Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

Bangku Kosong di Sebelahku

[Sumber gambar: Dokumentasi penulis]

Penulis: Nazwa Aulia Destiyanti

Bangku Kosong di Sebelahku

Bel masuk baru saja berbunyi ketika Aleya berlari kecil menuju kelasnya. Napasnya sedikit terengah karena pagi itu dia hampir terlambat. Sesampainya di depan kelas, dia segera melangkah masuk dan menuju bangkunya yang berada di baris dekat jendela. Namun langkahnya terhenti, bangku disebelahnya ternyata kosong. Aleya mengejutkan dahinya biasanya bangku itu ditempati oleh sahabatnya yang bernama Zara.

Setiap pagi Zara selalu datang lebih awal, dia suka menata buku-bukunya dengan rapih lalu menyapa Aleya dengan senyum lebar. โ€œPagi Leya! Aku bawa cemilan nih, nanti kita makan pas istirahat yaโ€. Atau kadang Zara langsung bercerita tentang hal-hal kecil yang membuatnya bersemangat, seperti tanaman bunga di rumahnya yang sudah mulai mekar atau bercerita tentang film yang dia tonton semalam. Tapi pagi itu, bangku itu kosong. Aleya duduk perlahan sambil sesekali menoleh ke arah pintu kelas, Aleya yakin bahwa Zara hanya terlambat masuk kelas.

Namun, sampai Bu Gita masuk dan pembelajaran dimulai Zara belum juga datang. Setelah semua murid tenang, Bu Gita berkata โ€œAnak-anak, Zara tidak bisa masuk sekolah untuk beberapa hari kedepan karena ayahnya sedang dirawat di rumah sakit, jadi Zara harus menemani ibunyaโ€. Suasana kelas pun mendadak menjadi sunyi, Aleya menundukkan kepalanya dan menatap meja. Ia tau Zara pasti sangat sedih, sejak saat itu suasana kelas terasa berbeda bagi Aleya. Saat pelajaran Matematika, Aleya beberapa kali ingin bertanya kepada Zara tentang cara mengerjakan soalnya. Biasanya Zara selalu cepat mengerti dan menjelaskan ulang kepada Aleya dengan sabar, kini di sebelahnya hanya ada bangku kosong.

Saat istirahat, Aleya duduk sendiri di kelas. Dia membuka bekalnya tetapi tidak bersemangat saat akan memakannya, biasanya Zara selalu menukar sebagian lauk miliknya dengan lauk milik Aleya. Tiba-tiba Tania dan Fathan menghampirinya โ€œKamu kepikiran Zara ya?โ€ tanya Tania. Aleya pun mengangguk โ€œRasanya aneh banget, kelas jadi sepiโ€. Fathan lalu berkata โ€œKalau begitu ayo kita kasih semangat buat dia, kita bikin sesuatu yang spesialโ€. Sepulang sekolah mereka berkumpul di perpustakaan, Aleya membawa karton berwarna putih, mereka menuliskan pesan-pesan penyemangat, menggambar bunga, hati, dan bintang di sekelilingnya. Di bagian tengah, Aleya menuKamudengan huruf besar : BANGKU KOSONG DI SEBELAHKU SEDANG MENUNGGUMU KEMBALI, di bawah tulisan itu dia menambahkan โ€œCepat kembali Zara, kelas ini terasa kurang tanpa ceritamuโ€.

