Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

Admin

  • Kajian Ekspresif Cerpen “Kakek Penjual Bunga” Karya Heri Isnaini

    Kajian Ekspresif Cerpen “Kakek Penjual Bunga” Karya Heri Isnaini

    [Sumber gambar: Balipolitika dan ChatGPT] Penulis: Yulia Herliani Ekspresi Eksistensial dan Mitologis dalam Cerpen “Kakek Penjual Bunga” Karya Heri Isnaini: Kajian Ekspresif Karya sastra tidak sekadar menjadi ruang bagi pengarang untuk membangun dunia imajinatif, tetapi juga menjadi medium untuk mengejawantahkan pengalaman batin, kesadaran, dan pandangan hidup melalui bahasa estetis. Dalam perspektif kritik sastra ekspresif, karya […]

    Continue Reading

  • Membaca Dunia Imajinatif dalam “Sajak-Sajak Tentang Lie” Karya Heri Isnaini

    Membaca Dunia Imajinatif dalam “Sajak-Sajak Tentang Lie” Karya Heri Isnaini

    [Sumber gambar: dokumentasi penulis] Penulis: Titin Suhartini, S.Pd. (Guru Bahasa Indonesia, SMKN 12 Bandung) Ketika Rindu Menjelma Cerita: Membaca Dunia Imajinatif dalam Sajak-Sajak Tentang Lie Ada yang menarik dari Sajak-Sajak Tentang Lie, antologi cerpen karya Heri Isnaini yang diterbitkan Hyang Pustaka pada September 2026. Judulnya menghadirkan semacam paradoks genre: sajak yang lazim diasosiasikan dengan puisi […]

    Continue Reading

  • Sumpah Pemuda dan Bahasa Indonesia: Dua Warisan, Satu Semangat Kebangsaan

    Sumpah Pemuda dan Bahasa Indonesia: Dua Warisan, Satu Semangat Kebangsaan

    [Sumber gambar: dokumentasi penulis] Penulis: Refi Murfianto Sejarah bangsa tidak terbentuk dengan sendirinya, melainkan lahir dari kesadaran, keberanian, dan tindakan nyata generasi yang memilih untuk memperjuangkan masa depan bersama. Sumpah Pemuda menjadi bukti bahwa pemuda memiliki peran penting dalam membentuk sejarah, meneguhkan persatuan, dan meletakkan dasar bagi identitas kebangsaan Indonesia. Menariknya, perjuangan tersebut tidak hanya […]

    Continue Reading

  • Di Balik Jawaban, Sebuah Kotak Kosong

    Di Balik Jawaban, Sebuah Kotak Kosong

    [Sumber gambar: dokumentasi penulis] Penulis: Gabrielle Esther “Hahahaha” suara seseorang yang tertawa dengan lantang dalam kelas, tanpa mempedulikan fakta bahwa ada seorang guru yang sedang menjelaskan sesuatu. Hari ini, sama seperti biasanya, anak-anak kelas 12 masuk kelas. Sekilas, kita bisa melihat anak-anak yang sedang memperhatikan pelajaran dengan ‘antusias’. Tapi kalau kalian mencoba mengamati lebih lama, […]

    Continue Reading

  • Bahasa dan Sastra di Era Gen Z: Ketika Kata-Kata Menjadi Tempat Pulang

    Bahasa dan Sastra di Era Gen Z: Ketika Kata-Kata Menjadi Tempat Pulang

    [Sumber gambar: dokumentasi penulis] Penulis: Asep Khoerul Koswara Ada masa ketika sastra hidup di rak-rak perpustakaan. Sunyi. Berdebu. Jauh dari hiruk-pikuk manusia modern. Namun hari ini, sastra justru lahir di tempat yang paling ramai: media sosial. Di layar telepon genggam. Di caption Instagram. Di utas tengah malam. Di kolom komentar yang ditulis seseorang pukul dua […]

    Continue Reading

  • Mengawal Bahasa Indonesia dari Ruang Kelas SMKN 1 Abung Selatan

    Mengawal Bahasa Indonesia dari Ruang Kelas SMKN 1 Abung Selatan

    [Sumber gambar: dokumentasi penulis] Penulis: Meri Efrida, S.S. (Guru Bahasa Indonesia, SMKN 1 Abung Selatan, Lampung Utara) Menjadi guru Bahasa Indonesia bukan sekadar menjalankan tugas mengajar di ruang kelas. Ada tanggung jawab yang lebih luas di baliknya, yakni merawat bahasa sebagai identitas bangsa, mengembangkan kemampuan literasi peserta didik, dan menumbuhkan kesadaran bahwa bahasa merupakan bagian […]

    Continue Reading

  • Merawat Ingatan, Menafsirkan Rindu dalam Sajak-Sajak tentang Lie

    Merawat Ingatan, Menafsirkan Rindu dalam Sajak-Sajak tentang Lie

    [Sumber gambar: dokumentasi penulis] Penulis: Tintin Rohaeni Antologi cerpen karya Heri Isnaini merupakan karya sastra yang menarik, terutama jika dilihat dari judulnya, Sajak-Sajak tentang Lie, serta bagian prakata yang berbunyi, “Kepada mereka yang masih menyimpan benda lama bukan sebab benda itu berharga, melainkan sebab ada seseorang yang melekat di dalamnya.” Kutipan tersebut menggambarkan bahwa sebuah […]

    Continue Reading

  • Lie, Rindu, dan Ingatan yang Tak Pernah Benar-Benar Pergi

    Lie, Rindu, dan Ingatan yang Tak Pernah Benar-Benar Pergi

    [Sumber gambar: dokumentasi penulis] Penulis: Maria Yuniatun Laras Anggraini Antologi cerpen Sajak-Sajak tentang Lie karya Heri Isnaini menghadirkan rindu bukan sekadar perasaan kepada seseorang, melainkan memperluas maknanya menjadi kerinduan yang lebih dalam. Rindu dalam karya ini bukan hanya tertuju pada orang yang dicintai, tetapi juga kepada masa lalu, rumah, orang tua, masa kanak-kanak, bahkan kepada […]

    Continue Reading

  • Matematika Mengajarkan Logika, Bahasa Indonesia Mengajarkan Makna

    Matematika Mengajarkan Logika, Bahasa Indonesia Mengajarkan Makna

    [Sumber gambar: dokumentasi penulis] Penulis: Repanda Sayoga, M.Pd., Gr. Matematika dan Bahasa Indonesia sering kali kita tempatkan dalam dua ruang pembelajaran yang berbeda. Matematika identik dengan angka, rumus, dan perhitungan, sedangkan Bahasa Indonesia berkaitan dengan kata, kalimat, bacaan, dan tulisan. Perbedaan ini memang wajar karena setiap mata pelajaran memiliki karakteristiknya sendiri. Namun, jika kita memperhatikan […]

    Continue Reading

  • Rindu yang Membawa Kita Kembali kepada Diri Sendiri

    Rindu yang Membawa Kita Kembali kepada Diri Sendiri

    [Sumber gambar: dokumentasi penulis] Penulis: Siti Fatimah Azzahra Rindu yang Membawa Kita Kembali kepada Diri Sendiri Refleksi atas Antologi Cerpen Sajak-Sajak tentang Lie karya Heri Isnaini Membaca antologi cerpen Sajak-Sajak tentang Lie karya Heri Isnaini membuat saya memikirkan kembali arti kerinduan dalam kehidupan sehari-hari. Selama ini, rindu sering dipahami sebagai perasaan yang muncul ketika kita […]

    Continue Reading