
[Sumber gambar: Dokumentasi penulis]
Penulis: Adila Putry Rahayu
SD Negeri 01 Argomulyo di Lampung selalu punya cerita. Sekolah itu tidak terlalu besar, tapi hampir setiap hari ada saja kejadian lucu yang membuat murid-muridnya susah diam. Apalagi kalau sudah jam istirahat. Lorong kelas berubah seperti pasar kecil. Ada yang bermain karet, ada yang makan cilok sambil rebutan saus, ada juga yang berlarian sampai dimarahi guru piket.
Di sekolah itu, ada seorang anak perempuan bernama Rahayu.
Kalau guru melihatnya, pasti kalimat pertama yang keluar adalah, โRahayu lagi, Rahayu lagi.โ
Bukan karena nakal berat, tapi karena Rahayu selalu punya ide aneh yang membuat suasana sekolah jadi ramai. Rambutnya sering dikuncir dua, walaupun kadang salah satu kuncirnya miring. Tasnya penuh barang tidak penting: stiker bekas, penghapus kecil, bungkus permen lucu, sampai tali gelang yang sudah putus.
Namun, ada satu hal yang paling terkenal dari dirinya.
Jualan lotre lima ratusan.
Awalnya ide itu muncul karena Rahayu melihat kakaknya bermain undian kecil-kecilan di rumah. Besoknya, ia langsung membuat lotre sendiri dari gulungan kertas bekas buku tulis. Semua nomor dimasukkan ke dalam kotak sepatu yang dihias pakai spidol warna-warni.
โLotre! Lotre! Lima ratus satu kali ambil!โ teriaknya saat jam istirahat.
Teman-temannya langsung mendekat.
โHadiahnya apa aja?โ
โBanyak pokoknya.โ
Padahal hadiahnya kebanyakan barang bekas.
Ada penghapus yang tinggal setengah, pensil pendek, stiker lama, bolpoin yang tintanya kadang keluar kadang tidak, sampai gantungan kunci rusak.
Tetapi anehnya, anak-anak tetap tertarik.
โKalau zonk gimana?โ
โNggak ada zonk. Semua dapat hadiah,โ kata Rahayu dengan percaya diri.
Dini, sahabatnya, langsung mencoba duluan.
Ia menyerahkan uang lima ratus lalu mengambil satu gulungan kertas.
Rahayu membuka gulungannya dengan dramatis.
โSelamat! Kamu mendapatkanโฆ penghapus bentuk stroberi!โ
Dini melihat penghapus itu lalu mengernyit.
โIni bekas ya?โ
โBukan bekas. Ini vintage.โ
โVintage apaan?โ
โPokoknya langka.โ
Anak-anak langsung tertawa.
Sejak saat itu, lapak lotre Rahayu selalu ramai setiap istirahat. Bahkan anak kelas tiga sering datang diam-diam sambil membawa recehan.
Kadang guru juga heran melihat kerumunan di depan kelas.
โIni kelas atau pasar malam?โ tanya Bu Ratna suatu hari.
Anak-anak langsung bubar pura-pura tidak tahu apa-apa.
Namun besoknya diulang lagi.
Selain jualan lotre, Rahayu juga terkenal suka ikut permainan lari-larian. Hampir setiap istirahat ia pasti berlari di lorong sekolah bersama teman-temannya sampai napas ngos-ngosan.
Suatu hari, setelah jam olahraga, anak-anak masih terlalu semangat. Mereka bermain kejar-kejaran di depan kelas.
โAwas aku tangkep!โ teriak Rahayu sambil berlari.
Temannya yang bernama Sari menjerit sambil kabur.
โHeh jangan curang!โ
Anak-anak lain tertawa melihat mereka saling kejar.
Saat itu Sari memakai rok seragam yang bagian bawahnya memang sudah sedikit sobek karena tersangkut pagar beberapa hari sebelumnya.
Namun bukannya hati-hati, Rahayu malah iseng.
Pas Sari hampir tertangkap, Rahayu menarik sedikit bagian rok temannya itu sambil bercanda.
BREKKK!
Suara kain robek terdengar jelas.
Semua langsung diam.
Rahayu membeku.
Sari juga langsung menoleh ke belakang dengan wajah syok.
Roknya robek panjang.
โRAHAYUUUU!โ teriak Sari.
Satu lorong langsung heboh.
