Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

Puisi-Puisi Zahra Nur Alfiyah

[Sumber gambar: Dokumentasi penulis]

Penulis: Zahra Nur Alfiyah

DEWASA

Riuh rintih perjalanan
Uluran palsu berceceran
Meraih pantulan kehangatan
Ditemui banyak kebajikan
Dihinggapi banyak kesengsaraan
Tidak ada opsi selain tetap sepenuhnya welas asih
Sudikah mendekap?
Sudikah menopang?
Apa yang kau tau dari menjadi dewasa, sedang dewasamu tidak benar-benar mendewasakan.


SUDUT PANDANG


Lembar-lembar kegaduhan, mengawali kemenangan
Menghapus prasangka keraguan
Menegaskan kebenaran
Mendidik fakir ilmu
Sepenuhnya menampilkan hasil berbagai sudut pandang kotor.


DITINGGAL ATAU MENINGGALKAN

Apa yang membawa seseorang hidup?
Bahkan ketika hidup membawa kematian
Dikenang, mengenang, terkenang
Sejatinya semua tak tenang
Hingga waktu seujung benang
Kita hanya menunggu masing-masing saling meninggalkan.


SIAPAKAH AKU?


Penenang bukan pemenang
Pelindung tidak terlindungi
Pengaman yang tidak aman
Pejuang tidak diperjuangkan
Menemani tanpa ditemani
Sial, aku hanya menyisakan lebam-lembam menyebalkan.


BERBAHAGIA

Mengapa menakar kebahagiaan kepada manusia?
Padahal tak lebih pandai dari pengkhianatan
Tak lebih membosankan dari nafsu seujung kuku
Terlalu amis untuk mengemis
Hanya pandai menyiram luka
Hanya pandai menampung serakah
Mengeja kebaikan
Mendikte keburukan
Bisu yang palsu
Diam yang mengancam
Bahagialah atas jiwamu sendiri, tanpa mengapung pada manusia lain.


Bionarasi Penulis
Zahra Nur Alfiyah, alumnus Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto asal Purbalingga yang gemar merangkai kata. Saya aktif mengirimkan berbagai puisi di media-media digital. Sebagai seorang lifelong learner, saya menaruh minat besar pada sastra sekaligus selalu terbuka untuk belajar dan segala bentuk kerja sama positif.


Eksplorasi konten lain dari Literatura Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Categories:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *