
Mukidi adalah seorang calon mekanik, pedagang bakso dan buruh pabrik yang tersesat menjadi guru. Pengalaman hidup menjadikannya manusia yang tidak percaya pada kegagalan. Kecintaaan pada sastra membuatnya mengimajinasi hidup bagaikan alur drama yang berisi bait dan larik nasib yang harus dinarasikan dalam prosa takdir. Hasil perpaduan cintanya dengan sesosok wanita bernama Diah Marlina melahirkan buah hati bernama Gita Doa Cintamudia yang berarti nyanyian persembahan yang tulus dengan kasih sayang Mukidi dan Diah Marlina. Mempunyai motto hidup “ Isi hidupmu dengan ceceran keringat, darah dan air mata. Karena manusia tanpa luka manusia tanpa cerita”. Hidup bukan mencari siapa yang memulai tapi tentang siapa yang mampu mengakhiri. Lelah ada keniscayaan tapi menyerah bukan suatu pilihan.












Tinggalkan Balasan