Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

Ketertarikan pada Dunia Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran di SD

[Sumber gambar: Dokumentasi penulis]

Penulis: Dewi Irmayanti

Sejak kecil, dunia pendidikan terasa dekat dengan kehidupan saya. Hal itu bukan karena saya langsung bercita-cita menjadi guru, melainkan karena lingkungan keluarga saya yang memang lekat dengan pendidikan. Ayah saya adalah seorang guru SD. Dari kecil, saya sering melihat bagaimana beliau mempersiapkan pembelajaran untuk murid-muridnya dengan penuh semangat. Bagi saya waktu itu, menjadi guru bukan hanya sekadar datang ke sekolah lalu mengajar, tetapi juga tentang bagaimana membuat anak-anak merasa senang saat belajar.

Saya masih ingat ketika ayah sering duduk di ruang tamu pada malam hari sambil membuat media pembelajaran sederhana. Di meja selalu ada gunting, karton warna-warni, lem, spidol, bahkan kadang barang bekas yang disulap menjadi alat belajar. Saat itu saya belum benar-benar memahami apa tujuan semua yang beliau buat, tetapi saya merasa kagum karena ayah terlihat sangat menikmati prosesnya.

Salah satu inovasi pembelajaran yang paling saya ingat adalah ketika ayah membuat media “roda pintar perkalian”. Media itu dibuat dari kardus bekas berbentuk lingkaran yang dapat diputar. Di bagian tengah terdapat angka-angka perkalian, lalu ketika rodanya diputar, hasil perkalian akan muncul pada bagian tertentu. Ayah mengatakan bahwa banyak siswa SD sering merasa bosan dan kesulitan menghafal perkalian, sehingga beliau mencoba membuat media belajar yang lebih menarik dan seperti permainan.

Saat proses membuatnya, saya sering memperhatikan ayah menggambar lingkaran dengan penggaris besar, memberi warna pada setiap bagian, lalu menuliskan angka dengan rapi. Kadang saya ikut membantu mewarnai atau memotong karton. Hal sederhana seperti itu ternyata menjadi pengalaman yang membekas bagi saya. Saya melihat sendiri bahwa seorang guru harus kreatif agar siswa bisa belajar dengan lebih mudah.

Keesokan harinya setelah media itu digunakan di sekolah, ayah pulang sambil bercerita bahwa murid-muridnya sangat antusias. Anak-anak yang biasanya diam saat pelajaran matematika justru berebut mencoba memutar roda tersebut. Bahkan siswa yang sebelumnya kurang percaya diri menjadi berani menjawab soal di depan kelas. Dari cerita ayah itu, saya mulai memahami bahwa inovasi pembelajaran bukan harus sesuatu yang mahal atau menggunakan teknologi canggih. Media sederhana pun bisa membuat suasana belajar menjadi lebih hidup jika dibuat dengan niat dan kreativitas.

Pengalaman melihat ayah membuat media pembelajaran sedikit demi sedikit membuat saya tertarik pada dunia pendidikan. Saya merasa bahwa menjadi guru adalah pekerjaan yang penuh makna karena seorang guru dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. Sampai sekarang, saya masih mengingat bagaimana serius sekaligus semangatnya ayah ketika menyiapkan pembelajaran untuk murid-muridnya.

Selain pengalaman dari lingkungan keluarga, saya juga memiliki pengalaman berkesan saat duduk di bangku SD. Ada salah satu guru yang membuat inovasi pembelajaran yang sampai sekarang masih saya ingat. Waktu itu guru saya mengadakan pembelajaran IPA tentang organ tubuh manusia dengan menggunakan metode roleplay dan media gambar tempel.

Biasanya pelajaran IPA hanya dilakukan dengan membaca buku dan mencatat, tetapi guru saya membuat suasana kelas menjadi berbeda. Beliau membawa gambar organ tubuh manusia berukuran besar yang ditempel di papan tulis. Selain itu, beberapa siswa diminta maju ke depan kelas untuk memerankan fungsi organ tubuh tertentu. Ada yang menjadi jantung, paru-paru, lambung, dan lain-lain.

Saya masih ingat bagaimana suasana kelas waktu itu sangat ramai tetapi menyenangkan. Guru menjelaskan alur makanan dan peredaran darah sambil meminta siswa bergerak mengikuti peran masing-masing. Misalnya, siswa yang berperan sebagai jantung harus berpura-pura memompa darah ke seluruh tubuh. Kami semua tertawa, tetapi di saat yang sama juga lebih mudah memahami materi.

Hal yang membuat saya terkesan adalah cara guru tersebut membuat siswa benar-benar terlibat dalam pembelajaran. Kami tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi ikut bergerak, bermain, dan belajar bersama. Sampai sekarang saya masih bisa mengingat beberapa materi IPA dari kegiatan tersebut karena cara belajarnya sangat menyenangkan.

Dari pengalaman itu saya menyadari bahwa inovasi pembelajaran memiliki pengaruh besar terhadap semangat belajar siswa. Ketika guru mampu menciptakan suasana belajar yang menarik, siswa akan lebih mudah memahami materi dan merasa senang berada di kelas. Inovasi juga membuat pembelajaran terasa lebih dekat dengan kehidupan anak-anak.

Walaupun saat ini saya belum menjadi guru, pengalaman-pengalaman tersebut menjadi alasan mengapa saya tertarik dengan dunia pendidikan, khususnya pendidikan sekolah dasar. Saya merasa bahwa guru SD memiliki peran penting dalam membentuk pengalaman belajar pertama anak-anak. Cara guru mengajar dapat menjadi kenangan yang diingat murid sampai bertahun-tahun kemudian, seperti yang saya alami sekarang.

Saya percaya bahwa inovasi pembelajaran tidak selalu harus rumit. Kreativitas sederhana, media buatan tangan, permainan edukatif, ataupun cara mengajar yang melibatkan siswa secara aktif dapat memberikan kesan mendalam bagi anak-anak. Dari ayah saya belajar tentang kreativitas dan ketulusan seorang guru, sedangkan dari guru SD saya belajar bahwa pembelajaran yang menyenangkan akan selalu diingat oleh siswa.

Pengalaman-pengalaman itu membuat saya semakin yakin bahwa dunia pendidikan adalah dunia yang penuh makna. Walaupun saya belum mengajar, saya berharap suatu hari nanti bisa menjadi pendidik yang mampu menciptakan pembelajaran menarik seperti yang pernah saya lihat dan rasakan sendiri. Saya ingin menghadirkan suasana belajar yang membuat siswa merasa senang, percaya diri, dan bersemangat untuk belajar setiap hari.

Biografi Penulis

Perkenalkan, nama saya Dewi Irmayanti. Saya berasal dari Cihampelas dan saat ini tinggal di Padalarang. Hobi saya mewarnai karena kegiatan tersebut dapat melatih kreativitas dan memberikan rasa menyenangkan. Saat ini saya merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di IKIP Siliwangi. Ketertarikan saya terhadap dunia pendidikan tumbuh sejak kecil karena lingkungan keluarga yang dekat dengan dunia pendidikan, khususnya ayah saya yang merupakan seorang guru SD. Dari beliau, saya belajar bahwa menjadi guru bukan hanya tentang mengajar, tetapi juga menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak. Saya memilih jurusan PGSD karena saya senang dengan dunia anak-anak dan ingin ikut berkontribusi dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa sekolah dasar. Melalui pendidikan yang saya tempuh saat ini, saya berharap dapat menjadi pendidik yang kreatif, sabar, dan mampu menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan serta membuat siswa lebih semangat dalam belajar.


Eksplorasi konten lain dari Literatura Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Categories:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *