Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

“Bawa Saja Aku”

Pembaca Puisi: Revalina Khamied


Bawa Saja Aku

bawa saja aku, teriakmu pagi itu [ketika]
hujan tumpah di kebun belakang
kita sedang berduaan
melayangkan pandang dari sebalik pagar
basah kuyup: hujan seperti mengamuk

bawa saja aku, teriakmu kembali [ketika]
angin menusuki tulang-tulang tuaku
kau genggam erat tangan keriputku
seraya terkenang tulang-tulang rusukku
yang hilang: entah di mana!

2015

Eksplorasi konten lain dari Literatura Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Categories:

2 tanggapan untuk ““Bawa Saja Aku””

  1. Avatar Mutia
    Mutia

    Keren Mbak Bapak

  2. Avatar Rimba
    Rimba

    Keren, bawa aku, pasrah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *