Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

Analisis Cerpen  Pasar Malam oleh Buya Hamka Dengan Menggunakan Pendekatan Kritik  Mimetik

[Sumber gambar: Febri/detikHOT]

Penulis: Jelwita Waruwu

Cerpen “Pasar Malam” karya Buya Hamka merupakan salah satu karya sastra yang memberikan gambaran realitas kehidupan masyarakat kecil dan sederhana namun memiliki makna yang sangat mendalam. Cerpen ini terdapat dalam antologi “ Di Dalam Lembah Kehidupan”, sekumpulan cerpen yang mengangkat tema penderitaan, kesedihan, dan kesengsaraan manusia di sehari-harinya. Penulis tidak hanya menceritakan tentang hiburan malam saja, tetapi lebih menyoroti nasib orang-orang yang tersebunyi di balik keramaian.

Pasar malam merupakan tempat jual-beli yang beroperasi pada malam hari, biasa berada di lapangan, halaman, atau jalanan terbuka. Pasar malam mengisahkan situasi dan suasana keramaian masyarakat yang berduyun-duyun menuju pasar malam dengan berpakaian baru dan wajah yang bahagia. Pasar malam dapat dipahami gambaran kualitas kehidupan, satu sisi menggambarkan kegembiraan, hiburan, dan kemewahan, di sisi lain kemelaratan, penderitaan, pengemis, dan keterabaikan.

Cerpen ini mengambarkan sesuatu hal yang nyata di lingkungan bermasyarakat. Cerpen ini dapat menggunakan pendekatan mimetik yang merupakan sastra sebagai suatu cerminan atau gambaran yang nyata dan realitas dengan kehidupan nyata di masyarakat. Menurut Astuti (2025)  Teori mimetik menekankan hubungan dialektis antara karya sastra dengan realitas historis dan sosial. Menurut (Rahayu, 2014) dalam Tussaadah (2020 ) kritik mimetik (mimetic criticism) adalah kritik yang memandang karya karya sastra sebagai tiruan aspek-aspek alam, percerminan atau penggambaran dunia dan kehidupan.

Metode kritik mimetik menganggap karya sastra menggambarkan atau meniru kehidupan masyarakat nyata. Dalam cerpen “Pasar Malam”, Hamka seolah-olah menunjukkan bahwa dia menulis tentang kondisi masyarakat Minang saat ini, terutama tentang nilai dan gaya hidup yang mulai berubah. Penulis juga menunjukkan kualitas kehidupan euforia kelas atas yang berpakaian indah menuju pasar malam yang berbenturan dengan kematian Wongso, yang jenazahnya bahkan dihalangi oleh arak-arakan pesta saat dibawa ke pemakaman. Hamka menggunakan cerita sederhana untuk mengkritik ketidakpekaan sosial, seperti ketika dokter menolak datang malam karena sibuk berpelesir, menunjukkan bahwa hiburan lebih penting daripada kemanusiaan. Metode mimetik ini membuat cerpen menarik karena menunjukkan masyarakat yang mengabaikan orang miskin.

Kemiskinan terus menerus sangat berdampak buruk bagi masyarakat kelas bawah, lingkungan masyarakat sosial saat ini banyak yang tidak memiliki rasa iba terutama pada masyarakat miskin yang serba kekurangan. Sejalan dengan cerita pasar malam pada saat Engkuh menelepon Dokter untuk meminta bantuan agar mengobati Pak Wongso yang sedang sakit parah. Saat Engkuh menjelaskan dimana rumah Pak Wongso Dokter langsung menolak untuk datang dengan berkata “ besok saja “ dari cerita ini menggambarkan bahwa di saat ini juga masyarakat yang dalam keadaan tidak mampu sering dipandang sebelah mata bahkan ada yang tidak mau menganggapnya ada.

Kemiskinan yang terus menerus sangat berdampak buruk bagi masyarakat kelas bawah, lingkungan masyarakat sosial saat ini banyak yang tidak memiliki rasa iba terutama pada masyarakat miskin yang serba kekurangan. Kasus kemiskinan struktural di Indonesia saat ini, seperti tingkat kemiskinan 8,25% dan rasio gini 0,363 pada 2025, mencerminkan kontras serupa di “Pasar Malam” banyak keluarga miskin kesulitan akses kesehatan dasar sementara kelas menengah menikmati hiburan mewah seperti festival musik atau mal modern. Contohnya, laporan penurunan kemiskinan yang dilaporkan kepala daerah kepada Presiden Prabowo masih menyisakan ketimpangan, di mana pekerja informal seperti kuli Wongso rentan mati kelaparan akibat biaya medis tinggi, mirip penolakan dokter dalam cerpen.

