Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

Bekas Tak Kasat Mata

[Sumber gambar: Dokumentasi penulis]

Penulis: Lena Fauziah

Saat kemabali berkunjung ke sekolah itu aku masih ingat bau kelas itu. Campuran kapur tulis, lem kertas, dan keringat anak-anak yang berlarian sebelum bel masuk berbunyi, kelas tiga SDN 02 Cipongkor, yang seharusnya menjadi tempat kenangan manis. Tapi bagiku, ia hanyalah ruangan dengan empat tembok yang seakan bisa berbicara.

Namanya Ajeng dia gadis cantik yang duduk dua bangku di depanku. Rambutnya terikat dua dengan rapih, seperti anak kesayangan guru. Dan memang begitulah pak Ian memandangnya dengan pandangan dia anak pintar, aktif, punya banyak teman. Tidak ada yang tau bahwa setiap istirahat, Ajeng dan teman-teman satu geng nya menungguku di depan pintu keluar.

โ€œEeh, si Lena culun!โ€

โ€œSiniโ€

โ€œIhh bajunya jelek belum beli di pasar ya?โ€

Aku diam, selalu diam. Karna kata bu Nur, ibuku, diam itu adalah emas. Tapi gaada yang bilang kepadaku bahwa ema situ bisa terasa seperti jarum yang menyumpal tenggorokanku.

Namaku Lena, Lena Fauziah. Waktu kecil ibuku memanggilku dengan nama pangilan rumah yaitu โ€œCinottโ€, ibuku selalu memanggilku dengan penuh kasih sayang. Namun di sekolah berbeda nama itu brubah menjadi bahan tertawaan, โ€œNot, Bonot sawah pttt ha ha haโ€, โ€œBonot si anak culunโ€ karna aku selalu diam dan tida punya teman.

Setiap hari Senin, aku bangun pukul setengah lima pagi bukan karna aku semangat, tapi karna perutku sakit seakan dililit begitu mata terbuka. Tubuhku lebih dulu tau bahwa sekolah adalah penjajah, dan aku tidak mempunyai kekuasaan untuk melawan.

Yang menyakitkan bukan kata-kata yang terucap itu sendiri,  tetapi yamg menyakitkan tawa yang mengiringinya, Sebagian anak kelas tertawa bersamaan, dan aku hanya berdiri di tengah-tengah lingkungan itu, seperti pohon yang sedang dikikis pelan-pelan, tidak langsung di tebang lalu roboh, tapi setiap harinya berkurang satu lapisan.

Aku tidak pernah cerita kepada ibu dan ayah karna, ibu dan ayah sudah lelah bekerja seharian di ladang. Aku tidak ingin menambah beban mereka dengan cerita-cerita yang, pikirku mungkin memang masa SD sudah seharusnya kualami, mungkin memang aku yang salah karna pendiam.

Pikiran ini adalah racun paling lambat yang pernah aku minum.

Suatu hari, di kelas empat ada guru baru namanya bu Neneng. Hijab rapih dengan kacamata bulatnya, dan menurutku saat itu dia memiliki kebisaan aneh, selalu berjalan mengelilingi kelas saat jam pelajaran berlangsung, bukan hanya berdiri dan duduk di depan.

Bu Neneng lah yang pertama memperhatikan ku

โ€œLenaโ€, panggilnya suatu siang setelah kelas usai, ketika aku sedang membereskan buku sendirian. โ€œIbu boleh duduk di sini?โ€

Aku mengnganguk kaku karna biasanya guru tidak duduk di sebelah murid.

โ€œIbu perhatiin kamu sudah beberapa hari makan siang sendirian di pojok lapangan, ada apa len?, kalo ada apa- apa bilang sama ibuโ€

Aku mengengam ujung tali tas dengan saat erat. โ€œTidak ada apa-apa, bu. Saya suka liat yang main bola sajaโ€

Bu Neneng tidak langsung menjawab tetapi ia hanya menatapku dengan tatapan yang berbeda dari guru-guru lain, tidak ada tatapan menghakimi, tidak terburu-buru, seperti ia punya waktu yang tak terbatas untukku.

