


[Sumber gambar: Dokumentasi penulis] Penulis: Yasmin Siti Nurfadilah Sebagai mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar, saya sering membayangkan bagaimana rasanya berdiri di depan kelas dengan langkah kecil yang penuh harapan. Membawa modul ajar yang pernah saya susun sendirian, membuka lembar demi lembar RPP yang dahulu dikerjakan hingga larut malam, sambil sesekali tersenyum mengingat betapa rumitnya asesmen […]

[Sumber gambar: Dokumentasi penulis] Penulis: Muhammad Willy Solihin “Belajar tidak harus selalu dilakukan dengan buku tebal dan tulisan panjang di papan tulis.” Teknologi dapat membuat pembelajaran di era digital saat ini lebih menarik, interaktif, dan menyenangkan. Pembelajaran visual yang penuh warna, gambar, video, dan animasi lebih mudah diakses oleh generasi anak sekolah dasar khusus nya […]

[Sumber gambar: Dokumentasi penulis] Penulis: Jusril Putra Waruwu Pernahkah kita melihat mata anak-anak berbinar saat menemukan sesuatu yang baru? Rasa kagum itu biasanya muncul bukan karena mereka mendengar penjelasan yang panjang, melainkan karena mereka melihat, menyentuh, dan mengalami sendiri sebuah peristiwa. Sayangnya, pengalaman belajar seperti ini belum sepenuhnya menjadi bagian dari pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam […]

[Sumber gambar: Dokumentasi penulis] Penulis: Feri Rahandra Pernahkah kita membayangkan bagaimana rasanya menjadi siswa sekolah dasar di era sekarang? Disatu sisi, mereka hidup ditengah perkembangan teknologi yang begitu cepat. Amak-anak sudah terbiasa menonton video interaktif, bermain game digital, hingga mencari imformasi hanya melalui sentuhan layer. Namun disisi lain, masih banyak proses pembelajaran disekolah yang […]

[Sumber gambar: Dokumentasi penulis] Penulis: Nisa Dwi Putri Saat duduk di bangku sekolah dasar, aku pernah menjadi siswa yang kurang menyukai pelajaran di kelas. Bagiku, belajar hanyalah kegiatan yang mendengarkan guru menjelaskan materi, mencatat tulisan di papan tulis, lalu mengerjakan tugas yang di perintah. Hampir setiap hari suasana belajar terasa sama sehingga aku sering merasa […]

[Sumber gambar: Dokumentasi penulis] Penulis: Silpa Nabila “Anak-anak, mana yang termasuk fakta dan mana yang opini?” Pertanyaan sederhana ini sering kali membuat suasana kelas mendadak sunyi. Sebagian siswa saling berpandangan, sebagian lagi menundukkan kepala, berharap tidak ditunjuk oleh guru. Bukan karena mereka tidak ingin belajar, tetapi karena membedakan fakta dan opini memang bukan perkara mudah […]

[Sumber gambar: instagram @persib] Penulis: Herman Priatna Di tengah dunia yang semakin individual, ada satu pemandangan yang selalu menarik untuk disaksikan ketika Persib juara: orang-orang yang tidak saling mengenal tiba-tiba berpelukan di jalan. Mereka bersorak, bernyanyi, tertawa, bahkan menangis bersama, seolah kemenangan itu adalah milik pribadi masing-masing. Padahal, mereka tidak bermain di lapangan. Mereka tidak […]

[Sumber gambar: Dokumentasi Syahla Fitria] Penulis: Heri Isnaini Tangan yang Luka dan Kedaulatan Tubuh: Membaca Een Bittere Justheid sebagai Narasi Trauma Perempuan Ada novel yang hanya dibaca sebagai cerita. Ada pula novel yang sejak sampulnya sudah mengirimkan luka kepada pembaca. Een Bittere Justheid: Kegetiran Perempuan Teraniaya karya Syahla Fitria termasuk jenis kedua. Bahkan sebelum halaman […]

[Sumber gambar: Dokumentasi pribadi] Penulis: Yulia Herliani Di sebuah sudut sederhana di Dusun Bojong, Desa Muara, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, berdiri sebuah warung kecil yang tidak mencolok, tetapi menyimpan cerita rasa dan ketekunan, Warung Seblak “Mamah Ilot”. Warung ini bukan sekadar tempat makan, melainkan ruang hidup yang merekam perjuangan seorang perempuan bernama Bu […]

[Sumber gambar: Infografik fase empathize] Penulis: Heri Isnaini Ada sesuatu yang sering luput dalam dunia pendidikan kita. Seringkali kita terlalu cepat menjawab, sebelum benar-benar mendengar. Kita terburu-buru menyusun RPP, menyiapkan media, bahkan menilai capaian, tanpa sempat bertanya dengan jujur, “Siapa sebenarnya yang sedang kita ajar?” Infografik tentang Fase Empathize itu sesungguhnya bukan sekadar alat bantu […]