Ada yang ketawa sampai jongkok, ada yang tutup mulut karena kaget.
Rahayu sendiri langsung panik.
โAstaga aku nggak sengaja!โ
โIni bukan nggak sengaja! Kamu narik!โ
โTapi aku nggak nyangka bakal robek semua!โ
Sari menutupi bagian roknya sambil setengah kesal setengah malu.
Dini malah sudah tertawa sampai air matanya keluar.
โYa ampun Rah, kenapa sih tangan kamu usil banget!โ
Rahayu langsung melepas jaketnya dan memberikan ke Sari.
โNih pakai dulu!โ
Sari masih manyun.
โAku malu tau!โ
โIya maafโฆ nanti aku beliin lem.โ
โMana bisa rok dilem!โ
Anak-anak makin tertawa mendengar jawaban polos Rahayu.
Untungnya Bu Ratna belum datang. Kalau sampai melihat keributan itu, mungkin semua disuruh berdiri di depan kelas.
Akhirnya Sari dibawa ke UKS untuk dipinjami rok cadangan, sementara Rahayu duduk sambil merasa bersalah.
โRah, kamu tuh kadang kayak bocah paling tenang tapi tiba-tiba bikin masalah,โ kata Dini.
โAku beneran nggak sengajaโฆโ
โTapi lucu sih.โ
Rahayu akhirnya ikut ketawa walaupun masih takut dimarahi.
Benar saja, saat Bu Ratna tahu kejadian itu, ia langsung memanggil Rahayu.
โKamu kenapa narik rok teman?โ
โBercanda, Buโฆโ
โBercanda ada batasnya.โ
โIya Buโฆโ
Bu Ratna sebenarnya ingin marah, tapi melihat wajah Rahayu yang sudah pucat sambil menunduk, beliau malah jadi menahan senyum.
โKamu minta maaf baik-baik.โ
Rahayu langsung mengangguk cepat.
Sepulang sekolah, ia bahkan membelikan Sari es lilin sebagai permintaan maaf.
โMasih marah?โ
โSedikit.โ
โNih es.โ
Sari akhirnya tertawa.
โYaudah maafin.โ
Hari-hari di SD Negeri 01 Argomulyo selalu penuh kejadian aneh.
Apalagi kalau hari Sabtu.
Karena pulangnya lebih cepat, anak-anak sering punya rencana sendiri setelah sekolah.
Suatu hari Sabtu, setelah bel pulang berbunyi, Rahayu dan teman-temannya berkumpul di depan gerbang.
โAyo ke Alfa!โ kata Dini semangat.
โAyo!โ
Mereka berjalan ramai-ramai sambil masih memakai seragam sekolah. Ada Rahayu, Dini, Sari, Abel, dan Inka..
Sepanjang jalan mereka bercanda terus.
โKalau nanti beli jajan jangan lama-lama ya,โ kata Sari.
โIya.โ
Namun sebenarnya, mereka bukan benar-benar ingin membeli makanan.
Mereka hanya ingin jahil.
Begitu masuk ke Alfa, udara dingin AC langsung menyambut mereka.
โWih adem.โ
Rahayu langsung mengambil keranjang padahal isinya kosong.
Mereka pura-pura keliling seperti pembeli serius.
Sesekali mereka melihat rak makanan sambil mengangguk-angguk seolah sedang mencari sesuatu yang penting.
Lalu dimulailah aksi jahil mereka.
Rahayu mendekati salah satu pegawai Alfa yang sedang menyusun barang.
โMasโฆโ
โIya dek?โ
โDi sini ada kerupuk rasa bakso mercon campur stroberi nggak?โ
Mas-mas Alfa langsung bengong.
โHah?โ
โYang pedes tapi manis gitu.โ
โKayaknya nggak ada dekโฆโ
โOh nggak ada ya.โ
Rahayu langsung pergi sambil menahan tawa.
Dini gantian mendekat.
โMas, ada permen rasa rendang?โ
Pegawai itu mulai bingung.
โPermen rasaโฆ rendang?โ
โIya mas.โ
โNggak ada kayaknyaโฆโ
โYah.โ
Anak-anak langsung kabur ke lorong lain sambil cekikikan.
Inka juga ikut jahil.
โMas, ada mi instan rasa cokelat?โ
Pegawai Alfa mulai curiga.