โ€œLenaโ€, kata beliau akhirnya, pelan โ€œkamu tidak harus baik-baik saja kalau kenyataannya tidak  begitu sayangโ€.

Dan entah kenapa, kalimat sesederhana itu membuatku menangis untuk pertama kalinya di depan orang lain.

Cerita itu keluar pelan-pelan, seperti air dari keran yang sudah lama tersumbat. Tentang depan pintu kelas, tentang nama panggilan, serta tentang tawa yang begitu terasa seperti tamparan keras. Tentang lelahnya aku berpura-pura tidak mendengar, tidak merasakan,tidak ada.

Bu Neneng mendengarkan semuanya, tidak ada memotong, tidak langsung memberikan solusi, hanya diam mendengarkan.

Setelah aku selesai, ia berkata โ€œterimakasih sudah mau cerita. Ibu tau itu tidak mudah buatโ€

Ia berjanji bahwa semuanya akan berubah dalam semalam, ia tidak mengatakan bahwa anak-anak itu jahat dan akan di hukum, tapi ia hanya berkata โ€œkita akan hadapi sama-sama, kamu tidak lagi sendirianโ€.

Itu saja, tapi itu lebih dari cukup

Proses setelahnya tidak mudah dan tidak cepat, bu  Neneng berbicara dengan wali kelas. Ada pertemuan dengan orang tua Ajeng dan teman-temannya, ada sesi bicara Bersama di kelas tentang persahabatan dan rasa hormat. Ajeng tidak langsung brubah seperti malaikat, ia masih sesekali melempar tatapan sinis dan meremehkan tapi setidaknya kata-kata cacian itu bernti sejak saat pertemuan dengan orangtua wali murid.

Yang mulai brubah lebih besar jusrtu ada pada diriku.

Aku mulai mengerti bahwa diam bukan selalu emas. Kadang diam adalah penjara yang sangat menakutkan yang kita bangun sendiri. Dan bahwa ada yang salah dengan diriku,ada yang salah dengan situasinya, dan situasi bisa di ubah.

Itu terjadi sepuluh taun yang lalu.

Sekarang aku duduk di bangku kuliah, smester dua, di sebuah kampus keguruan. Di dinding kamar kosanku ada tulisan yang kubuat sendiri dari kertas note โ€œkamu tidak perlu baik-baik saja kalau kenyataannya tidak begituโ€ kata-kata bu Neneng yang menyelamatkanku.

Aku memilih jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar bukan karna kebetulan. Ada yang bilang, orang yang pernah terluka akan menjadi penyembuh yang paling peka karna mereka tau seperti apa rasanya luka itu dari dalam. Mungkin begitu yang aku tau, setiap kali dosen membahas psikologi anak, tentang rasa aman di lingkungan sekolah, tentang peran guru sebagai pelindung aku selalu mendengarkan dengan seluruh tubuhku.

Aku belajar bukan hanya untuk menjadi guru, aku belajar untuk menjadi bu Neneng bagi anak-anak yang belum bertemu bu Neneng.

Suatu hari nanti, aku bayangkan ini setiap malam sebelum tidur, aku akan berdiri di depan kelas. Akan ada seorang anak yang duduk di sudut belakang, tidak bicara, menggemgam tali tas nya terlalu erat dan aku akan tau. Aku akan mendekat duduk di sampingnya, lalu berkata dengan suara sepelan mungkin.

โ€œkamu tidak harus baik-baik saja kalau kenyataannya tidak begituโ€

Simpul-simpul yang tersembunyi di dada anak-anak itu bisa di urai, tidak cepat, tidak mudah, tapi bisa.

Karna aku sudah membuktikannya dari dalam.