Tokoh-tokoh dari cerpen ini memperlihatkan cara hidup yang spontan, menikmati hiburan tanpa memikirkan sesamanya rasa tolong menolong tidak ada dalam diri mereka hanya karena bukan orang yang berkeadaan. Melalui cerpen ini, penulis menggambarkan perubahan nilai budaya yang dipengaruhi oleh perubahan zaman atau modernisasi. Sama halnya juga dengan lingkungan masyarakat pada saat ini yang menormalisasikan sesuatu hal  tidak sewajarnya dianggap normal di lingkungan masyarakat.

Orang-orang yang mengikuti prinsip agama digambarkan dengan tenang dan berkuasa, sementara orang-orang yang mengikuti gaya hidup hedonis terlihat gelisah dan rapuh. Pembaca dapat menyadari dengan pendekatan mimetik bahwa kehidupan masyarakat akan lebih stabil jika agama diterapkan dalam sikap daripada hanya dalam ucapan. Pembaca diminta untuk mempertimbangkan apakah kehidupan mereka sejalan dengan ajaran agama dalam cerpen ini.

Pada akhirnya, cerpen Pasar Malam dapat dilihat sebagai kritik moral terhadap masyarakat yang tergoda oleh hiburan dan kemewahan dan mulai melupakan nilai-nilai adat dan agama. Pendekatan mimetik Hamka menunjukkan bahwa kehidupan yang hanya berfokus pada pasar malam dan hiburan akan menghancurkan karakter dan iman. Cerpen ini menjadi cermin yang mengajak orang untuk mempertimbangkan gaya hidup mereka, memprioritaskan prinsip agama dan moral, dan menolak budaya yang hanya mengutamakan hura-hara tanpa makna.

Bionarasi Penulis

Jelwita Waruwu lahir pada tanggal 5 Juli 2005 di Nias. Ia saat ini adalah mahasiswa semester 6 di IKIP Siliwangi. Di tengah kesibukan akademiknya, kecintaannya pada dunia literasi mendorongnya untuk terus berkarya dan berkembang. Ia terus mengembangkan kemampuannya dalam merangkai kata untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat yang belajar membaca. Jejak langkahnya dalam pendidikan dan kepenulisan dapat ditemukan dalam biografi ini.


Eksplorasi konten lain dari Literatura Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Categories:

18 tanggapan untuk “Analisis Cerpen  Pasar Malam oleh Buya Hamka Dengan Menggunakan Pendekatan Kritik  Mimetik”

  1. Avatar ardhitya akbhar
    ardhitya akbhar

    Menarikk, bedah cerpen Buya Hamka dengan pendekatan mimetik ini perspektif yang segar. Membaca ulasan ini, saya jadi kepikiran: apakah penggambaran ‘pasar malam’ dalam cerpen ini bersifat universal atau sangat terikat dengan latar budaya Minangkabau/lokal saat itu saja? Menurut saya, akan menarik kalau aspek ‘kelokalan’ tersebut dibandingan dengan realitas sosial sekarang. kerennn…

  2. Avatar Selfi Novita Mariam
    Selfi Novita Mariam

    Artikel ini sangat menarik karena memfasilitasi pembaca untuk mengeksplorasi cerpen Pasar Malam dari perspektif yang lain. Uraian yang disajikan memungkinkan pembaca untuk menyadari bahwa kejadian-kejadian dalam cerpen tersebut berkaitan erat dengan realitas yang ada dalam masyarakat. Diskusinya juga jelas dan menunjukkan bahwa sastra mampu mencerminkan berbagai situasi sosial yang ada di sekitar kita. Melalui artikel ini, saya semakin memahami arti yang ada di dalam cerpen Pasar Malam karya Buya Hamka.

  3. Avatar Puja Sri Rahayu

    Pembahasan ini menyajikan sudut pandang yang menarik karena menunjukkan bahwa cerpen Pasar Malam merefleksikan kehidupan masyarakat melalui pendekatan kritik mimetik. Ulasan tersebut membuat pembaca memahami bahwa karya sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi gambaran berbagai realitas sosial. Selain itu, pembahasan ini membantu pembaca melihat bahwa setiap peristiwa dan tokoh dalam cerpen memiliki keterkaitan dengan kondisi kehidupan yang nyata.

  4. Avatar Suci Barkah
    Suci Barkah

    Menurut saya, kritik sastra ini sudah cukup baik karena berhasil menghubungkan isi cerpen dengan kondisi sosial yang masih relevan hingga saat ini, terutama mengenai kemiskinan dan kurangnya kepedulian masyarakat. Namun, pembahasannya masih terlalu banyak menceritakan isi cerpen sehingga analisis kritisnya kurang menonjol. Akan lebih baik jika penulis lebih fokus pada pembahasan pendekatan mimetik dan memberikan analisis yang lebih mendalam agar kritik yang disampaikan lebih kuat dan meyakinkan.

