
[Sumber gambar: Dokumentasi penulis]
Penulis: Asila Marsya Nur Fajri
Pertambahan
Kemarin aku ditanya
"Berapa satu tambah satu itu?"
Sudah aku bilang pada ibuku, aku tak tahu
Aku lugu tak menjawab,
Temanku menjawab ragu,
Sebelas katanya
Ibu guru menjelaskan pelan-pelan,
Ternyata yang benar itu dua.
Cita-cita
"Aku ingin jadi guru"
"Aku ingin jadi dokter"
"Aku ingin jadi polisi"
Dan aku belum tau akan jadi apa,
aku dengan cepat memikirkan sesuatu yang keren dibenak.
Kosong nyatanya,
ada satu, hanya hidup.
Abc
Aku masih terbata-bata dalam membaca,
"A, be, ce, de"
Kataku dengan jeda panjang setiap hurufnya.
Guruku menyayangiku,
Buktinya dia tidak marah saat mengajariku.
Ternyata dia bukan sayang, hanya sabar.
Menenangi
Disekolah aku menari riang bersama teman,
Tak ada lagi yang mengiringi
Hanya sorak sorak angin menemani.
Kudengar teriak sedih sedu dari temanku.
Musik bak berhenti, terganggu.
Ibu guru cepat-cepat menenangkan,
Katanya
"Mau ibu peluk sebentar biar lebih tenang?"
Nyatanya bersemayam 'kan dikenang.
Jam istirahat
Kulompatan kaki
Pada kotak-kotak digambar kapur,
Keringatku terus bercucuran di dahi.
Sepuluh ribu ku semayamkan pada saku,
Untuk nanti jajan kue bolu.
Bionarasi penulis
Halo, perkenalkan nama saya Asila Marsya Nur Fajri, mahasiswi aktif jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di IKIP Siliwangi. Saya memiliki ketertarikan dalam bidang pendidikan dasar serta berfokus pada pengembangan kemampuan diri sebagai calon pendidik. Bagi saya, pendidikan bukan hanya tentang memberikan materi, tetapi juga tentang membangun karakter, kreativitas, dan semangat belajar peserta didik.












Tinggalkan Balasan