
[Sumber gambar: poster film Rangga dan Cinta]
Penulis: Refi Murfianto
- Identitas Film
| Unsur | Keterangan |
| Judul | Rangga & Cinta: The Rebirth of Ada Apa dengan Cinta? |
| Sutradara | Riri Riza |
| Produser | Mira Lesmana, Nicholas Saputra, Toto Prasetyanto |
| Penulis Skenario | Mira Lesmana, Titien Wattimena, Rudi Soedjarwo |
| Berdasarkan | Ada Apa Dengan Cinta? karya Rudi Soedjarwo |
| Pemeran Utama | El Putra Sarira sebagai Rangga; Leya Princy sebagai Cinta |
| Pemeran Pendukung | Jasmine Nadya, Daniella Tumiwa, Kyandra Sembel, Katyana Mawira, Rafly Altama, Rafi Sudirman, dan lainnya |
| Penata Musik | Anto Hoed dan Melly Goeslaw |
| Sinematografer | Vera Lestafa |
| Editor | Aline Jusria |
| Perusahaan Produksi | Miles Films |
| Distributor | Primeworks Studios (Malaysia) |
| Tanggal Rilis | 2 Oktober 2025 |
| Negara | Indonesia |
| Bahasa | Bahasa Indonesia |
| Genre | Drama, musikal, romantis |
- Pendahuluan
Film Rangga & Cinta: The Rebirth of Ada Apa Dengan Cinta? disutradarai oleh Riri Riza, seorang sutradara yang kembali menggarap kisah yang memiliki keterkaitan dengan Ada Apa dengan Cinta?. Film ini diproduseri oleh Mira Lesmana, Nicholas Saputra, dan Toto Prasetyanto, dengan skenario yang ditulis oleh Mira Lesmana, Titien Wattimena, dan Rudi Soedjarwo. Kehadiran Riri Riza dan Mira Lesmana menunjukkan adanya kesinambungan kreatif antara film terbaru ini dengan karya sebelumnya.
Pemeran utama dalam film ini diperankan oleh wajah-wajah baru, yaitu El Putra Sarira sebagai Rangga dan Leya Princy sebagai Cinta. Keduanya didukung oleh Jasmine Nadya sebagai Alya, Daniella Tumiwa sebagai Carmen, Kyandra Sembel sebagai Maura, serta Katyana Mawira sebagai Milly. Pemilihan pemeran baru menjadi salah satu hal yang menarik karena karakter yang sebelumnya sangat dikenal melalui Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra kini dihadirkan melalui generasi pemeran yang berbeda.
Film Rangga & Cinta: The Rebirth of Ada Apa Dengan Cinta? Bukan merupakan kelanjutan dari film sebelumnya melainkan pembuatan kembali atau remake dari Ada Apa Dengan Cinta tahun 2002. Penayangan film yang di rilis 2 oktober 2025 ini memiliki cerita yang di dasarkan pada ceritanya tahun 2002 namun tentu dikemas dengan pemeran baru dan gaya film yang lebih kekinian. Kehadiran wajah baru yang pemeran rangga dan cinta turut menjadi warna tersendiri dalam penayangannya. Selain itu pengemasan cerita dalam bentuk musikal juga menjadi kebaruan yang membedakan Ada Apa Dengan Cinta? versi tahun 2025 yang dikemas menjadi Rangga dan Cinta dibandingkan dengan versi Ada Apa Dengan Cinta? tahun 2002.
Cerita dalam film baru ini masih berkisah tentang cinta seorang remaja SMA yang berprestasi dan populer serta pertemuannya dengan rangga dari sebuah lomba menulis puisi. Ketidaksukaan keduanya berkembang menjadi hubungan yang dekat lewat puisi dan bahasa yang turut mewarnai kisahnya. Keunikan film ini terletak pada pengemasannya sebagai film drama romantis musikal, sekaligus menghadirkan kembali cerita yang telah dikenal oleh penonton melalui pemeran dan pendekatan baru. Selain itu film ini merupakan sebuah karya yang terikat erat dengan karya sastra dan bahasa. Hal ini menjadi daya tarik, karena film tidak hanya menampilkan serita romantis dan musikalnya saja tapi juga sebuah pembelajaran dan pengemasan pengetahuan sastra dan bahasa juga.
3. Tubuh/Isi Resensi
3.1 Sinopsis Film
Film Rangga & Cinta mengisahkan Cinta, seorang siswi SMA yang populer, berprestasi, dan memiliki kehidupan yang nyaman bersama sahabat-sahabatnya, yaitu Alya, Karmen, Maura, dan Milly. Kehidupan Cinta yang selama ini berjalan dengan baik mulai mengalami perubahan ketika ia mengikuti lomba menulis puisi tahunan di sekolah. Cinta yang berharap dapat memenangkan lomba tersebut justru harus menerima kenyataan bahwa pemenangnya adalah Rangga, seorang siswa yang tidak terlalu dikenal di lingkungan sekolah.
Pertemuan Cinta dan Rangga pada awalnya tidak berlangsung dengan baik. Kemenangan Rangga dalam lomba puisi membuat keduanya saling tidak menyukai dan memiliki pandangan yang berbeda satu sama lain. Namun, interaksi yang semakin sering membuat hubungan mereka perlahan berubah. Di balik sikap Rangga yang pendiam dan berbeda dari siswa lainnya, Cinta mulai menemukan sisi lain dari dirinya. Perasaan yang pada awalnya berupa ketidaksukaan kemudian berkembang menjadi ketertarikan dan kedekatan.
Kedekatan Cinta dan Rangga kemudian membawa perubahan dalam kehidupan Cinta, termasuk hubungannya dengan para sahabatnya. Kisah mereka tidak hanya menghadirkan persoalan percintaan remaja, tetapi juga menggambarkan persahabatan, kehidupan sekolah, serta peran puisi dalam membangun hubungan antartokoh. Dengan pengemasan sebagai film musikal, Rangga & Cinta menghadirkan kembali kisah yang sebelumnya dikenal melalui Ada Apa Dengan Cinta? dengan pemeran dan penyajian yang baru.
3.2 Ulasan dan Penilaian Isi Film
Film Rangga & Cinta mampu menghadirkan kembali kisah cinta remaja yang sebelumnya telah dikenal melalui Ada Apa Dengan Cinta? dengan tetap mempertahankan inti cerita tentang pertemuan Cinta dan Rangga. Alur cerita yang berpusat pada kehidupan sekolah, persahabatan, puisi, dan tumbuhnya perasaan antara kedua tokoh utama membuat film ini tetap memiliki daya tarik, terutama bagi penonton yang mengenal kisah sebelumnya. Kehadiran pemeran baru juga memberikan nuansa yang berbeda dalam menggambarkan karakter-karakter tersebut.
Dari sisi penyajian, perubahan menjadi film musikal menjadi salah satu bentuk pembaruan yang cukup menonjol. Penggunaan musik dan lagu memberikan warna berbeda dalam menyampaikan emosi serta perkembangan hubungan antartokoh. Meskipun demikian, keberadaan film sebelumnya membuat Rangga & Cinta tidak dapat sepenuhnya dilepaskan dari perbandingan dengan Ada Apa Dengan Cinta? tahun 2002, terutama dalam hal karakter, suasana, dan cara cerita tersebut dihidupkan kembali melalui generasi pemeran yang baru.
Film ini bisa mengobati kerinduan penggemar film Ada Apa Dengan Cinta? Tahun 2022. Nostalgia kenangan lama dalam menonton film ini menjadi daya tarik sekaligus menjadi ekspektasi penonton pasa masa itu. Nostalgia terhadap kenangan saat menyaksikan film sebelumnya menjadi salah satu daya tarik Rangga & Cinta, sekaligus membentuk ekspektasi tersendiri bagi penonton yang telah mengenal kisah tersebut sejak masa itu. Film Ada Apa Dengan Cinta? Menjadi film yang cukup berkesan dan membekas pada tahun itu bahkan film keduanya yang berselang cukup lama di tahun 2016 sangat di tunggu-tunggu oleh fans nya. Kehadiran film terbaru Rangga & Cinta kemudian kembali membangkitkan rasa penasaran sekaligus nostalgia penonton terhadap kisah Cinta dan Rangga. Terlebih lagi, penggunaan pemeran baru dan pengemasan dalam bentuk musikal menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi penonton lama maupun generasi baru.