Bionarasi Penulis

Lena Fauziah adalah mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) semester 2 di IKIP Siliwangi, Cimahi. Ia percaya bahwa guru yang baik lahir bukan hanya dari ruang kuliah, tetapi juga dari pengalaman hidup yang membentuk empati. Menulis adalah caranya memahami diri sendiri dan dunia di sekitarnya. Cerpen ini lahir dari kegelisahan dan harapan yang ia bawa sejak lama, bahwa setiap anak berhak tumbuh di lingkungan yang aman dan penuh rasa hormat.


Eksplorasi konten lain dari Literatura Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Categories:

27 tanggapan untuk “Bekas Tak Kasat Mata”

  1. Avatar Rivaldi Saputa_A1 2023
    Rivaldi Saputa_A1 2023

    cerpen yang sangat reflektif dan penuh empati, namun masih banyak kata yang typo

  2. Avatar Hasri Yulfianisa
    Hasri Yulfianisa

    Cerita ini berhasil menunjukkan bahwa tidak semua luka dapat dilihat secara langsung. Cara penulis menggambarkan pergulatan batin tokohnya terasa halus, sehingga pembaca diajak memahami bahwa setiap orang bisa saja sedang menyimpan beban yang tidak mereka ceritakan. Saya juga menyukai bagaimana alur cerita perlahan membangun emosi tanpa berlebihan, sehingga pesan tentang pentingnya empati terasa lebih kuat. Menurut saya, karya seperti ini sangat relevan karena mengingatkan kita untuk tidak mudah menilai seseorang hanya dari apa yang tampak di permukaan. Semoga penulis terus menghadirkan cerita-cerita yang berani mengangkat sisi psikologis manusia dengan penyampaian yang menyentuh, karena tema seperti ini mampu membuka sudut pandang pembaca menjadi lebih luas.

  3. Avatar Adila Putry Rahayu
    Adila Putry Rahayu

    Saya suka dengan ide cerita yang Anda angkat karena terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Penyampaian ceritanya juga tidak berbelit-belit sehingga mudah dipahami. Nilai yang disampaikan sangat bermanfaat bagi pembaca. Cerita ini memberikan kesan yang baik setelah selesai dibaca. Semoga semakin sukses dalam menghasilkan karya.

  4. Avatar Aqila Widayanti Zahrani
    Aqila Widayanti Zahrani

    cerpen yang sangat reflektif dan penuh empati, semoga penulis senantiasa di sehatkan

  5. Avatar
    Anonim

    menarikkk penuhh empatii

  6. Avatar Wasman Nurjaman
    Wasman Nurjaman

    Cerita ini berhasil menunjukkan bahwa tidak semua luka dapat dilihat secara langsung. Cara penulis menggambarkan pergulatan batin tokohnya terasa halus, sehingga pembaca diajak memahami bahwa setiap orang bisa saja sedang menyimpan beban yang tidak mereka ceritakan. Saya juga menyukai bagaimana alur cerita perlahan membangun emosi tanpa berlebihan, sehingga pesan tentang pentingnya empati terasa lebih kuat. Menurut saya, karya seperti ini sangat relevan karena mengingatkan kita untuk tidak mudah menilai seseorang hanya dari apa yang tampak di permukaan.

  7. Avatar Eni Anjani
    Eni Anjani

    Cerita ini mengangkat isu yang menarik terkait dengan dampak dari luka emosional yang sering kali tidak terlihat oleh orang lain. Cara penyampaiannya mampu mengajak pembaca untuk lebih peduli terhadap keadaan emosional seseorang. Nilai empati dan perhatian sosial yang diungkapkan sangat relevan dalam pembentukan karakter. Akan lebih baik jika bagian akhir memberikan harapan atau solusi agar pesan yang disampaikan terasa lebih kuat. Terima kasih telah menyuguhkan karya yang dapat meningkatkan kesadaran pembaca tentang pentingnya saling menghargai serta memahami.

  8. Avatar Nurfadilla Annisa Pratiwi
    Nurfadilla Annisa Pratiwi

    Menurut aku, cerita ini menarik karena mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan dan memberikan banyak pelajaran untuk pembacanya. Alur ceritanya juga mengalir dengan baik sehingga membuat aku penasaran sampai akhir. Dari cerita ini aku jadi sadar bahwa setiap tindakan atau perkataan bisa meninggalkan bekas yang tidak selalu terlihat, tetapi tetap dirasakan oleh seseorang. Menurutku akan lebih menarik jika beberapa bagian dibuat sedikit lebih detail agar emosi dari setiap tokohnya terasa lebih kuat. Semoga penulis terus semangat berkarya dan menghasilkan tulisan-tulisan yang penuh makna.

  9. Avatar YUSTIN PUTRI AYUDIA
    YUSTIN PUTRI AYUDIA

    Ceritanya menyentuh sekali. Mengingatkan bahwa tidak semua luka bisa terlihat. Tetapi tetap meninggalkan bekas yang mendalam.

  10. Avatar rimaanuri
    rimaanuri

    cerita ini bagus apalagi mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan dan memberikan banyak pelajaran untuk pembacanya mungkin kedepannya lebih di kembangkan lagi

  11. Avatar Tisa Febriani
    Tisa Febriani

    Pilihan judul yang penulis gunakan sangat menyentuh dan mampu menyampaikan pesan emosional yang mendalam dengan begitu baik. Alur cerita yang disajikan sangat kuat, saya ikut merenungkan makna di balik setiap peristiwa yang tertulis bahwa tidak semua luka bisa terlihat.

  12. Avatar Asila Marsya Nur Fajri

    Saya sangat menikmati cerita ini. Jalan ceritanya mengalir dengan baik sehingga mudah diikuti, dan setiap bagian cerita terasa memiliki makna. Tokoh-tokohnya juga digambarkan dengan cukup jelas sehingga pembaca dapat memahami alur serta konflik yang terjadi. Cerpen ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pesan yang bermanfaat. Semoga terus berkarya dan menghadirkan cerita-cerita yang inspiratif.

  13. Avatar Sifa
    Sifa

    Menurut saya, cerpen Bekas Tak Kasat Mata memberikan pesan yang mendalam tentang luka batin dan pengalaman hidup yang tidak selalu terlihat oleh orang lain. Cerita ini mengajarkan pentingnya memahami perasaan seseorang tanpa terburu-buru menilai dari apa yang tampak di luar. Nilai empati dan kepedulian yang disampaikan juga sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun di lingkungan pendidikan. Melalui media digital, karya seperti ini dapat menjadi sumber literasi yang membantu peserta didik memahami nilai kemanusiaan dengan cara yang lebih dekat dan menarik. Saya merasa cerita ini mengingatkan kita bahwa setiap orang memiliki perjuangannya masing-masing yang patut dihargai dan dipahami.

  14. Avatar Nazwa Aulia Destiyanti
    Nazwa Aulia Destiyanti

    Cerita ini memberikan pesan yang cukup dalam tentang perasaan seseorang. Saya jadi belajar bahwa tidak semua masalah terlihat dari luar. Karena itu, kita perlu lebih peduli dan memahami orang lain. Cara penyampaian ceritanya juga membuat pembaca mudah memahami maksud penulis. Terima kasih sudah menulis cerita yang penuh makna seperti ini.

  15. Avatar Yasyfa Shofiyatur Ro'wah
    Yasyfa Shofiyatur Ro’wah

    cerita ini menyampaikan pesan moral yang sangat kuat tentang pentingnya menjaga sikap dan perkataan kepada orang lain. Cerita disampaikan dengan alur yang baik sehingga pembaca dapat memahami makna yang ingin disampaikan. Saya sangat mengapresiasi cara penulis membangun emosi dalam cerita tanpa terasa berlebihan. Tulisan ini memberikan banyak pelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Terima kasih atas karya yang penuh makna dan menginspirasi.

  16. Avatar Yusi Nursaadah
    Yusi Nursaadah

    Bekas Tak Kasat Mata

    Cerpen ini memberikan gambaran yang kuat tentang pengalaman seorang anak yang harus menghadapi perundungan di lingkungan sekolah. Cara penulis menyampaikan perasaan tokoh utama membuat saya ikut merasakan kesedihan dan kesepiannya. Kehadiran Bu Neneng menunjukkan bahwa perhatian sederhana dari seorang guru dapat memberikan rasa aman dan harapan bagi seorang murid. Dari cerita ini saya belajar bahwa sikap saling menghargai dan peduli kepada teman sangatlah penting. Secara keseluruhan, cerpen ini menyampaikan pesan yang bermakna dan dapat menjadi pengingat agar kita lebih peka terhadap perasaan orang lain.

  17. Avatar Aysha Dinda A
    Aysha Dinda A

    Cerita ini benar-benar menyentuh. Saya jadi ikut sedih saat membaca pengalaman Lena yang dibully di sekolah. Kehadiran Bu Neneng menunjukkan kalau seorang guru bisa menjadi tempat yang aman bagi muridnya. Ceritanya memberi pelajaran supaya kita lebih peduli dengan teman dan tidak melakukan perundungan. Semoga semakin banyak cerita inspiratif seperti ini.

  18. Avatar Reva Dewi Damayanti
    Reva Dewi Damayanti

    Cerpen ini paling berani secara tematik karena mengangkat perundungan dan luka batin yang tidak terlihat dari luar, dituturkan lewat sudut pandang orang pertama yang jujur dan menyayat. Kehadiran Bu Neneng sebagai figur guru yang sabar dan tidak menghakimi menjadi titik balik cerita yang sangat kuat. Transisi dari masa kecil ke masa kuliah penulis sebagai calon guru memberi lapisan makna tambahan yang menyentuh. Emosi dibangun perlahan tanpa berlebihan sehingga terasa otentik. Yang perlu diperbaiki adalah kerapian ejaan dan tanda baca di beberapa bagian, karena beberapa typo sedikit mengganggu alur baca pada cerita yang sebenarnya sangat kuat ini.

  19. Avatar Anisa Adelia
    Anisa Adelia

    Menurut saya, tulisan ini membuat saya semakin sadar bahwa luka yang tidak terlihat juga perlu mendapat perhatian. Pesan tentang empati dan kepedulian tersampaikan dengan baik dan terasa dekat dengan dunia pendidikan. Terima kasih atas karya yang bermakna ini. Semangat terus berkarya!

    1. Avatar Sandi Budiman
      Sandi Budiman

      Cerita ini sangat menyentuh hati, seorang anak yang menanggung semua ejekan, perundungan yang dia alami. Cerita ini seakan memberi amanat kepada kita bahwa diam bukan berarti selesai, tapi diam akan membuat kita lebih merasakan penderitaan.

  20. Avatar Nida Triwidya
    Nida Triwidya

    Saya suka sama tulisan ini karena ceritanya terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dari tulisan ini saya jadi sadar kalau tidak semua luka bisa dilihat, tapi tetap bisa membekas dalam diri seseorang. Cara penyampaiannya juga enak dibaca dan tidak bertele-tele, jadi pesannya mudah dipahami. Menurut saya, tulisan ini mengingatkan kita supaya lebih menghargai perasaan orang lain dan tidak mudah menilai dari apa yang terlihat saja.

