Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

  • Puisi Hilman Giat Lutfi Albasith

    Puisi Hilman Giat Lutfi Albasith

    [Sumber gambar: Dokumentasi penulis] Penulis: Hilman Giat Lutfi Albasith NAILONG – CAHAYA DI TENGAH LUMPUHDi usia yang masih terlalu muda untuk menyerah,tubuhku berkhianat.Setengah jiwa terkurung,setengah raga membeku.*Stroke*—kata itu terdengar seperti vonis.Di usia yang seharusnya berlari,aku justru belajar kembalicara memegang sendok,cara mengeja namaku sendiri.Aku berjuang sendirian.Di kamar yang sunyi, hanya ada detak jamdan bayanganku di cerminyang […]

    Continue Reading

  • Di Balik Jawaban, Sebuah Kotak Kosong

    Di Balik Jawaban, Sebuah Kotak Kosong

    [Sumber gambar: dokumentasi penulis] Penulis: Gabrielle Esther “Hahahaha” suara seseorang yang tertawa dengan lantang dalam kelas, tanpa mempedulikan fakta bahwa ada seorang guru yang sedang menjelaskan sesuatu. Hari ini, sama seperti biasanya, anak-anak kelas 12 masuk kelas. Sekilas, kita bisa melihat anak-anak yang sedang memperhatikan pelajaran dengan ‘antusias’. Tapi kalau kalian mencoba mengamati lebih lama, […]

    Continue Reading

  • Kajian Ekspresif Cerpen “Kakek Penjual Bunga” Karya Heri Isnaini

    Kajian Ekspresif Cerpen “Kakek Penjual Bunga” Karya Heri Isnaini

    [Sumber gambar: Balipolitika dan ChatGPT] Penulis: Yulia Herliani Ekspresi Eksistensial dan Mitologis dalam Cerpen “Kakek Penjual Bunga” Karya Heri Isnaini: Kajian Ekspresif Karya sastra tidak sekadar menjadi ruang bagi pengarang untuk membangun dunia imajinatif, tetapi juga menjadi medium untuk mengejawantahkan pengalaman batin, kesadaran, dan pandangan hidup melalui bahasa estetis. Dalam perspektif kritik sastra ekspresif, karya […]

    Continue Reading

  • Lie, Rindu, dan Ingatan yang Tak Pernah Benar-Benar Pergi

    Lie, Rindu, dan Ingatan yang Tak Pernah Benar-Benar Pergi

    [Sumber gambar: dokumentasi penulis] Penulis: Maria Yuniatun Laras Anggraini Antologi cerpen Sajak-Sajak tentang Lie karya Heri Isnaini menghadirkan rindu bukan sekadar perasaan kepada seseorang, melainkan memperluas maknanya menjadi kerinduan yang lebih dalam. Rindu dalam karya ini bukan hanya tertuju pada orang yang dicintai, tetapi juga kepada masa lalu, rumah, orang tua, masa kanak-kanak, bahkan kepada […]

    Continue Reading

  • Membaca Antologi Cerpen Sajak-Sajak tentang Lie karya Heri Isnaini

    Membaca Antologi Cerpen Sajak-Sajak tentang Lie karya Heri Isnaini

    [Sumber gambar: dokumentasi penulis] Penulis: Vaniza Revina Zahra Lie dan Hal-Hal yang Tertinggal dalam Ingatan Membaca Antologi Cerpen Sajak-Sajak tentang Lie karya Heri Isnaini Antologi cerpen Sajak-Sajak tentang Lie karya Heri Isnaini mengajak pembaca menelusuri rindu yang tidak selalu memiliki alamat. Rindu dalam buku ini tidak berhenti pada keinginan untuk bertemu seseorang, tetapi bergerak ke […]

    Continue Reading

  • Menelusuri Jalan Rindu dalam Sajak-Sajak tentang Lie: Ketika Kata Menjadi Rumah bagi Kenangan

    Menelusuri Jalan Rindu dalam Sajak-Sajak tentang Lie: Ketika Kata Menjadi Rumah bagi Kenangan

    [Sumber gambar: dokumentasi penulis] Penulis: Zulpa Siti Nurul A Katakan kepadaku, siapa yang benar-benar selamat dari peristiwa rindu? Hampir setiap manusia yang menjalani kehidupan pernah berhadapan dengan rindu, perasaan yang mengajarkan kita tentang penantian, menggoyahkan keteguhan logika, bahkan sesekali membuat kewarasan terasa seperti sesuatu yang mudah direnggut. Rindu tidak selalu dapat ditafsirkan melalui jarak dan […]

    Continue Reading