3.3 Analisis Tokoh dan Penokohan
Tokoh Cinta dalam Rangga & Cinta di gambarkan sebagai gadis remaja yang ceria, populer dan berprestasi serta memiliki ketertarikan di bidang sastra. Selain itu cinta merupakan gadis yang bersahabat aktif dalam kegiatan sekolah dan memiliki ikatan persahabatan dengan teman-temanya. Sementara Rangga merupakan seorang siswa SMA penyuka sastra puisi dan buku juga namun memiliki karakter yang berkebalikan. Dia merupakan seorang siswa yang cederung pendiam, serta tidak banyak bergaul seperti halnya cinta. Rangga cenderung lebih tertutup dan penyendiri tanpa sahabat dekat seperti cinta.
Selain Cinta dan Rangga, kehadiran Alya, Karmen, Maura, dan Milly memperkuat gambaran kehidupan persahabatan remaja dalam film. Karakter masing-masing sahabat memiliki ciri yang berbeda, seperti Alya yang bijak, Karmen yang tomboi, Maura yang centil, dan Milly yang digambarkan sebagai sosok yang memiliki karakter yang polos dan agak lugu. Penggunaan pemeran baru dalam film ini memberikan interpretasi tersendiri terhadap karakter-karakter yang sebelumnya telah dikenal penonton melalui film Ada Apa dengan Cinta? tahun 2002.
3.4 Analisis Alur dan Konflik
Alur film Rangga & Cinta bergerak secara runtut dengan berpusat pada kehidupan Cinta sebagai seorang siswi SMA hingga pertemuannya dengan Rangga. Konflik awal muncul ketika Cinta mengikuti lomba menulis puisi di sekolah, tetapi kemenangan justru diraih oleh Rangga yang sebelumnya tidak terlalu dikenal di lingkungan sekolah. Peristiwa tersebut menjadi awal hubungan keduanya yang pada mulanya diwarnai ketidaksukaan, tetapi kemudian berkembang menjadi kedekatan dan perasaan cinta.
Konflik dalam film tidak hanya berkaitan dengan hubungan Cinta dan Rangga, tetapi juga dapat dilihat melalui perubahan hubungan Cinta dengan lingkungan persahabatannya. Kedekatan Cinta dengan Rangga menghadirkan dinamika baru dalam kehidupan yang sebelumnya banyak dihabiskan bersama Alya, Karmen, Maura, dan Milly. Dengan demikian, alur cerita tidak hanya mengembangkan persoalan percintaan remaja, tetapi juga memperlihatkan bagaimana sebuah pertemuan dapat mengubah hubungan, pilihan, dan kehidupan sosial para tokohnya.
3.5 Analisis Bahasa dan Dialog
Bahasa yang digunakan dalam Rangga & Cinta menjadi salah satu unsur yang mendukung penggambaran kehidupan remaja di lingkungan sekolah. Dialog antartokoh disampaikan dengan gaya komunikasi yang relatif sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga hubungan persahabatan, perbedaan karakter, serta perkembangan hubungan Cinta dan Rangga dapat terasa lebih alami. Penggunaan bahasa tersebut juga membantu penonton memahami perubahan sikap dan perasaan para tokoh sepanjang cerita.
Selain penggunaan Bahasa sehari-hari di kalangan remaja film ini juga memperlihatkan kaitan dialognya dengan puisi yang merupakan titik pertemuan cinta dan rangga. Puisi menjadi bagian penting dalam cerita filmnya dimana cinta dan rangga merupakan dua remaja yang sama-sama tertarik dengan puisi. Dialog yang mengandung puisi memberikan kesan romantis dalam percakapan dan interaksi di dalam filmnya. Selain itu penggunaan musik dan bahasa juga menjadi pendukung tokoh dalam berekspresi sehingga lebih terasa emosi dan suasananya sampai kepada penonton.
