Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

Cerpen

  • Sepertiga Sabtu yang Tidak Pernah Menjadi Milikku

    Sepertiga Sabtu yang Tidak Pernah Menjadi Milikku

    [Sumber gambar: AI] Penulis: CP Ada hal-hal yang lebih mudah dilakukan dalam diam. Bara tahu itu sejak pertama kali ia menyadari bahwa jantungnya berdetak dua kali lebih cepat setiap kali Nada masuk ke ruang kelas B1 di lantai dua gedung PGSD tempat yang selama ini tidak pernah ia bayangkan akan menjadi bagian penting dari hidupnya. […]

    Continue Reading

  • Selamat Datang Bapak Pejabat

    Selamat Datang Bapak Pejabat

    [Sumber gambar: AI] Penulis: Heri Isnaini Pagi itu kantor berubah seperti panggung sandiwara yang terlalu kentara dipoles. Karpet yang biasanya kusam mendadak merah menyala, entah dari mana datangnya. Dinding yang retak ditutup kain dekorasi. Bahkan tanaman plastik di sudut ruangan yang selama ini berdebu, kini disemprot air agar tampak “hidup.” Aku berdiri di dekat meja […]

    Continue Reading

  • Sajadah yang Mengingat Namaku Lebih Dulu

    Sajadah yang Mengingat Namaku Lebih Dulu

    [Sumber gambar: Dokumentasi penulis] Penulis: Asep Khoerul Koswara Aku pulang sebagai musim guguryang kehilangan pohon keyakinan,daun-doaku rontok sebelum sempat kupetik.Dunia telah memeras jiwakuseperti kain lusuh yang dipelintir tak bersisa,meninggalkan bau lelah dan dosa. Aku berjalan dengan iman pincang,menyeret langkah seperti bayangan tanpa cahaya.Di dada, sesal beranak-pinak,menjadi hujan asin yang tak selesai jatuh. “يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ […]

    Continue Reading

  • Berpegang pada Tali Kebenaran

    Berpegang pada Tali Kebenaran

    [Sumber gambar: https://www.kompasiana.com/] Penulis: Wahyu Gumelar Ahyar Saputra  Dio melangkah pelan di koridor kampus tempat ia menimba ilmu, sebuah universitas ternama di kota Bandung. Tak ada yang istimewa dari penampilannya: kemeja sederhana, tas ransel hitam, dan langkah yang mantap. Namun bagi sebagian orang di sekitarnya, justru itulah yang membuatnya tampak berbeda. Sementara mahasiswa lain bersenda […]

    Continue Reading

  • Kopi dan Hujan

    Kopi dan Hujan

    [Sumber gambar: https://www.kompasiana.com/] Penulis: Rizky Alfajri Syabany Hujan turun perlahan pada sore yang sunyi di kota kecil tempat Rara menetap. Dari balik jendela kamarnya, ia memandang jalan yang basah, melihat orang-orang berjalan tergesa, menutupi kepala dengan apa saja yang sempat diraih. Aroma tanah basah menguar lembut, menyusup melalui celah jendela yang dibiarkan terbuka—aroma yang selalu […]

    Continue Reading

  • Kobong, Luka, dan Kenangan yang Tak Pulang

    Kobong, Luka, dan Kenangan yang Tak Pulang

    [Sumber gambar: AI] Penulis: Jenida Nurinda Dustriani Di masa pandemi COVID-19, ketika dunia terasa sunyi dan penuh ketakutan, saya justru menemukan kebersamaan yang tak terlupakan. Saya dan beberapa teman mengaji di dekat rumah saya, di sebuah kobong sederhana yang menjadi tempat kami berkumpul, menginap, dan menjalani hari-hari bersama. Di sana, kami seolah lupa bahwa di […]

    Continue Reading

  • Dua Titik Satu Garis

    Dua Titik Satu Garis

    [Sumber gambar: AI] Penulis: Kareena Putri Rossalien      Jarak antara Bandung dan Cikarang mungkin hanya terpaut puluhan kilometer, namun bagi Aina dan Oni, bentangan aspal jalan tol Cipularang terasa seperti berenang di samudera yang tak ada ujung ny. Di sebuah rumah yang sederhana, Aina menatap tugas tugas kuliahnya yang menumpuk seolah tidak ada akhirnya. Matanya […]

    Continue Reading

  • Aku, Kamu, Kala Itu

    Aku, Kamu, Kala Itu

    [Sumber gambar: AI] Penulis: Ariyana Saputri Kala itu, aku dan kamu belum benar-benar memahami apa arti perasaan. Aku datang ketika hatimu sedang kosong, dan tanpa rencana kita saling mengisi. Kita berbagi cerita dalam sunyi, membiarkan malam menjadi saksi bagaimana rasa hangat dan nyaman tumbuh perlahan. Tanpa sadar, kamu membuat hati kecil ini merasa berarti—sesuatu yang […]

    Continue Reading

  • Kokonao, Tempatku Pulang

    Kokonao, Tempatku Pulang

    [Sumber gambar: AI] Penulis: Brigita M. Leisubun Bulan Desember tahun lalu, saya pulang ke kampung saya di Amar. Tempat pulang yang paling terasa nyaman. Di sana, semuanya berjalan lebih pelan. Tidak ada masalah yang mengejar, tidak ada hal yang dikerjakan, tidak ada jaringan yang membuat orang sibuk dengan ponsel. Rasanya seperti benar-benar diberi waktu untuk […]

    Continue Reading

  • Kartini dari Masa Depan: Mimpi Anisa di Tengah Tumpukan Harapan

    Kartini dari Masa Depan: Mimpi Anisa di Tengah Tumpukan Harapan

    [Sumber gambar: AI] Penulis: Anastalia Auryn Junita Sitorus Anisa adalah anak yang cerdas dan penuh semangat belajar. Di usianya yang masih belia, ia berhasil meraih beasiswa penuh dari salah satu sekolah bergengsi di Jakarta. Prestasi itu bukanlah hasil kebetulan, melainkan buah dari ketekunannya belajar di sela-sela kesibukan membantu orang tua. Namun, kabar bahagia itu justru […]

    Continue Reading