  5. Avatar ulfiatussalwa
    ulfiatussalwa

    Menurut saya, artikel ini menarik karena berhasil menunjukkan bahwa cerpen
    karya Buya Hamka sangat dekat dengan kehidupan nyata. Melalui pendekatan kritik mimetik, penulis menjelaskan bagaimana suasana pasar malam, perilaku tokoh, dan nilai-nilai sosial dalam cerita mencerminkan kondisi masyarakat. Penyampaiannya juga mudah dipahami sehingga pembaca dapat melihat bahwa karya sastra tidak hanya menghibur, tetapi juga merefleksikan kehidupan sehari-hari.

  6. Avatar Muhammad Septian
    Muhammad Septian

    Ulasannya menarik banget, jujur. Penulis dapet banget poin mimetiknya waktu ngehubungin kontrasnya kemewahan pasar malam sama kemiskinan tokoh Wongso ke realitas sosial kita sekarang, bahkan sampe bawa data rasio gini segala. Tapi kalau boleh kasih masukan dari sudut pandang kritik sastra, analisisnya kerasa agak terlalu melebar ke sosiologi atau kritik sosial secara umum.

  7. Avatar Dio Armando
    Dio Armando

    Tulisan ini membuat cerpen Pasar Malam terasa lebih hidup karena dikaitkan dengan realitas yang ada di masyarakat. Penjelasannya juga mudah dipahami, sehingga pembaca bisa mengikuti pembahasan tanpa merasa kesulitan. Saya jadi semakin sadar bahwa karya sastra dapat menjadi cerminan kehidupan sehari-hari. Ulasan seperti ini membuat saya lebih tertarik untuk membaca kembali karya-karya Buya Hamka dari sudut pandang yang berbeda. Terima kasih sudah menyajikan pembahasan yang menarik dan menambah wawasan.

  8. Avatar Annisa Al Dhira Jahra
    Annisa Al Dhira Jahra

    Menurut saya, Tulisan tersebut menerapkan pendekatan mimetik dengan baik melalui pembahasan yang menghubungkan isi cerpen dengan realitas sosial. Analisisnya menunjukkan bahwa karya sastra dapat merefleksikan kehidupan masyarakat sekaligus menyampaikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Selain itu, penyajiannya yang runtut dan mudah dipahami membantu pembaca memahami isi cerpen dengan lebih baik.

  9. Avatar Aprillya Nurizki

    Artikel ini sudah sangat baik karena mampu menghubungkan cerpen Pasar Malam dengan realitas sosial masyarakat melalui pendekatan mimetik. Analisis yang disajikan juga cukup jelas dan didukung contoh-contoh yang relevan, sehingga pembaca dapat memahami kritik sosial yang ingin disampaikan Buya Hamka tentang kemiskinan, ketimpangan, dan pentingnya nilai moral dalam kehidupan.

  10. Avatar Lusi Nur Triani
    Lusi Nur Triani

    Artikel ini sangat menarik karena mampu menunjukkan hubungan antara cerpen Pasar Malam dan realitas kehidupan masyarakat. Analisisnya membantu pembaca memahami nilai sosial dan pesan kemanusiaan dalam karya Buya Hamka.

  11. Avatar Emi Mutiara

    Menurut saya, judul “Pasar Malam” oleh Buya Hamka sangat menarik karena langsung membangkitkan suasana hidup, keramaian, dan potensi konflik sosial yang cocok dianalisis lewat pendekatan kritik mimetik.

  12. Avatar Bambang Hartanto
    Bambang Hartanto

    Artikel ini telah menguraikan cerpen “Pasar Malam” karya Buya Hamka dengan menggunakan pendekatan kritik mimetik secara jelas dan sistematis. Penulis berhasil menunjukkan bahwa isi cerpen merupakan cerminan realitas kehidupan masyarakat, terutama mengenai kesenjangan sosial, kemiskinan, dan perjuangan hidup. Namun, analisis akan lebih kuat apabila disertai kutipan-kutipan penting dari cerpen sebagai bukti pendukung sehingga pembaca dapat memahami hubungan antara teori mimetik dan isi karya secara lebih mendalam. Secara keseluruhan, tulisan ini informatif dan relevan untuk membantu pembaca memahami penerapan pendekatan mimetik dalam analisis sastra. �
    Prosiding Online IKIP PGRI Bojonegoro + 1

  13. Avatar Ayu Lestari
    Ayu Lestari

    Pembahasannya enak diikuti dan fokusnya jelas. Hanya saja, mungkin akan lebih terlihat meyakinkan kalau beberapa bagian analisis didukung kutipan langsung dari cerpen, sehingga hubungan antara interpretasi dan teksnya terasa lebih kuat.