3.6 Analisis Unsur Sastra
Unsur sastra dalam Rangga & Cinta terlihat kuat melalui kehadiran puisi sebagai bagian penting dalam perkembangan cerita. Puisi tidak hanya menjadi karya yang muncul dalam kehidupan sekolah Cinta dan Rangga, tetapi juga menjadi penghubung awal antara kedua tokoh tersebut. Lomba menulis puisi yang diikuti Cinta dan dimenangkan oleh Rangga menjadi titik awal pertemuan mereka. Dengan demikian, karya sastra dalam film berfungsi sebagai bagian dari alur sekaligus sarana untuk memperkenalkan karakter dan membangun hubungan antartokoh.
Selain puisi, unsur sastra juga tampak melalui penggunaan bahasa yang puitis dalam mengungkapkan perasaan dan pemikiran tokoh. Keterlibatan Rangga dengan puisi memperlihatkan bahwa sastra tidak hanya ditempatkan sebagai pelengkap cerita, tetapi menjadi bagian dari kehidupan dan karakter tokoh. Hal ini menjadi salah satu kekhasan Rangga & Cinta, terlebih film tersebut dikemas dalam bentuk musikal sehingga karya dan ekspresi sastra dapat berpadu dengan musik, dialog, serta penggambaran emosi para tokohnya. Dengan demikian, sastra dalam film tidak hanya hadir sebagai teks, tetapi juga menjadi media untuk menyampaikan perasaan, membangun suasana, dan memperkuat hubungan Cinta dan Rangga.
3.7 Keunggulan Film
Salah satu keunggulan Rangga & Cinta terletak pada keberhasilannya menghadirkan kembali kisah yang telah memiliki tempat tersendiri bagi penonton Indonesia dengan pemeran baru. Pemilihan El Putra Sarira sebagai Rangga dan Leya Princy sebagai Cinta memberikan warna yang berbeda terhadap karakter yang sebelumnya diperankan oleh Nicholas Saputra dan Dian Sastrowardoyo. Kehadiran pemeran baru tersebut membuat film ini tidak sekadar mengulang karya lama, tetapi memberikan kesempatan bagi generasi baru untuk mengenal kembali kisah Cinta dan Rangga melalui interpretasi yang berbeda.
Keunggulan lainnya adalah keberanian film mengubah bentuk penyajiannya menjadi film musikal. Musik dan lagu menjadi bagian dari cara film menyampaikan cerita dan emosi tokoh, sehingga memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan film Ada Apa dengan Cinta? tahun 2002. Selain itu, kehadiran puisi dan unsur sastra tetap menjadi bagian penting dalam cerita, sehingga film memiliki perpaduan antara kisah percintaan remaja, persahabatan, musik, dan sastra yang menjadi ciri khasnya.
Selain itu, kehadiran karya sastra dalam film menjadi nilai tambah yang memungkinkan film ini dimanfaatkan sebagai salah satu rujukan dalam pembelajaran bahasa dan sastra. Film ini juga bisa dijadikan salah satu bahan kajian dalam pembelajaran bahasa dan sastra terutama untuk siswa. Penyajian sastra yang ringan dan tidak terlalu berat, kehadiran sastra dalam percakapan serta penyampaian sastra secara visual dalam kehidupan sangat membantu dalam memberikan gambaran pada kajian kebahasaan dan sastra. Disamping film itu sendiri merupakan sebuah karya yang tentu memiliki unsur sastra bahasa terutama aspek drama juga.
