Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

Di Sudut Rumah Sakit

[Sumber gambar: AI]

Penulis: Mukidi

Di sudut rumah sakit bangku antrian menjerit menahan sakit 
Para renta merana tanpa sanak keluarga
Terjepit diantara pasien manja dengan peluk cium semua keluarga
padahal sakitnya cuma gatal gatal saja

Dari sudut rumah sakit
menggema raungan para pasien menahan lara
jeritan anak kehilangan ibu bapaknya
atau orang tua kehilangan buah hatinya

Kala sakaratul maut datang menjemput
Ada yang tanpa permisi atau tiada basa basi
Ada yang penuh canda dengan segala gelak tawa
Ada juga yg merana penuh ulangan siksa

Dari sudut rumah sakit
Senyuman pasien membawa kabar gembira
dengan penyakit rumit hilang binasa
merasa hidup kembali menyapa
dunia seakan terbuka kembali untuknya

Dari sudut rumah sakit
saat senang dan sedih dibatasi oleh selembar rambut
antara kasar dan lembut
dan akhirnya kita paham
Bahwa kehidupan akan selalu berjalan membawa takdirnya


RSUD Al Ihsan, 29 Juli 2022





Eksplorasi konten lain dari Literatura Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Categories:

3 tanggapan untuk “Di Sudut Rumah Sakit”

  1. Avatar Lena Fauziah

    Puisi ini kuat banget dalam menghadirkan suasana rumah sakit sebagai ruang tempat berbagai emosi manusia bertemu, dari kesedihan sampai kelegaan. Pilihan sudut pandang “sudut rumah sakit” sebagai pengamat diam yang menyaksikan silih bergantinya duka dan bahagia itu bikin puisinya terasa reflektif. Kontras antara pasien yang ditemani keluarga dengan yang sendirian juga menyentuh, karena menunjukkan sisi kesenjangan yang sering luput diperhatikan. Larik penutup soal batas tipis antara senang dan sedih jadi penutup yang pas dan bikin mikir. Semoga terus berkarya, apalagi pengalaman personal di RSUD Al Ihsan ini bikin puisinya kerasa jujur dan otentik.

  2. Avatar Meta Agesta Kalih Purwasih_A1_PBSI 2023
    Meta Agesta Kalih Purwasih_A1_PBSI 2023

    Sebagai pembaca, saya merasakan bahwa Di Sudut Rumah Sakit menyuguhkan kisah yang penuh emosi dan mampu menggambarkan sisi kemanusiaan di tengah suasana rumah sakit. Cerita ini mengingatkan bahwa di balik setiap ruang perawatan terdapat harapan, perjuangan, serta rasa kehilangan yang dialami oleh pasien maupun keluarga. Penggambaran suasana yang menyentuh membuat saya lebih menghargai arti kehidupan, kesehatan, dan kehadiran orang-orang terdekat. Secara keseluruhan, karya ini tidak hanya mengaduk emosi, tetapi juga mengajak pembaca untuk lebih berempati dan mensyukuri setiap momen yang dimiliki.

  3. Avatar Hana Ghina Hanifah
    Hana Ghina Hanifah

    Karya ini adalah sebuah sketsa kemanusiaan yang utuh. Rumah sakit tidak hanya digambarkan sebagai tempat penyembuhan fisik, melainkan ruang spiritual di mana manusia dipaksa melihat batas paling rapuh dari eksistensinya. Sebuah rekaman realitas yang ditulis dengan kepekaan sosial yang tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *