


[Sumber belajar: google.com] Penulis: Heri Isnaini Bayangkan sebuah ruang kelas SD yang tidak lagi hanya berisi papan tulis dan buku cetak, tetapi juga dilengkapi dengan proyektor atau layar digital. Seorang guru sedang menampilkan video animasi tentang siklus air. Di layar terlihat awan bergerak, hujan turun, dan air mengalir kembali ke laut. Siswa-siswa memperhatikan dengan antusias, […]

[Sumber gambar: AI] Penulis: Heri Isnaini Kritik sastra dapat dimaknai sebagai upaya manusia membaca dirinya sendiri melalui teks. Ia tidak sekadar menilai, tetapi juga menafsir, menghubungkan, bahkan kadang meruntuhkan makna yang telah mapan. Dalam tradisi sastra, kritik berkembang bukan sebagai aktivitas tunggal, melainkan sebagai jaringan praktik intelektual yang dapat dipetakan dari berbagai sudut: objek yang […]

[Sumber gambar: AI] Penulis: Heri Isnaini Sejak lama, manusia menempatkan dirinya sebagai pusat semesta. Dalam kosmologi klasik hingga modern awal, manusia bukan sekadar penghuni dunia, melainkan penafsir utama realitas. Segala sesuatu (alam, waktu, bahkan Tuhan) ditafsirkan melalui kesadaran manusia. Cara pandang ini dikenal sebagai antroposentrisme, yakni keyakinan bahwa manusia adalah ukuran segala sesuatu. Namun, dalam […]

[Sumber gambar: AI] Penulis: Heri Isnaini Ada yang selalu bergerak setiap akhir Ramadan di negeri ini bukan hanya kendaraan di jalanan, tetapi juga kenangan di dalam dada. Orang-orang berbondong pulang, menempuh jarak yang tidak selalu dekat, seolah ada sesuatu yang memanggil lebih kuat dari sekadar kewajiban sosial. Kita menyebutnya Lebaran. Tapi barangkali, yang sedang kita […]

[Sumber gambar: AI] Penulis: Heri Isnaini Refleksi Idulfitri yang Sunyi: Memaknai Kata Pulang ke Diri di Hari Lebaran Barangkali tidak semua orang merayakan Idulfitri dengan pulang. Ada yang justru memilih duduk di tepi danau, membiarkan waktu lewat tanpa perlu diberi nama. Di sana, jauh dari suara takbir dan riuh pertemuan, Lebaran berubah menjadi sesuatu yang […]

[Sumber gambar: AI] Penulis: Heri Isnaini Idulfitri datang bukan hanya sebagai penanda waktu, melainkan sebagai panggilan yang samar, “Pulang.” Namun, semakin saya mencoba memahami kata itu, semakin ia terasa menjauh. Pulang tidak lagi sekadar kembali ke rumah atau bertemu keluarga, tetapi menjadi semacam perjumpaan yang ganjil, antara diri yang sekarang dengan diri yang pernah kita […]

[Sumber gambar: AI] Penulis: Heri Isnaini Pagi itu, kelas belum benar-benar dimulai, tetapi kehidupan di dalamnya sudah berjalan. Beberapa mahasiswa duduk dengan tubuh condong ke depan, bukan karena antusias pada pelajaran, melainkan karena layar kecil di genggaman mereka. Jari-jari bergerak cepat, menggulir sesuatu yang tak pernah benar-benar selesai. Di sudut lain, ada yang membuka laptop, […]

[Sumber gambari: AI] Penulis: Heri Isnaini Suatu malam saya mencoba sesuatu yang agak aneh. Saya meminta sebuah mesin menuliskan puisi tentang hujan. Beberapa detik kemudian, puisi itu muncul. Kalimatnya rapi. Imajinya juga cukup indah. Ada langit yang muram. Ada jalanan yang basah. Ada seseorang yang berjalan sendirian di bawah payung. Saya membacanya pelan-pelan. Tidak ada […]

[Sumber gambar: AI] Penulis: Heri Isnaini Bulan Ramadan selalu datang dengan cara yang berbeda dari bulan-bulan lainnya. Ia tidak hanya mengubah apa yang kita makan dan kapan kita makan, tetapi juga mengubah cara kita merasakan waktu. Tiba-tiba saja pagi terasa lebih hening, siang menjadi lebih panjang, senja lebih penuh harap, dan malam seperti memiliki kedalaman […]

[Sumber gambar: AI] Penulis: Heri Isnaini Di kota yang dahulu bernama Batavia, cerita sering lahir dari lorong-lorong sunyi, dari rumah-rumah besar yang dindingnya menyimpan bisik masa lalu. Salah satu cerita itu adalah kisah Nyai Dasima, perempuan yang namanya seperti gema yang tidak pernah benar-benar hilang dari ingatan kota. Kita mengenalnya dari sebuah cerita lama berjudul […]