โKalian ini beneran nyari atau ngerjain?โ
Mereka semua langsung ketawa pecah.
โMaaf mas!โ
Namun anehnya, pegawai Alfa itu malah ikut tertawa.
โAnak SD ya kalian?โ
โIya.โ
โKirain beneran ada makanan aneh.โ
Rahayu sampai pegangan rak karena terlalu ngakak.
Mereka sebenarnya tidak berniat jahat. Mereka hanya ingin masuk Alfa dan mencari hiburan setelah sekolah.
Meski begitu, sebelum pulang mereka tetap membeli minuman dan ciki supaya tidak terlalu merasa bersalah.
Saat di kasir, pegawai tadi masih tersenyum melihat mereka.
โUdah ketemu kerupuk stroberinya?โ
Rahayu langsung malu sendiri.
โNggak ada ternyata masโฆโ
โCoba cari di planet lain.โ
Anak-anak langsung tertawa lagi.
Sepanjang perjalanan pulang, mereka terus mengingat kejadian di Alfa.
โRah, muka mas-masnya tadi bingung banget!โ
โIya pas ditanya permen rasa rendang!โ
โAku hampir ketawa pas mi rasa cokelat!โ
Mereka berjalan sambil tertawa sampai perut sakit.
Bagi Rahayu, masa SD memang dipenuhi hal-hal kecil yang sebenarnya sederhana, tapi sangat menyenangkan untuk diingat.
Tentang lotre lima ratusan dengan hadiah bekas.
Tentang rok robek karena keisengan sendiri.
Tentang pergi ke Alfa hanya untuk bertanya makanan aneh yang bahkan tidak mungkin ada.
Kadang saat pelajaran berlangsung, Rahayu suka melihat sekeliling kelasnya.
Meja kayu penuh coretan.
Kipas angin berputar pelan.
Teman-temannya ribut sendiri.
Ada yang diam-diam makan ciki, ada yang menggambar di buku, ada juga yang pura-pura izin ke toilet padahal ingin ke kantin.
Dan di tengah semua keributan itu, Rahayu selalu merasa senang.
Karena baginya, sekolah bukan hanya soal belajar Matematika atau menghafal IPA.
Tetapi juga tentang cerita-cerita kecil yang nantinya akan jadi kenangan.
Suatu sore, setelah semua murid pulang, Rahayu duduk di depan kelas bersama Dini.
Angin sore bertiup pelan. Langit Lampung mulai berubah jingga.
Dini tiba-tiba bertanya, โRah, nanti kalau kita udah gede, kira-kira masih inget nggak ya sama semua kejadian ini?โ
Rahayu tersenyum kecil.
โInget lah.โ
โYang paling kamu inget apa?โ
Rahayu berpikir sebentar lalu tertawa.
โMungkin pas aku ngerobekin rok Sari.โ
Dini langsung ngakak.
โItu mah Sari juga nggak bakal lupa!โ
โTerus lotre aku.โ
โLotre bekas?โ
โEh itu usaha besar ya.โ
Mereka tertawa lagi.
Tak lama kemudian, terdengar suara ibu kantin membereskan kursi. Lapangan sekolah mulai sepi.
Rahayu berdiri sambil memasukkan tangan ke saku rok.
โBesok aku mau jualan lotre lagi.โ
โHadiahnya apa?โ
Rahayu tersenyum jahil.
โRahasia. Pokoknya lebih bagus.โ
โBekas juga?โ
โYa jangan ngomong gitu dong.โ
Dini kembali tertawa.
Dan seperti biasa, keesokan harinya SD Negeri Argomulyo kembali ramai oleh suara anak-anak, tawa kecil di lorong sekolah, dan seorang anak bernama Rahayu yang selalu punya cara untuk membuat masa SD terasa seru dan tidak terlupakan.
Bionarasi Penulis
Halo, nama saya Adila Putry Rahayu, mahasiswi jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Saya tertarik mempelajari dunia pendidikan, khususnya bagaimana menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak sekolah dasar. Saya percaya bahwa seorang guru memiliki peran penting dalam membentuk karakter, semangat belajar, dan masa depan siswa. Karena itu, saya terus berusaha mengembangkan diri agar dapat menjadi pendidik yang baik, kreatif, dan inspiratif.













Tinggalkan Balasan