3.8 Kelemahan Film
Salah satu kelemahan Rangga & Cinta yang merupakan versi terbaru dari film sebelumnya di tahun 2002 tentu saja adalah ekspektasi tinggi penonton. Kehadiran pemeran baru mau tidak mau akan dibandingkan dengan karakter tokoh film sebelumnya. Hal ini menjadi tantangan sekaligus gaya baru dalam penyajian film ini. Penonton memiliki kemungkinan sulit melepaskan gambaran dari tokoh lama mengingat film ini merupakan film yang sangat terkenal dan membekas di hati penonton pada masanya. Selain itu, pengemasan cerita dalam bentuk musikal dapat menjadi kelebihan sekaligus tantangan bagi penonton yang terbiasa dengan penyajian Ada Apa dengan Cinta? sebelumnya. Perubahan tersebut memberikan warna baru, tetapi juga berpotensi membuat suasana dan penyampaian cerita terasa berbeda dari ekspektasi penonton lama. Dengan demikian, film ini membutuhkan penerimaan terhadap pendekatan baru, terutama dalam perpaduan antara dialog, musik, lagu, dan cerita.
3.9 Aspek Penyajian Film
Dari aspek penyajian, Rangga & Cinta memberikan pembaruan melalui pengemasan cerita dalam bentuk film musikal. Musik dan lagu tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi turut digunakan untuk membangun suasana serta menyampaikan emosi dan perkembangan hubungan antartokoh. Penyajian tersebut memberikan pengalaman yang berbeda bagi penonton yang sebelumnya mengenal Ada Apa dengan Cinta? versi 2002. Penggunaan pemeran baru juga memberikan penyajian yang lebih segar dalam menghidupkan kembali karakter Cinta, Rangga, serta para sahabatnya. Film ini tetap mempertahankan latar kehidupan remaja SMA, persahabatan, dan puisi sebagai bagian dari cerita, tetapi menghadirkannya melalui wajah dan interpretasi generasi baru. Perpaduan antara cerita, dialog, puisi, musik, dan penampilan para pemeran membuat film ini memiliki bentuk penyajian yang berbeda sekaligus menjadi penghubung antara kisah lama dan penonton masa kini.
4. Penutup
4.1 Kesimpulan
Film Rangga & Cinta merupakan penggarapan kembali kisah Ada Apa dengan Cinta? yang menghadirkan pemeran baru dan pendekatan musikal dalam penyajiannya. Film ini tetap mempertahankan unsur utama berupa kisah percintaan remaja, persahabatan, puisi, dan kehidupan sekolah, tetapi memberikan warna baru melalui interpretasi generasi pemeran yang berbeda. Secara keseluruhan, Rangga & Cinta memiliki daya tarik melalui perpaduan cerita, musik, bahasa, dan sastra. Kehadiran unsur sastra, khususnya puisi, menjadi salah satu kekuatan film sekaligus memberikan nilai apresiasi yang dapat dikaitkan dengan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia.
4.2 Saran dan Rekomendasi
Film Rangga & Cinta direkomendasikan bagi penonton yang menyukai film bertema percintaan, persahabatan, dan kehidupan remaja. Film ini juga dapat menjadi pilihan bagi penonton yang ingin menikmati perpaduan antara film, musik, bahasa, dan sastra dalam satu karya. Bagi penonton yang telah mengenal Ada Apa dengan Cinta? versi 2002, film ini dapat menjadi sarana untuk melihat kembali kisah yang familiar melalui pemeran dan penyajian yang berbeda. Selain sebagai hiburan, film ini juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan apresiasi dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Guru dapat menggunakan unsur puisi, dialog, karakter, serta penggunaan bahasa dalam film sebagai bahan diskusi untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam mengapresiasi karya sastra dan memahami penggunaan bahasa dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Dalam konteks pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, Rangga & Cinta dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Unsur dialog, penggunaan bahasa, puisi, karakter, serta konflik antartokoh dapat dijadikan bahan untuk kegiatan apresiasi sastra, analisis penggunaan bahasa, maupun diskusi mengenai hubungan karya sastra dengan kehidupan sosial. Pemanfaatan film secara kritis diharapkan dapat membantu peserta didik tidak hanya menikmati karya sastra, tetapi juga mampu memahami, menilai, dan mengapresiasi nilai-nilai bahasa dan sastra yang terkandung di dalamnya.










