
[Sumber gambar: AI]
Penulis: Refi Murfianto
Mimpi merupakan kata yang sudah tidak asing bagi semua orang, sering dikatakan dan dimiliki semua orang tapi tidak semua berani untuk melakukannya. Setiap anak tumbuh bersama mimpi-mimpi indah yang dibungkus dalam kata cita-cita. Ingatkah waktu kita kecil seringkali di tanya mimpi saat dewasa kita katakan dengan berani dan percaya diri. Namun demikian seiring berjalannya waktu mimpi itu terkikis dan menghilang di dalam diri sebagian besar dari kita. Realita kehidupan dan dinamika hidup telah mengikis mimpi indah yang sering kita ungkapkan di masa kita kecil. Mimpi adalah keinginan yang ingin kita capai dalam hidup, ia Adalah motivasi alami yang kita bawa di dalam diri kita.
Melalui tulisan ini mari kita kenang kembali mimpi kita yang pernah kita ungkapkan dimasa kecil, sejauh mana mimpi itu dihidup kita, kapankah mimpi itu hilang dari kita, sejauh mana perjuangan kita untuk sebuah mimpi yang kita inginkan. Ada ungkapan yang mengatakan ”tidak setiap mimpi menjadi kenyataan, tapi mimpi yang tidak diperjuangkan hanya akan jadi penyesalan” atau ada juga ”bermimpilah, karena mimpi itu gratis dan tidak diminta bayaran untuk mimpimu itu” dan banyak lagi ungkapan lain yang memotivasi untuk bermimpi.
Tulisan ini mengambil sebuah judul Bermimpilah Setinggi Langit, Bukan Setinggi Langit-Langit, tulisan ini di klausa pertama mengambil satu ungkapan yang sudah kita kenal dan banyak disampaikan dimana-mana. Intinya kita bebas bermimpi setinggi dan sebebas apapun, tidak ada batasan untuk mimpi yang jadi pengharapan kita. Di klausa yang kedua ungkapan yang sering kita tau di rumah-rumah kita, atap kita di rumah sering disebut langit-langit. Penegasan judul ini sebetulnya sama dengan yang lain penekanan untuk bermimpi jangan tanggung-tanggung, hanya di buat kita menyadari jangan sampai mimpi kita hanya sebatas langit-langit rumah saja yang barangkali dapat digapai dengan mudah.
Pemaparan tersebut mengindikasikan bahwa mimpi adalah motivasi, dan untuk mendorong motivasi itu jangan tanggung-tanggung. Jangan takut gagal sekalipun tidak semua mimpi akan terwujud, paling tidak kita sudah berusaha berjuang mencapainya. Permasalahan yang terjadi adalah kita bermimpi seringkali disepelekan orang lain karena mimpi itu hanya sebatas ungkapan jargon-jargon saja. Akan tetapi bagi seorang pemimpi setinggi langit dan bukan langit-langit, mimpi adalah patokan finis dari kehidupannya yang dia jadikan panduan dan mercusuar di dalam pelayaran hidupnya.
Bagi seorang pemimpi senantiasa mengetahui jalannya, ketika dia bermimpi maka dia akan memikirkan, mencari dan mendedikasikan dirinya untuk setiap tujuan yang ada di dalam hidupnya. Misalnya jika ingin menjadi seorang dokter maka bagaimana menjadi dokter memikirkan bagaimana masuknya sekolah kedokteran, dimana adanya, pengetahuan apa yang harus dibangun, langkah demi langkah adalah untuk menggapai mimpi dan tekadnya selalu kuat dalam hatinya.
Banyak orang sebenarnya memiliki potensi yang besar, tetapi potensi tersebut tidak berkembang secara maksimal karena mereka membatasi diri dengan berbagai keraguan. Rasa takut gagal sering kali membuat seseorang enggan mencoba hal-hal baru, sementara kurangnya kepercayaan diri menimbulkan keyakinan bahwa keberhasilan hanya dapat diraih oleh orang lain yang dianggap lebih berbakat atau lebih beruntung.
Tidak sedikit pula yang merasa tidak mampu sebelum benar-benar berusaha, sehingga memilih menyerah bahkan sebelum memulai. Padahal, kegagalan merupakan bagian dari proses belajar dan setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Ketika seseorang terus terkungkung oleh ketakutan dan keraguan, ia seolah hanya bermimpi setinggi langit-langit yang membatasi pandangannya, bukan setinggi langit yang membuka ruang bagi berbagai kemungkinan dan pencapaian yang lebih besar.
Harus disadari bahwa setiap pemimpi tidak menggapai mimpinya begitu saja. bermimpi bukan pekerjaan mudah mewujudkan dan mempertahankannya. Berbagai realita hidup dan berbagai rintangan serta tantangan menjadi persoalan yang menghalangi jalan seorang pemimpi. Permasalahan ekonomi yang barangkali muncul, dukungan lingkungan yang bisa jadi menghambat dan membuat mimpi untuk berhenti, serta banyak lagi permasalahan yang mungkin bisa muncul. Setiap tantangan dan rintangan itu, bagi banyak orang sukses bermimpi bukanlah penghambat melainkan tantangan yang harus dihadapi dan dilewati. Semangat untuk menggapai mimpi adalah motivasi dan jalan hidup pasti yang jelas menjadi panduan hidupnya.
Sejarah mencatat bahwa keberhasilan besar sering kali diawali oleh mimpi yang besar dan dedikasi yang luar biasa untuk mewujudkannya. Sultan Muhammad Al-Fatih, misalnya, tumbuh dengan visi menaklukkan Konstantinopel setelah mendengar kabar gembira Rasulullah tentang pemimpin yang akan menaklukkan kota tersebut.
Demi mewujudkan cita-citanya, ia mempersiapkan diri sejak usia muda dengan mempelajari ilmu agama, strategi militer, bahasa asing, dan kepemimpinan hingga akhirnya berhasil menaklukkan Konstantinopel pada usia 21 tahun. Dedikasi serupa juga dapat dilihat pada sosok Thomas Alva Edison yang tidak menyerah meskipun mengalami ribuan kegagalan dalam proses menemukan lampu pijar yang praktis digunakan. Kedua tokoh tersebut menunjukkan bahwa mimpi yang tinggi tidak cukup hanya dibayangkan, tetapi harus diiringi dengan kerja keras, ketekunan, disiplin, dan kesediaan menghadapi berbagai tantangan hingga cita-cita tersebut menjadi kenyataan.
Di era modern, kisah tentang kekuatan mimpi juga dapat ditemukan pada sosok Elon Musk dan Jack Ma. Elon Musk memiliki visi besar untuk merevolusi transportasi dan membawa manusia menjelajahi luar angkasa. Meskipun berkali-kali mengalami kegagalan peluncuran roket dan menghadapi berbagai risiko bisnis, ia tetap konsisten mengembangkan perusahaan-perusahaannya hingga berhasil menciptakan terobosan yang mengubah banyak sektor industri. Sementara itu, Jack Ma bermimpi membangun perusahaan yang dapat membantu usaha kecil bersaing di pasar global.
Meski pernah ditolak berkali-kali saat melamar pekerjaan dan menghadapi banyak keraguan dari orang lain, ia terus berusaha hingga berhasil mendirikan Alibaba yang kemudian berkembang menjadi salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia. Kedua tokoh tersebut menunjukkan bahwa mimpi besar hanya dapat diwujudkan melalui keberanian, ketekunan, dan kerja keras yang berkelanjutan.
Seorang pemimpi bukanlah penghayal yang hanya senang berangan-angan tanpa tindakan, melainkan seorang pejuang visioner yang mampu melihat permasalahan sebagai tantangan pendewasaan untuk mencapai tujuan dan tau kemana harus melangkah. Ia sadar bahwa mimpi tidak jadi kenyataan hanya dengan diam tetapi terwujud melalui usaha sadar, perjuangan, pengorbanan dan integritas serta semangat untuk tidak menyerah. Ketika kegagalan menghampiri seorang pemimpi akan bangkit dan tidak menyerah namun menentukan langkah selanjutnya memperbaiki permasalahan. Ingat dunia tidak akan berhenti berputar menunggu kita bangkit dari jatuh, jika kita tidak segera berlari maka dunia akan berputar meninggalkan kita.
Banyak kesuksesan besar dalam sejarah berawal dari mimpi yang pada mulanya dianggap mustahil oleh banyak orang. Berbagai penemuan, perubahan sosial, hingga kemajuan teknologi lahir dari individu-individu yang berani membayangkan sesuatu yang belum pernah terwujud sebelumnya. Karena itu, generasi muda saat ini tidak seharusnya takut memiliki cita-cita yang tinggi hanya karena dianggap terlalu ambisius atau sulit dicapai. Di tengah perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi yang semakin luas, peluang untuk belajar, berinovasi, dan berkarya justru semakin besar. Tantangan yang dihadapi generasi muda memang tidak ringan, tetapi dengan visi yang jelas, semangat belajar yang kuat, dan kerja keras yang konsisten, mimpi yang hari ini tampak mustahil dapat menjadi kenyataan yang membawa manfaat bagi diri sendiri, masyarakat, bahkan bangsa di masa depan.
Ahirnya patut kita sadari bahwa banyak kesuksesan dimulai dari sebuah mimpi, sekalipun dicibir, dipandang sebelah mata, tapi tetap konsisten yang membawa pada tercapainya mimpi. Bermimpi setinggi langit sangat penting karena memberikan kekuatan untuk berjuang serta patokan jelas dalam menempuh perjalanan hidup.
Namun demikian, mimpi besar harus disadari tak ada yang tanpa perjuangan, kedisiplinan, ketekunan, kerja keras dan tidak mudah menyerah. Harus sadar bahwa setiap mimpi itu membutuhkan proses dan jalan panjang untuk terwujud. Mengutip sebuah pernyataan yang sering kita dengar bersama bahwa tidak setiap proses itu menjadi kenyataan dan membuahkan hasil, tapi bila kita tidak berproses maka tidak ada hasil yang bisa diharapkan. Maka dari itu bermimpilah lalu berproseslah, sesungguhnya tidak ada mimpi tercapai tanpa kerja keras dan proses didalamnya.












Tinggalkan Balasan