
[Sumber gambar: dokumentasi penulis]
Penulis: Refi Murfianto
Sejarah bangsa tidak terbentuk dengan sendirinya, melainkan lahir dari kesadaran, keberanian, dan tindakan nyata generasi yang memilih untuk memperjuangkan masa depan bersama. Sumpah Pemuda menjadi bukti bahwa pemuda memiliki peran penting dalam membentuk sejarah, meneguhkan persatuan, dan meletakkan dasar bagi identitas kebangsaan Indonesia. Menariknya, perjuangan tersebut tidak hanya melahirkan kesadaran sebagai satu bangsa, tetapi juga menegaskan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Sumpah Pemuda merupakan suatu peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia, dimana pada hari itu 27-28 Oktober 1928 tepat 98 tahun yang lalu pemuda berkumpul untuk meneguhkan komitmen kebangsaan dan persatuannya untuk bangsa. Peringatan sumpah pemuda yang diperingati setiap tahun merupakan pengingat bahwa pemuda merupakan unsur penting yang menjadi penggerak persatuan dan pembangkit pergerakan tulang puggung bangsa. Sumpah pemuda sejatinya merupakan suatu momen perjuangan nasional pada masanya yang menjadi peristiwa kebangkitan bangsa di kalangan pemuda. Namun peristiwa sumpah pemuda ini sadar ataupun tidak juga merupakan peristiwa nasional lahirnya Bahasa Indonesia.
Kongres Pemuda II pada masa itu merupakan pertemuan dari banyak organisasi pemuda yang ada di nusantara. Kongres ini dilatarbelakangi oleh kesadaran para pemuda akan pentingnya persatuan di tengah keberagaman suku, daerah, bahasa, dan organisasi kepemudaan yang berkembang pada masa itu. Puncak dari pertemuan tersebut adalah lahirnya ikrar Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, yang menegaskan cita-cita memiliki satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia. Ikrar tersebut tidak hanya menjadi simbol persatuan nasional, akan tetapi merupakan suatu kebranian pemuda dan bukti perjuangan serta kesadaran pemuda untuk melampaui sekat-sekat perbedaan demi membangun suatu identitas bersama yang lebih luas dan terwujud dalam sebuah bangsa.
Bahasa dalam hal ini bukan semata sebagai alat komunikasi saja, akan tetapi bahasa juga merupakan identitas suatu bangsa. Bahasa yang lebih menyeluruh memungkinkan komunikasi dan penyebaran informasi dapat berlangsung cepat dan lebih merata, hal itulah yang penting dalam tonggak perjuangan. Dengan adanya ikrar menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan memiliki sebuah kenyataan bahwa bahasa memiliki kekuatan untuk mempersatukan masyarakat yang beragam. Penggunaan bahasa yang sama secara nasional memudahkan komunikasi, membangun kesepahaman antarmasyarakat, serta meminimalkan kesalahpahaman akibat perbedaan bahasa dan latar belakang budaya. Dengan demikian Sumpah Pemuda tidak saja penting untuk diingat sebagai momen sejarah nasional, tetapi juga perlu untuk diingat sebagai sejarah Bahasa Indonesia.
Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan keragaman bahasa daerah, budaya, dan tradisi yang menjadi identitas setiap kelompok masyarakat. Di tengah keberagaman tersebut, bahasa Indonesia hadir sebagai ruang bersama yang memungkinkan masyarakat dari berbagai latar belakang untuk berkomunikasi, saling memahami, dan membangun kesepahaman. Kehadiran bahasa Indonesia bukan untuk menghapus atau menggantikan kedudukan bahasa daerah, melainkan menjadi jembatan komunikasi yang mempererat hubungan antarmasyarakat tanpa harus kehilangan identitas budaya masing-masing. Dalam konteks ini, semangat Sumpah Pemuda mengajarkan bahwa persatuan tidak berarti menyeragamkan perbedaan, tetapi merawat keberagaman melalui bahasa yang menyatukan. Dengan demikian, bahasa Indonesia menjadi simbol kebangsaan sekaligus sarana untuk menjaga keharmonisan di tengah kemajemukan bangsa Indonesia.
Di zaman modern yang serba teknologi hari ini dimana informasi dan pertukaran budaya serta bahasa berlangsung sangat cepat dan mudah untuk berinteraksi menjadi tantangan dalam berbahasa bagi masyarakat Indonesia. Pencampuran budaya dan bahasa sangat memungkinkan terjadi antara bahasa Indonesia dan Bahasa Asing dengan adanya fenomena percepatan teknologi hari ini. Namun demikian perubahan bagi suatu masyarakat dan berpikir dan berinteraksi merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari dan pasti terjadi terutama di kalangan pemuda yang masih adaptif dengan perkembangan situasi. Pemuda perlu menyikapi perkembangan tersebut dengan tetap berbahasa dengan baik, tepat, dan sesuai konteks. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa, sekaligus memastikan bahasa Indonesia terus digunakan, diwariskan, dan berkembang sebagai bahasa persatuan bagi generasi kini dan mendatang. Sumpah Pemuda hendaknya dimaknai sebagai momentum untuk meneguhkan martabat bangsa, memperkuat identitas nasional, dan menjaga nilai-nilai persatuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Generasi muda perlu menjadikan bahasa Indonesia sebagai bagian nyata dari perjuangan masa kini dengan membiasakan diri membaca, menulis, berdiskusi, dan berkarya menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan tepat. Melalui kegiatan tersebut, generasi muda tidak hanya merawat bahasa sebagai identitas bangsa, tetapi juga mengembangkan gagasan, memperluas wawasan, dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia. Merawat Bahasa Indonesia bukan hanya tanggung jawab ahli bahasa, guru atau lembaga pendidikan saja. Akan tetapi kewajiban merawat bahasa Indonesia ada juga bersama setiap masyarakat Indonesia, karena sejatinya bahasa Indonesia merupakan identitas nasional bangsa. Semangat Sumpah Pemuda harus diwujudkan dalam bentuk kreativitas bahasa, literasi serta penggunaan bahasa di dalam unsur kehidupan sehari-hari.
Sumpah Pemuda mewariskan dua hal penting yang saling berkaitan dalam perjalanan bangsa Indonesia, yaitu semangat persatuan generasi muda dan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Keduanya menjadi fondasi penting dalam membangun identitas kebangsaan sekaligus memperkuat kesadaran bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk mewujudkan cita-cita bersama. Oleh karena itu, memperingati Sumpah Pemuda tidak cukup hanya dengan mengenang sejarah perjuangan para pemuda, tetapi juga perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam merawat dan mengembangkan bahasa Indonesia. Dengan demikian, bahasa Indonesia tidak sekadar menjadi warisan sejarah, tetapi juga identitas bangsa dan jembatan yang menghubungkan generasi masa kini dengan masa depan Indonesia.












Tinggalkan Balasan