
[Sumber gambar: Dokumentasi penulis]
Penulis: Kikin Martiani
Rindu Tak Bertepi
Malam datang membawa sunyi,
Namamu kembali singgah di hati.
Rindu tumbuh di antara sepi,
Menjelma luka yang tak terobati.
Kau telah jauh melangkah pergi,
Meninggalkan jejak dalam memori.
Namun hatiku masih menanti,
Meski tak tahu kapan kau kembali.
Angin malam membawa kabar,
Tentang kisah yang belum benar-benar pudar.
Kupeluk sunyi dengan sabar,
Sembari mengenang senyummu yang mekar.
Jika rindu memiliki tepi,
Mungkin aku telah sampai di sana,
Namun rinduku kepadamu tak pernah berhenti.
Rindu di Ujung Malam
Malam kembali menyapa sunyi,
Membawa bayangmu ke dalam mimpi.
Rindu perlahan memenuhi hati,
Meski kau jauh meninggalkan diri.
Aku masih duduk dalam penantian,
Menjaga kenangan yang belum terlupakan.
Wajahmu hadir dalam ingatan,
Senyummu menjadi sebuah kerinduan.
Andai angin mampu membawa pesan,
Kan kukirim rindu tanpa batasan.
Meski jarak memisahkan kita,
Hatiku tetap menyebut namamu juga.
Sebab cinta belum ingin pergi,
Dan rinduku tak pernah berhenti.
Ketika Rindu Menyapa
Ketika malam mulai beranjak,
Rinduku padamu kembali menyeruak.
Namamu terukir dalam benak,
Meski langkahmu semakin jauh berjarak.
Sepi menjadi teman perjalanan,
Kenangan menjadi teman perasaan.
Aku mencoba melupakan perlahan,
Namun hatiku selalu kembali mengenang.
Di bawah langit yang penuh bintang,
Kucari wajahmu dalam bayang-bayang.
Mungkin kau tak lagi mengingatku,
Namun aku masih menyimpan namamu.
Biarlah rindu tinggal di hati,
Menemani malam hingga pagi.
Jarak yang Menyimpan Rindu
Jarak terbentang di antara kita,
Menyisakan rindu yang tiada reda.
Kau pergi membawa cerita,
Aku tertinggal bersama air mata.
Hari berganti, waktu berlalu,
Namun rinduku tetap menuju kamu.
Tak mudah menghapus masa lalu,
Sebab setiap kenangan mengingatkanku padamu.
Malam menjadi saksi penantian,
Hening menjadi teman kesepian.
Jika suatu hari kita berjumpa,
Kan kusampaikan semua rasa.
Bahwa meski kau jauh di sana,
Namamu tetap tinggal di dalam jiwa.
Namamu dalam Sepi
Dalam sepi kusebut namamu,
Dalam diam kurindukan senyummu.
Malam terasa begitu pilu,
Sejak langkahmu tak lagi di sisiku.
Dulu kita berbagi cerita,
Kini hanya kenangan yang tersisa.
Aku mencoba baik-baik saja,
Namun rindu selalu datang tiba-tiba.
Angin malam menyentuh jendela,
Seolah membawa kabar tentang kita.
Andai waktu dapat kuulang kembali,
Takkan kubiarkan kau pergi sendiri.
Namun kini yang mampu kulakukan,
Hanyalah merindu dalam diam.
Rindu yang Tak Selesai
Ada rindu yang belum selesai,
Meski waktu terus berlalu sampai usai.
Ada nama yang masih terpatri,
Meski pemiliknya telah pergi.
Malam-malam kulewati sendiri,
Berteman sunyi dan sepi.
Kenangan datang silih berganti,
Mengusik hati yang ingin berhenti.
Kucoba melupakan semua cerita,
Namun bayangmu masih nyata.
Mungkin jarak memang memisahkan,
Namun hati tak mudah melupakan.
Jika rindu memiliki batas terakhir,
Rinduku padamu mungkin takkan berakhir.