  14. Avatar Tia Latifah
    Tia Latifah

    Tulisan ini memberikan sudut pandang yang menarik tentang cerpen Di Dalam Lembah Kehidupan, khususnya cerpen “Pasar Malam”, melalui pendekatan mimetik. Penjelasannya membuat pembaca lebih mudah memahami bahwa cerpen ini bukan sekadar bercerita tentang keramaian pasar malam, tetapi juga menjadi kritik sosial terhadap ketimpangan dan menurunnya kepedulian antarsesama. Saya juga menyukai bagaimana penulis menghubungkan isi cerpen dengan kondisi masyarakat saat ini sehingga pembahasannya terasa relevan. Setelah membaca ulasan ini, saya jadi semakin tertarik untuk membaca karya-karya Buya Hamka, khususnya cerpen “Pasar Malam”. Terima kasih sudah menyajikan ulasan yang informatif, mudah dipahami, dan memberikan banyak bahan untuk direnungkan.

  15. Avatar Salwa Rachmadini

    Artikel “Analisis Cerpen Pasar Malam oleh Buya Hamka dengan Menggunakan Pendekatan Kritik Mimetik” mampu memperlihatkan bahwa cerpen Pasar Malam merupakan refleksi kehidupan masyarakat yang sarat dengan persoalan sosial, terutama mengenai kemiskinan, kesenjangan, dan perjuangan hidup. Melalui pendekatan mimetik, penulis berhasil mengaitkan peristiwa dalam cerpen dengan realitas yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari sehingga pesan sosial karya menjadi lebih mudah dipahami. Namun, pembahasannya masih cenderung berfokus pada hubungan antara cerita dan realitas, sementara analisis terhadap cara Buya Hamka membangun kritik sosial melalui karakter, konflik, dan gaya penceritaan belum diulas secara mendalam. Artikel ini juga akan lebih bernilai apabila memberikan interpretasi yang lebih kritis disertai kutipan-kutipan dari cerpen sebagai bukti analisis. Secara keseluruhan, tulisan tersebut telah memberikan gambaran yang baik mengenai pendekatan mimetik, tetapi masih dapat diperdalam agar pembaca memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif terhadap kekuatan sastra dan kritik sosial yang terkandung dalam cerpen tersebut.

  16. Avatar Moh Naufal Mufid
    Moh Naufal Mufid

    Tulisan ini memberikan pembahasan yang menarik mengenai cerpen Pasar Malam karya Buya Hamka melalui pendekatan kritik mimetik. Penulis berhasil menunjukkan bahwa peristiwa dan konflik dalam cerpen merupakan refleksi dari realitas kehidupan masyarakat, sehingga pembaca dapat memahami keterkaitan antara karya sastra dan kondisi sosial yang melatarbelakanginya. Analisis akan semakin kuat apabila disertai kutipan-kutipan penting dari cerpen untuk mendukung setiap interpretasi yang disampaikan. Secara keseluruhan, tulisan ini menambah pemahaman bahwa pendekatan mimetik dapat menjadi sarana untuk mengungkap nilai-nilai kehidupan yang direpresentasikan dalam sebuah karya sastra.

  17. Avatar Lela Nurlaela
    Lela Nurlaela

    “Analisis Cerpen Pasar Malam karya Buya Hamka dengan Menggunakan Pendekatan Kritik Mimetik” sudah tepat karena pendekatan mimetik berfokus pada hubungan antara karya sastra dan realitas kehidupan. Cerpen Pasar Malam tidak hanya menghadirkan alur cerita yang menarik, tetapi juga merefleksikan kondisi sosial, nilai-nilai budaya, dan kehidupan masyarakat pada masanya. Melalui pendekatan ini, pembaca dapat memahami bahwa karya sastra merupakan representasi dari realitas yang terjadi di lingkungan sosial. Namun, analisis akan lebih kuat apabila disertai pembahasan yang lebih rinci mengenai keterkaitan peristiwa dalam cerpen dengan kondisi sosial dan budaya yang melatarbelakanginya. Dengan demikian, kajian ini tidak hanya mengungkap makna cerita, tetapi juga menunjukkan fungsi sastra sebagai cerminan kehidupan masyarakat.

  18. Avatar Muhammad Wisnu Nugraha
    Muhammad Wisnu Nugraha

    Melalui pendekatan mimetik, cerpen Pasar Malam berhasil merefleksikan kehidupan masyarakat dengan menghadirkan gambaran tentang kesenjangan sosial, nilai moral, dan realitas kehidupan sehari-hari. Penggambaran tokoh serta latar terasa realistis sehingga pembaca dapat memahami kondisi sosial yang ingin disampaikan pengarang.

    Namun, penyampaian pesan moral dalam beberapa bagian terasa cukup langsung sehingga mengurangi ruang bagi pembaca untuk menafsirkan makna cerita secara lebih luas. Meskipun demikian, cerpen ini tetap memiliki nilai sastra yang kuat karena mampu menghubungkan karya sastra dengan realitas kehidupan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *