


[Sumber gambar: Dokumentasi penulis] Penulis: Aysha Azhari Namaste GurukuNamaste, wahai gurukuEngkaulah cahaya dalam hidupku Saat aku takut mencobaEngkau hadir memberi do’aSaat kami mulai lelahEngkau hadir memberi arahDengan dharma dan kasih suciKau ajarkan hati yang baik budiDi bawah surya pagi berseriKami belajar setiap hariMenjadi ananda berbudi luhurBerjiwa kuat dan hati jujurSuaramu lembut bagai mentariMenghangatkan hati setiap […]

[Sumber gambar: Dokumentasi penulis] Penulis: Aqila Widayanti Zahrani SERAGAM MERAH PUTIH DALAM INGATAN 1. Bangku Paling BelakangAku pernah duduk di bangku paling belakang,dengan seragam yang warnanya mulai pudar dimakan waktu siang.Tas kecilku berat oleh buku-buku dan harapan,meski kadang aku sendiri tidak tahu apa arti masa depan.Di kelas itu aku bukan anak yang paling pintar,sering terlambat […]

[Sumber gambar: Dokumentasi penulis] Penulis: Hasri Yulfianisa Sekolahku Istana IlmuPagi-pagi aku melangkah riang,menuju sekolah penuh harapan.Tas di punggung, buku di tangan,semangat belajar tak pernah padam.Guru mengajar dengan sabar dan tulus,ilmu diberikan tanpa kenal lelah.Huruf dan angka kupelajari sungguh,bekal hidupku kini dan selamanya.Bersama teman duduk sebangku,berbagi cerita dan berdiskusi.Tertawa bersama di jam istirahat,sekolah terasa hangat bagai […]

[Sumber gambar: Dokumentasi penulis] Penulis: Asila Marsya Nur Fajri PertambahanKemarin aku ditanya”Berapa satu tambah satu itu?”Sudah aku bilang pada ibuku, aku tak tahuAku lugu tak menjawab,Temanku menjawab ragu,Sebelas katanyaIbu guru menjelaskan pelan-pelan,Ternyata yang benar itu dua.Cita-cita”Aku ingin jadi guru””Aku ingin jadi dokter””Aku ingin jadi polisi”Dan aku belum tau akan jadi apa, aku dengan cepat memikirkan […]

[Sumber gambar: Gemini AI] Penulis: Heri Isnaini Misteri Rifa dan Arif arif arif arif arif arif rifa rifa rifa malam ma lam lam ma perempuan laki-laki la ki kila perempu an perempuan laki-laki r puan laki arif rifa rif a a rif siang si ang si a Sia

[Sumber gambar: AI] Penulis: Mukidi Di sudut rumah sakit bangku antrian menjerit menahan sakit Para renta merana tanpa sanak keluargaTerjepit diantara pasien manja dengan peluk cium semua keluarga padahal sakitnya cuma gatal gatal sajaDari sudut rumah sakit menggema raungan para pasien menahan larajeritan anak kehilangan ibu bapaknyaatau orang tua kehilangan buah hatinyaKala sakaratul maut datang […]

[Sumber gambar: AI] Penulis: Mukidi Sajak Perpisahan Seorang perjaka tua memegang nasi terbungkus daun jati sisa makanan tadi pagi,mengharap pulang setiap petang,menunggu setia sang kekasih hati Sang belahan jiwa yang pergi dengan ratapan senjabersama hujan petir bersahutanpergi tergesa dengan berani menghadap Sang Penciptatanpa pesan atau pamitanSetiap petang selalu berguman pelantanpa rintihan, ratapan dan airmatahanya getaran […]

[Sumber gambar: AI] Penulis: Indra Permana Aku berjalan di jalan yang pernah kukenal,belokan lama, rumah-rumah yang masih sama,tetapi langkahku kini bukan langkah yang dulu. Dulu aku datang dengan keyakinan muda,bekal tipis yang kusangka cukup,dan keberanian yang lebih cepatdaripada kebijaksanaan. Banyak fase kulewati dengan jalan pintas,seperti pelajar yang ingin cepat sampaitanpa benar-benar memahami pelajaran. Waktu kemudian […]

Karya Tan Teng Kie [Sumber gambar: AI] Cuplikan beberapa bait Syair Jalanan Kereta Api Krèta api boeka djalanan BekasiSama toewan tanah dengan permisiSekalian kandjeng toewan politieKeker teroekoer kawatnja besi Toewan keker membawa oekoeranPasang patok aken tanda’anMemboewat djambatan poenja lantaranKoetika itoe banjak koeli’an Banjak poehoen di tebanginOngkos maskapij semoewa bajarinRoema orang pada diboekainKepada djoeraganlah diserahin Banjak […]

[Sumber gambar: https://pixnio.com/] Penulis: Rifqi Septian Dewantara Noken Kulihat punggung perempuan itu menjuntai seperti sebuah doa yang ditenun dari senyap hutan: serat demi serat adalah urat bumi yang disambung dengan kesabaran, simpul demi simpul adalah nama-nama leluhur yang ditarik dari ingatan angin. Jaring-jaringnya mulut kecil yang memeluk dunia—menampung yang tumbuh dari cahaya redup, menahan duka […]