Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

Games Based Learning sebagai Media Pembelajaran Inovatif bagi Anak Usia Dini

[Penulis: Assifa Aulya Muthmainnah]

Games Based Learning sebagai Media Pembelajaran Inovatif bagi Anak Usia Dini

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), inovasi adalah pemasukan atau pengenalan hal-hal yang baru, atau pembaharuan. Sedangkan pembelajaran adalah proses, cara, atau perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa inovasi pembelajaran adalah pembaharuan dalam proses belajar baik dari segi metode, strategi maupun media pembelajaran.

Berdasarkan pengertian tersebut, dapat dipahami bahwa inovasi pembelajaran merupakan suatu pembaruan dalam proses belajar mengajar yang dilakukan untuk menciptakan suasana pembelajaran yang lebih efektif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Inovasi pembelajaran tidak hanya berkaitan dengan penggunaan media pembelajaran, tetapi juga mencakup metode, strategi, pendekatan, serta teknik yang digunakan guru dalam menyampaikan materi agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.

Seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan yang semakin beragam, berbagai bentuk inovasi pembelajaran mulai diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar. Games based learning merupakan salah satu bentuk inovasi pembelajaran yang memanfaatkan permainan digital sebagai media untuk mendukung proses belajar. Berdasarkan pendapat (Prasetya dkk., 2013), games based learning merupakan bentuk pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan memanfaatkan permainan digital sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan, serta evaluasi terhadap materi pembelajaran.

Dalam penggunaannya, pemilihan media pembelajaran perlu disesuaikan dengan kemampuan dan karakteristik media agar dapat mendukung berbagai komponen pembelajaran secara efektif (Zainul, 2016). Selain itu, pengembangan games based learning mampu menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, memotivasi, dan meningkatkan kreativitas peserta didik.

Pendekatan pembelajaran berbasis permainan juga dapat menstimulasi aspek emosional, intelektual, dan psikomotorik anak sehingga proses pembelajaran menjadi lebih aktif dan bermakna (Prensky, 2010). Melalui games based learning, peserta didik akan lebih mudah merasa tertarik dan termotivasi untuk mengikuti pembelajaran karena suasana belajar menjadi lebih menyenangkan dan tidak monoton.

Dari aspek emosional, permainan dapat melatih rasa percaya diri, kerja sama, sportivitas, serta kemampuan mengendalikan emosi saat menghadapi tantangan dalam permainan. Dari aspek intelektual, games based learning membantu peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, mengambil keputusan, dan memahami materi pembelajaran dengan lebih mudah melalui pengalaman langsung. Sementara itu, dari aspek psikomotorik, peserta didik dapat melatih koordinasi gerak, ketangkasan, serta keterampilan dalam menggunakan media atau teknologi yang digunakan dalam permainan pembelajaran. 

Oleh karena itu, games based learning menjadi salah satu solusi inovatif dalam pembelajaran karena mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik dibandingkan media pembelajaran formal yang umum digunakan. Berdasarkan pengalaman penulis saat mengajar di RA Hauna, metode games based learning telah beberapa kali diterapkan dalam proses pembelajaran dan menunjukkan hasil yang positif.

Penulis melihat bahwa antusias peserta didik menjadi lebih tinggi, rasa penasaran mereka meningkat, serta peserta didik lebih aktif selama kegiatan belajar berlangsung. Selain itu, materi yang disampaikan juga lebih mudah dipahami oleh anak-anak karena proses pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang menyenangkan dan melibatkan mereka secara langsung.

Salah satu kegiatan pembelajaran yang pernah dilakukan adalah permainan menyusun urutan proses pertumbuhan manusia dari masa anak-anak hingga lanjut usia. Dalam kegiatan tersebut, peserta didik diminta menyusun gambar sesuai urutan tahapan pertumbuhan manusia dengan benar. Melalui permainan tersebut, peserta didik terlihat lebih fokus, aktif berdiskusi, dan mampu memahami materi dengan tepat. Pengalaman tersebut membuat penulis tertarik untuk membahas games based learning sebagai salah satu inovasi pembelajaran yang dapat membantu meningkatkan minat dan pemahaman peserta didik, khususnya pada anak usia dini.

Biografi Penulis

Assifa Aulya Muthmainnah, lahir pada 7 Oktober 2003 di Cianjur. Ia suka membaca novel dan menonton film. Mahasiswi PGSD ini bekerja sebagai guru di RA Hauna Fullday School yang ada di Cianjur selama lebih dari 2 tahun. Meskipun cita-citanya sempat berubah saat ia memasuki SMA, ia tidak pernah membayangkan bahwa cita- cita semasa kecilnya menjadi guru menjadi kenyataan yang ia jalani saat ini. Temui dia di instragram @assifaaulya untuk melihat aktivitas kesehariannya.


Eksplorasi konten lain dari Literatura Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Categories:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *