Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

Herman Priatna

Herman Priatna lahir di Bandung pada 11 November 1982 dan tumbuh di lingkungan Ciluncat, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Perjalanan hidupnya yang berakar dari lingkungan sederhana membentuk karakter ketekunan dan kepedulian yang kemudian menjadi fondasi kuat dalam kiprahnya sebagai seorang pendidik.

Riwayat pendidikannya dimulai di SDN Manggahang III (1988–1994), dilanjutkan ke SMPN 1 Baleendah (1994–1997), dan SMK 17 Bandung jurusan Listrik (1997–2000). Meskipun sempat menempuh jalur vokasional, panggilan jiwa di bidang pendidikan dan bahasa membawanya melanjutkan studi ke STKIP Bale Bandung (kini Universitas Bale Bandung) pada Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah (2001–2005). Saat ini, ia tengah menempuh pendidikan Magister Pendidikan Bahasa Indonesia di IKIP Siliwangi sebagai bentuk komitmennya untuk terus berkembang dan memperdalam keilmuan.

Karier mengajarnya dimulai pada tahun 2005 di SDN Manggahang 1 hingga 2011. Ia kemudian melanjutkan pengabdian di SMP BPPI Baleendah (2011–2017) dan SMP Bina Mulya sejak 2014 hingga sekarang. Sejak tahun 2023, Herman juga aktif mengajar di SMPN 1 Pameungpeuk. Pengalaman lintas jenjang dan institusi ini memperkaya perspektifnya dalam memahami karakteristik peserta didik serta dinamika pembelajaran di berbagai konteks.

Selain mengajar, Herman juga aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan profesional. Ia pernah menjadi narasumber dalam kegiatan MGMP Seni Budaya dengan topik desain grafis, serta terlibat sebagai pembimbing dalam berbagai ajang seperti FLS2N, Gebyar Bahasa, dan kegiatan literasi. Perannya sebagai wali kelas dan pembina PMR menunjukkan komitmennya tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga pembinaan karakter dan kepedulian sosial siswa.

Dedikasi dan inovasinya dalam pembelajaran turut membuahkan prestasi, di antaranya meraih Juara III dalam lomba Guru Bukti Karya Pembelajaran pada ajang Gebyar Bahasa dan Sastra Indonesia (GBSI). Penghargaan ini menjadi refleksi dari upayanya dalam merancang pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan berdampak bagi siswa.

Sebagai pendidik Bahasa Indonesia, Herman memiliki perhatian khusus pada pengembangan literasi, keterampilan menulis, serta pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning). Ia meyakini bahwa pembelajaran yang bermakna lahir dari keterlibatan aktif siswa dalam memecahkan persoalan nyata, sehingga mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif.

Bagi Herman, menjadi guru bukan sekadar profesi, melainkan panggilan untuk terus belajar, berbagi, dan menginspirasi. Dengan semangat tersebut, ia berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia dan membentuk generasi yang literat, reflektif, dan berdaya saing.


Eksplorasi konten lain dari Literatura Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Categories:

Satu tanggapan untuk “Herman Priatna”

  1. […] Penulis: Herman Priatna […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *