
[Sumber gambar: Dokumentasi penulis]
Penulis: Yulia Herliani
2 Karya Heri Isnaini Menjadi Koleksi Perpustakaan SMK Profita Bandung
Buku menemukan makna baru ketika tidak hanya dibaca, tetapi juga diberi ruang untuk terus dibaca oleh orang lain. Hal itulah yang tergambar dalam penerimaan dua buku karya Heri Isnaini oleh Ibu Wiwin Sinta Juwita, S.Pd., guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn) sekaligus Kepala UPT Perpustakaan SMK Profita Bandung. Kedua buku tersebut akan menjadi bagian dari koleksi perpustakaan sekolah, membuka kesempatan bagi para siswa untuk berjumpa dengan gagasan, cerita, dan pengalaman yang tersimpan di dalamnya.
Bagi sebuah buku, perpustakaan merupakan ruang perjumpaan yang istimewa. Di sana, buku tidak berhenti sebagai milik penulis atau pembaca pertama, tetapi menjadi sumber pengetahuan yang dapat diakses oleh banyak orang. Setiap siswa yang mengambilnya dari rak memiliki kemungkinan untuk menemukan sesuatu yang berbeda. Sebuah cerita mungkin menghadirkan pengalaman yang dekat dengan kehidupan mereka, sedangkan sebuah puisi dapat membuka ruang perenungan tentang perasaan, ingatan, dan keberadaan manusia.
Penerimaan buku oleh perpustakaan sekolah juga memperlihatkan bahwa budaya literasi tumbuh melalui kerja bersama. Penulis menghadirkan karya, pengelola perpustakaan menyediakan ruang, dan siswa memperoleh kesempatan untuk membaca serta menafsirkan. Kelindan ketiganya membentuk ekosistem literasi yang tidak hanya bertumpu pada kewajiban membaca, tetapi juga pada tumbuhnya rasa ingin tahu dan kesediaan untuk menjelajahi dunia melalui bahasa.
Kehadiran dua buku karya Heri Isnaini di UPT Perpustakaan SMK Profita Bandung diharapkan dapat memperkaya pilihan bacaan sastra bagi siswa. Lebih dari sekadar penambahan koleksi, penerimaan ini menjadi ikhtiar kecil untuk mendekatkan karya sastra dengan kehidupan pendidikan. Sebab, perpustakaan yang hidup bukan hanya perpustakaan yang memiliki banyak buku, melainkan perpustakaan yang memungkinkan buku-bukunya menemukan pembaca.
Ketika sebuah buku menempati rak perpustakaan, sesungguhnya ia sedang menunggu perjumpaan berikutnya. Mungkin seorang siswa akan membacanya saat memiliki waktu luang, mungkin siswa lain menemukannya ketika sedang mencari jawaban atas pertanyaan hidupnya. Kita tidak pernah benar-benar mengetahui ke mana sebuah bacaan akan membawa seseorang. Namun, dari ruang-ruang sederhana seperti perpustakaan sekolah, kemungkinan itu terus dipelihara.
Terima kasih kepada Ibu Wiwin Sinta Juwita, S.Pd., dan UPT Perpustakaan SMK Profita Bandung atas penerimaan kedua buku tersebut. Semoga buku-buku ini tidak sekadar menjadi koleksi, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan membaca, berpikir, dan bertumbuh para siswa.












Tinggalkan Balasan