Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

Guru, Cahaya Dunia

[Sumber gambar: https://www.prokal.co/]

Penulis: Austrin Salsabila Alyaa Rumansyah

Di lorong waktu yang kadang redup
kaulah pelita yang tak pernah padam.

Ketika langkah kami gamang dan ragu
engkau hadir membawa arah dan harapan.

Dari bibirmu lahir ilmu
dari sabarmu tumbuh percaya diri
dari hatimu mengalir kasih
yang menuntun kami memahami arti hidup ini.

Engkau bukan sekadar pengajar
tetapi penanam mimpi, pembuka jalan.

Di tanganmu masa depan disemai
di suaramu dunia menemukan terang.

Walau jasamu sering sunyi
namamu tetap hidup di setiap keberhasilan kami.

Sebab cahaya yang kau titipkan
tak pernah mati
ia menjelma nyala dalam setiap generasi.

Wahai guru
kau bukan hanya pelita di kelas kecil kami
kau adalah cahaya dunia
yang membuat gelap menjadi berarti.


Eksplorasi konten lain dari Literatura Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Categories:

Satu tanggapan untuk “Guru, Cahaya Dunia”

  1. Avatar Mirabella
    Mirabella

    Puisi ini berhasil menghadirkan sosok guru sebagai simbol cahaya, harapan, dan pengabdian melalui diksi yang hangat serta menyentuh. Alur emosinya mengalir dengan baik sehingga pesan tentang pentingnya peran guru dapat dirasakan oleh pembaca. Penggunaan metafora “pelita” dan “cahaya” memperkuat makna puisi sekaligus memberikan kesan yang inspiratif. Ke depannya, variasi citraan dan pilihan majas yang lebih beragam akan semakin memperkaya keindahan serta kedalaman nilai estetik puisi ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *