
[Sumber gambar: Dokumentasi penulis]
Penulis: Yuni Erdiani
SAYAP PENGANTAR RINDU
Di luar jendela pesawat ini,
langit terbentang begitu luas,
namun tak ada penyangga yang mampu mengukur
jarak antara kita.
Awan bergerak tanpa tujuan,
sedangkan aku terbang,
membawa pulang rindu yang tak pernah selesai
untuk dipeluk.
Orang-orang di sekitarku
mungkin sedang menuju rumah.
Sedangkan aku,
sedang mengejar seseorang
yang mungkin kusebut rumah.
Aku menatap bumi
yang seolah mengecil dari jendela.
Kemudian, aku tersadar:
jarak hanya tampak besar
bagi mereka yang berhenti percaya.
Cinta bukan tentang
seberapa sering kita saling bertemu,
melainkan seberapa teguh
kita memilih orang yang sama,
meski dipisahkan lautan,
bahkan langit yang sedang kutembus ini.
Biarlah pesawat ini terus melaju,
karena setiap ketinggian yang kulewati
adalah doa yang mendekatkan kita.
Dan ketika roda akhirnya menyentuh bumi,
bukan sekadar wajahmu yang pertama kutemui,
melainkan rasa tenang
yang selama ini hanya kutemukan
saat pulang ke dalam pelukmu.
**— Y.E.**
PENULIS
Saya bernama Yuni Erdiani, lahir di Bandung pada 12 Juni 1989. Saya merupakan anak tunggal dari keluarga sederhana dan sejak kecil dididik untuk mandiri karena kedua orang tua bekerja. Saya menempuh pendidikan di SD Negeri 1 Kertamulya, SMP Negeri 1 Padalarang, dan SMA Negeri 1 Padalarang. Sejak sekolah, saya aktif dalam kegiatan seni tari dan sempat bercita-cita menjadi guru tari. Setelah lulus SMA, saya melanjutkan pendidikan di Jurusan Pendidikan Ekonomi, Universitas Pendidikan Indonesia, dan menyelesaikannya pada tahun 2011. Setelah itu, saya sempat bekerja sebagai Customer Service On Station di PT Kereta Api Indonesia sebelum akhirnya pada tahun 2014 kembali menekuni dunia pendidikan sebagai guru di salah satu sekolah swasta di Padalarang. Setelah mengikuti seleksi PPPK pada tahun 2021 dan menunggu penempatan selama hampir tiga tahun, saya akhirnya menjadi ASN di SMA Negeri 2 Padalarang dan mengampu mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan.