Keesokan harinya Bu Gita memotret poster itu dan mengirimkannya kepada Zara. Malamnya ponsel Aleya berbunyi, ada pesan masuk dari Zara โ€œTerimakasih, Leya. Aku sampai nangis baca poster dari kalian, ayahku sekarang sudah mulai membaik, semoga aku bisa secepatnya masuk sekolah lagiโ€. Aleya yang melihat pesan itu pun merasa lega. Dua hari kemudian, saat pelajaran IPA berlangsung pintu kelas ada yang mengetuk, semua murid pun menoleh ke arah pintu. Zara berdiri di depan pintu bersama dengan Bu Gita, wajahnya tampak cerah lalu ia berkata โ€œAyahku sudah pulang dari rumah sakitโ€. Semua murid pun merasa senang akan hal itu terutama Aleya yang langsung tersenyum lebar saat Zara duduk kembali di bangku sebelahnya. โ€œAkhirnya bangkunya terisi lagiโ€ bisik Aleya, Zara pun berkata โ€œ Memangnya selama ini bangkunya keliatan kosong banget, ya?โ€, โ€œBangetโ€ balas Aleya. Hari itu Aleya sadar bahwa sebuah bangku kosong bisa mengajarkan sesuatu yang sederhana tetapi penting. Bahwa kehadiran seorang sahabat sering kali terasa biasa saat dia ada, tetapi sangat berarti ketika dia tidak berada di sisi kita.

Bionarasi Penulis

Hallo, saya Nazwa Aulia Destiyanti, saya mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar di IKIP Siliwangi. Saya percaya bahwa guru yang baik bukan hanya menyampaikan pelajaran, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar dan rasa percaya diri pada setiap anak.


Eksplorasi konten lain dari Literatura Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Categories:

12 tanggapan untuk “Bangku Kosong di Sebelahku”

  1. Avatar Hasri Yulfianisa
    Hasri Yulfianisa

    Yang paling berkesan bagi saya bukan sekadar bangku yang kosong, tetapi bagaimana penulis menjadikannya sebagai simbol rasa kehilangan seorang sahabat di lingkungan sekolah. Sikap Aleya dan teman-temannya yang memilih membuat kartu berisi pesan penyemangat menunjukkan bahwa perhatian kecil sering kali memiliki arti yang besar bagi seseorang yang sedang menghadapi masa sulit. Cerita ini juga mengingatkan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar pelajaran, tetapi juga tempat tumbuhnya empati, kepedulian, dan kebersamaan antarteman. Alur yang sederhana justru membuat pesan tersebut terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa sekolah dasar. Semoga penulis terus menghadirkan cerita-cerita yang mengangkat nilai persahabatan dan kepedulian seperti ini karena sangat relevan untuk menumbuhkan karakter positif pada pembacanya.

    1. Avatar Tisa Febriani
      Tisa Febriani

      Pembawaan cerita penulis terasa sangat personal, membuat saya dengan mudah ikut larut dalam ruang rindu atau kehilangan yang digambarkan,alur dengan emosional yang mendalam seperti ini selalu berhasil menyentuh hati karena terasa sangat dekat dengan kehidupan,Cerita ini juga mengingatkan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar pelajaran, tetapi juga tempat tumbuhnya empati, kepedulian, dan kebersamaan, semoga dari cerita ini penulis bisa melanjutkan karyanya yang lebih menarik dan semoga penulis senantiasa sehat.

  2. Avatar Eni Anjani
    Eni Anjani

    Cerita ini sukses menggambarkan kedalaman kehilangan dan arti dari persahabatan dengan cara yang sangat menyentuh. Penulis berhasil menciptakan suasana emosional melalui bahasa yang sederhana namun bermakna. Pesan mengenai pentingnya menghargai keberadaan orang-orang di sekitar kita tersampaikan dengan sangat baik. Sebagai saran, menambahkan sedikit latar belakang karakter dapat membantu pembaca lebih memahami hubungan yang terbentuk dalam cerita. Secara keseluruhan, karya ini sangat memotivasi dan memberikan pelajaran yang sangat berharga.

  3. Avatar rimaanuri
    rimaanuri

    cerita ini sangat bagus dan sangat emosional, sehingga pembaca sangat nyaman membacanya, banyak arti di dalam cerita ini yang sangat bagus dan mendalam

  4. Avatar Niha Soliha
    Niha Soliha

    Cerita Bangku Kosong di Sebelahku ini memiliki alur yang menarik dan mampu menyampaikan nilai persahabatan, empati, serta kepedulian antarteman dengan sangat baik. Bahasa yang digunakan sederhana sehingga mudah dipahami.

  5. Avatar Sifa
    Sifa

    Menurut saya, cerpen Bangku Kosong di Sebelahku mampu menyampaikan perasaan kehilangan dan kerinduan dengan cara yang sederhana, tetapi tetap menyentuh hati pembaca. Alur ceritanya membuat kita sadar bahwa kehadiran seseorang sering kali baru benar-benar terasa ketika ia sudah tidak ada di sekitar kita. Nilai empati, persahabatan, dan menghargai kebersamaan yang terkandung dalam cerita ini juga sangat baik untuk ditanamkan kepada peserta didik. Melalui media digital, karya seperti ini dapat menjadi sumber literasi yang menarik sekaligus membantu pembaca memahami makna hubungan antarsesama. Saya merasa cerpen ini memberikan pesan bahwa setiap momen bersama orang-orang terdekat merupakan hal yang patut disyukuri dan dijaga.

  6. Avatar Asri Nuraeni
    Asri Nuraeni

    Cerpen ini mengangkat tema persahabatan, empati, dan kepedulian dengan alur yang runtut dan menyentuh. Bahasanya sederhana sehingga mudah dipahami oleh siswa SD. Pesan moralnya jelas, yaitu mengajarkan pentingnya menghargai kehadiran sahabat, saling memberi dukungan saat menghadapi kesulitan, dan menunjukkan rasa peduli kepada orang lain.

  7. Avatar Hana Ghina Hanifah
    Hana Ghina Hanifah

    Cerita “Bangku Kosong di Sebelahku” ini adalah sebuah prosa fiksi pendek yang sangat berhasil. Ia tidak membutuhkan konflik yang meledak-ledak atau antagonis yang jahat untuk menjadi menarik. Kekuatannya justru lahir dari kejujuran rasa, kesetiaan seorang sahabat, dan kesadaran bahwa hal-hal paling berharga dalam hidup sering kali baru kita sadari maknanya justru saat hal itu tidak ada di dekat kita. Sebuah karya yang sangat menyentuh hati

  8. Avatar Anisa Adelia
    Anisa Adelia

    Menurut saya, cerita ini sederhana tetapi maknanya terasa. Saya jadi lebih menghargai kehadiran seorang sahabat yang sering kali baru disadari ketika tidak ada. Semoga terus semangat menghasilkan tulisan yang penuh makna.

  9. Avatar Nadhira Aprilia Dafita Zahrah
    Nadhira Aprilia Dafita Zahrah

    Menurut saya sebuah cerpen yang baik, Alur yang sederhana justru membuat pesan tersebut terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa sekolah dasar. Dan cerita ini juga sekolah nya juga mengingat kan tumbuh pada rasa empati.

  10. Avatar Dikdik
    Dikdik

    Menurut saya, cerpen ini berhasil menyampaikan makna tentang persahabatan, kehilangan, dan pentingnya menghargai kebersamaan dengan cara yang sederhana, tetapi tetap menyentuh. Alur ceritanya membuat pembaca menyadari bahwa kehadiran seseorang sering kali baru benar-benar terasa saat ia tidak lagi ada di dekat kita. Cerita ini juga memberikan pesan positif tentang empati dan rasa syukur, sehingga layak dijadikan bacaan yang menginspirasi.

  11. Avatar Nazwa R
    Nazwa R

    Saya mengapresiasi usaha penulis dalam menyelesaikan cerita ini dengan baik. Alur cerita sudah cukup jelas dan mudah diikuti dari awal hingga akhir. Akan lebih baik jika setiap bagian diberi transisi yang lebih halus agar cerita terasa semakin mengalir. Pengembangan latar dan karakter juga dapat ditingkatkan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih mendalam. Semoga penulis terus berkarya dan menghasilkan cerita-cerita yang semakin inspiratif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *