakangAku pernah duduk di bangku paling belakang,dengan seragam yang warnanya mulai pudar dimakan waktu siang.Tas kecilku berat oleh buku-buku dan harapan,meski kadang aku sendiri tidak tahu apa arti masa depan.Di kelas itu aku bukan anak yang paling pintar,sering terlambat […]

    Continue Reading

  • Genggaman yang Tersisa Sebelah

    Genggaman yang Tersisa Sebelah

    [Sumber gambar: Dokumentasi penulis] Penulis: Lilim Anisa Sariningsih Di sebuah kota kecil yang selalu tampak sibuk meski malam telah larut, berdirilah sebuah rumah sederhana dengan halaman mungil yang dipenuhi pot-pot bunga. Rumah itu bukan rumah yang mewah, tetapi selalu hangat oleh tawa dan kasih sayang. Di sanalah Ica tumbuh, seorang gadis remaja yang sejak kecil […]

    Continue Reading

  • Belajar Tidak Harus Membosankan

    Belajar Tidak Harus Membosankan

    [Sumber gambar: Dokumentasi penulis] Penulis: Sela Pindriani S. Masih banyak orang yang menganggap belajar identik dengan duduk diam, mendengarkan guru menjelaskan, lalu mencatat hingga tangan terasa pegal. Suasana kelas yang terlalu sunyi sering kali membuat waktu seolah berjalan lebih lambat. Tidak sedikit siswa yang mulai mengobrol dengan teman sebangku, melamun, bahkan mengantuk karena pembelajaran terasa […]

    Continue Reading

  • Representasi Ketimpangan Pendidikan dalam Novel Laskar Pelangi oleh Andrea Hirata: Kajian Kritik Sastra Mimetik

    Representasi Ketimpangan Pendidikan dalam Novel Laskar Pelangi oleh Andrea Hirata: Kajian Kritik Sastra Mimetik

    [Sumber gambar: Dokumentasi penulis] Penulis: Suci Barkah Novel Laskar Pelangi oleh Andrea Hirata merupakan karya sastra Indonesia yang menggambarkan kondisi pendidikan di daerah pinggiran dengan berbagai keterbatasan. Karya ini tidak hanya menghadirkan kisah inspiratif tentang semangat belajar, tetapi juga menyampaikan kritik sosial terhadap ketimpangan akses pendidikan. Oleh sebab itu, novel ini dapat dipahami sebagai refleksi […]

    Continue Reading

  • Kritik Sastra Terhadap Cerpen Robohnya Surau Kami oleh A. A. Navis: Tinjauan Psikologis dan Simbolik

    Kritik Sastra Terhadap Cerpen Robohnya Surau Kami oleh A. A. Navis: Tinjauan Psikologis dan Simbolik

    [Sumber gambar: Kover buku] Penulis: Agnan Masykuri Karya sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media refleksi yang mampu merepresentasikan kompleksitas kehidupan manusia. Melalui bahasa, pengarang menghadirkan realitas yang sarat dengan nilai, kritik, dan gagasan mengenai kondisi sosial serta psikologis masyarakat. Oleh karena itu, pembacaan karya sastra perlu dilakukan secara kritis dan analitis […]

    Continue Reading

  • Novel “Laut Bercerita” oleh Leila S. Chudori: Menolak Amnesia Sejarah

    Novel “Laut Bercerita” oleh Leila S. Chudori: Menolak Amnesia Sejarah

    [Sumber gambar: https://www.gramedia.com/] Penulis: Hana Ghina Hanifah Novel “Laut Bercerita” oleh Leila S. Chudori: Menolak Amnesia Sejarah dalam “Laut Bercerita”        Sastra sering kali menjadi mesin waktu yang paling jujur untuk menjemput ingatan yang dipaksa hilang, dan novel “Laut Bercerita” oleh Leila S. Chudori adalah salah satu monumen pengingat yang paling menyakitkan sekaligus penting untuk […]

    Continue Reading