  21. Avatar REHAN ALDIYANSYAH
    REHAN ALDIYANSYAH

    Karya berjudul Bekas Tak Kasat Mata ini menyajikan sebuah narasi yang sangat mendalam mengenai dampak psikologis atau konflik batin yang dialami oleh tokoh utamanya. Penulis menunjukkan keterampilan yang baik dalam mengolah alur cerita terfragmentasi sehingga mampu menciptakan efek ketegangan emosional yang kuat bagi pembaca. Jika ditinjau dari perspektif teoritis materi perkuliahan kita teks ini berhasil mengimplementasikan konsep psikoanalisis sastra atau eksistensialisme karakter secara kontekstual dan representatif. Sebagai masukan yang membangun eksplorasi pada deskripsi implisit mengenai latar suasana dapat lebih diperdalam untuk memperkuat representasi metaforis dari judul yang diangkat. Secara keseluruhan teks ini memiliki nilai estetika naratif yang tinggi sekaligus mampu memantik refleksi kritis pembaca mengenai trauma atau luka yang tidak berwujud fisik.

  22. Avatar Kurniasih Dzurriyyah Thayyibah
    Kurniasih Dzurriyyah Thayyibah

    Ada satu kalimat yang paling membekas bagi saya, yaitu “kamu tidak harus baik-baik saja kalau kenyataannya tidak begitu.” Kalimat itu sederhana, tetapi setelah membaca keseluruhan cerita, saya jadi memahami mengapa kalimat tersebut menjadi titik balik bagi tokoh Lena. Cerita ini juga mengingatkan bahwa seorang guru bisa memberikan dampak yang sangat besar, bahkan hanya dengan mau mendengarkan dan hadir untuk siswanya. Sebagai mahasiswa PGSD, saya merasa cerita ini menjadi pengingat bahwa membangun rasa aman di kelas sama pentingnya dengan menyampaikan materi. Terima kasih sudah menuliskan cerita yang begitu jujur dan semoga tulisan seperti ini semakin banyak dibaca agar lebih banyak orang sadar bahwa perundungan bukan hal yang bisa dianggap sepele.

  23. Avatar Ai Melda Sabila Rizki
    Ai Melda Sabila Rizki

    Cerita ini sangat kuat dalam menggambarkan dampak perundungan terhadap kondisi emosional anak serta pentingnya peran guru sebagai pendamping. Penggambaran tokoh Lena dan Bu Neneng terasa nyata sehingga pesan tentang empati dan kepedulian mudah diterima pembaca. Namun, perubahan sikap Ajeng masih dapat dikembangkan agar penyelesaian konflik terasa lebih mendalam. Secara keseluruhan, cerita ini memiliki pesan yang baik tentang keberanian untuk bercerita, penyembuhan diri, dan peran guru dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman.

  24. Avatar Muhammad ziyyan el-faqih
    Muhammad ziyyan el-faqih

    Cerpen ini memiliki alur yang jelas dan mudah diikuti sehingga menarik untuk dibaca. Ide cerita yang diangkat juga cukup kreatif serta mampu menyampaikan pesan dengan baik. Akan lebih menarik jika penggambaran tokoh dan suasana dibuat sedikit lebih mendalam agar pembaca lebih merasakan jalan ceritanya. Penggunaan bahasa sudah baik dan mudah dipahami. Tetap semangat berkarya dan terus kembangkan kemampuan menulis agar menghasilkan cerpen yang semakin berkualitas.

  25. Avatar Nadhira Aprilia Dafita Zahrah
    Nadhira Aprilia Dafita Zahrah

    Secara keseluruhan, saya sangat menyukai cerita yang lena buat. Ceritanya mampu menarik perhatian pembaca sejak awal hingga akhir, dan pesan yang disampaikan terasa positif. Walaupun masih ada beberapa bagian yang bisa dikembangkan, hal tersebut tidak mengurangi kualitas cerita yang sudah kamu buat. Terus semangat menulis, karena dengan latihan yang konsisten saya yakin karya-karyamu akan menjadi semakin menarik dan menginspirasi banyak orang.

  26. Avatar Siti Alifa Wulandari
    Siti Alifa Wulandari

    Alur cerita juga mengalir dengan baik sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan jelas. Secara keseluruhan, karya ini sangat menarik untuk dibaca dan menunjukkan kemampuan penulis dalam mengolah tema kehilangan serta jejak luka yang tidak selalu tampak di permukaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *