
Refi Murfianto adalah seorang pendidik, peneliti, dan aktivis organisasi yang lahir di Garut pada 1 April 1992. Ia merupakan putra dari Rama Suherman dan Waliah, serta suami dari Yatni Mulyawati. Dari pernikahannya, ia dikaruniai dua orang anak, yaitu Rinjani Khanza Aghnia dan Rengganis Syahira Azalea. Ia tinggal di Kp. Genteng, Desa Sukalaksana, Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut. Dengan motto hidup “Besarkanlah organisasi hingga organisasi membesarkan kita”, ia menjadikan pengabdian sebagai prinsip utama dalam menjalani kehidupan. Selain itu, ia juga memiliki pandangan reflektif terhadap dunia film yang tertuang dalam kutipannya, “Film itu bukan darimana asalnya, tapi bagaimana ceritanya,” yang mencerminkan cara pandangnya dalam memaknai nilai dan pesan di balik sebuah karya.
Perjalanan pendidikannya dimulai dari SDN Sukamulya V (2004), dilanjutkan ke SMPN 1 Talegong (2007), dan SMAN 21 Garut (2010). Ia kemudian menempuh pendidikan tinggi di bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah di FKIP UNIBBA (2016), dilanjutkan dengan Bimbingan dan Konseling Islam di STAI KH. Badruzzaman (2020), serta Magister Manajemen Pendidikan Islam di Pascasarjana Universitas Garut (2023).
Ia juga menyelesaikan Pendidikan Profesi Guru di Universitas Pasundan pada tahun 2024. Saat ini, ia sedang menempuh pendidikan Magister Pendidikan Bahasa Indonesia di IKIP Siliwangi (2025–sekarang). Dalam perjalanan kariernya, ia pernah bekerja di PT Indomarco Prismatama, kemudian mengabdikan diri sebagai guru sejak tahun 2012 di berbagai lembaga pendidikan seperti MI Insan Madani, SMP Maarif Talegong, SMK Mekarwangi, hingga SDN di wilayah Talegong.
Selain aktif sebagai pendidik, ia juga memiliki pengalaman luas di bidang organisasi dan pengabdian masyarakat. Kiprahnya dimulai sejak masa sekolah melalui OSIS, Pramuka, dan MPK, hingga berlanjut di perguruan tinggi melalui KEPAK UNIBBA dan HMI Komisariat UNIBBA yang mengantarkannya menjadi Ketua Umum. Ia juga aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan seperti GP Ansor Kecamatan Talegong (hingga menjadi Ketua PAC), KNPI DPK Talegong (sebagai Ketua periode 2023–2026), serta berbagai komunitas pendidikan dan organisasi guru.
Di luar itu, ia telah terlibat dalam dunia kepemiluan sejak tahun 2013 dan pernah mengemban amanah sebagai komisioner Panwaslu Kecamatan serta anggota PPK Kecamatan Talegong. Ia juga mengikuti pelatihan kader pengawas partisipatif dari Bawaslu serta menghasilkan berbagai karya ilmiah di bidang pendidikan, khususnya terkait literasi dan manajemen pendidikan. Melalui dedikasi yang konsisten, ia terus berupaya memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dan masyarakat.












Tinggalkan Balasan