
[Sumber gambar: Dokumentasi penulis]
Penulis: Zahra Nur Alfiyah
(JIKA)
Jika bisa memilih, aku akan tetap memilihmu
Jika bisa memilih, aku akan menetap pada atap tanganmu
Jika bisa memilih, aku ingin doa-doa kita menjadi alunan abadi
Jika bisa memilih, aku ingin melintasi rencana sepanjang lautan
Jika bisa memilih, aku ingin semuanya terjadi bukan sedekar tulisan.
(BERDUKA)
Akhir-akhir ini semua serba semu
Ego setinggi ombak
Dekat yang tak rekat
Jauh kian acuh
Cemas semakin berkemas
Ribuan jawaban tak terjawab
Semesta berduka
Karena kita berdua.
(DIMANA?)
Katanya selamanya, ternyata sebatas es potong
Berhenti, terhenti, dihentikan, menghentikan
Mana remedi yang dijanjikan?
Lenyapkah?
Melebur dimana?
Tidak lebih dari sekedar buka tutup pintu
Singkat, cepat, melekat.
(KOKOH)
Angin ikut mengencangkan sabuk pengaman
Seolah siap melaju jauh
Tak terpengaruh
Meski separuh
Tapi dijamin tak mungkin rapuh.
(DIJAGA)
Menjaga, terjaga, dijaga
Takaran mana yang demikian
Yang ada hanya
Risau tanpa pisau
Ramah melukai
Usangnya kehangatan
Menemukan yang tidak pernah ditemukan.
BIONARASI PENULIS
Zahra Nur Alfiyah, alumnus Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto asal Purbalingga yang gemar merangkai kata. Saya aktif mengirimkan berbagai puisi di media-media digital. Sebagai seorang lifelong learner, saya menaruh minat besar pada sastra sekaligus selalu terbuka untuk belajar dan segala bentuk kerja sama positif.










