
[Sumber gambar: Dokumentasi gambar dari penulis]
Penulis: Teni Aisyah
Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia suatu bangsa. Melalui Pendidikan, individu tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mengembangkan keterampilan, karakter, serta kemampuan berfikir kritis yang dibutuhkan untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Seiring dengan perkembangan zaman, dunia Pendidikan mengalami perubahan yang sangat pesat, terutama dengan hadirnya teknologi digital yang mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Kondisi ini menghadirkan berbagai peluang sekaligus tantangan yang perlu diperhatikan oleh semua pihak yang terlibat dalam dunia Pendidikan.
Perkembangan teknologi digital saat ini telah mengubah cara manusia memperoleh dan mengakses informasi. Maka dari itu perkembangan teknologi di dunia Pendidikan bisa menjadi keuntungan dan tantangan tersendiri bagi guru dan peserta didik. Maraknya penggunaan AI (Artificial Intelegence) membuat tak sedikit peserta didik menjadi malas dalam belajar karna menganggap setiap tugas yang diberikan oleh guru bisa dikerjakan secara instan dengan menggunakan AI tanpa berusaha terlebih dahulu. Jika dulu peserta didik hanya mengandalkan buku Pelajaran dan penjelasan dari guru, kini peserta didik bisa mengaksesn informasi dari berbagai sumber melalui internet. Beragam platform pembelajaran daring, video edukasi, video pembelajaran interaktif, perpustakaan digital hingga aplikasi pembelajaran interaktif.
Kemudahan akses informasi tersebut bisa menjadi salah satu peluang besar dalam meningkatkan kualitas Pendidikan. Peserta didik dapat memperluas wawasan melalui berbagai sumber belajar yang lebih beragam. Guru juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan metode pembelajajaran kreatif dan menarik. Kegiatan pembelajaran menggunakan media interakrif, media digital, animasi dan permainan edukatif, dapat membantu peserta didik memahami materi dengan lebih mudah dan menyenangkan.
Namun, ketika penggunaan media digital disalahgunakan makanya akan berdampak negatif. Banyak peserta didik yang menggunakan gawai lebih banyak untuk hiburan seperti game online dibandingkan untuk belajar. Media sosial dan berbagai konten digital lainnya seringkali membuat peserta didik tidak fokus dan mengalihkan perhatian peserta didik dari kegiatan belajar. Akibatnya konsentrasi belajar menurun dan waktu yang seharusnya digunakan untuk mengembangkan kemampuan akademik menjadi berkurang.
Tantangan lain yang muncul adalah rendahnya kemampuan literasi digital. Literasi digital tidak hanya berarti mampu menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga kemapuan dalam memmilah informasi. Di jaman yang serba digital ini bayak beredar berita hoaks oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Sehingga ketika kemampuan literasinya rendah akan mudah percaya terhadap informasi yang beredar tidak mencari tahu terlebih dahulu apakah itu berita sesuai fakta atau hanya berita hoaks saja. Oleh karena itu, peserta didik perlu dibekali kemampuan berfikir kritis agar mampu menilai kebenaran suatu berita atau informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
Peran guru dalam menghadapi perubahan ini menjadi semakin penting, guru tidak lagi hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai fasilitator, pembimbing dan motivator dalam proses pembelajaran. Pada perkembangan digital ini kompetensi guru bisa lebih ditingkatkan dengan memanfaatkan teknologi secara optimal dalam kegiatan belajar mengajar. Penggunaan AI tidak selalu berdampak negatif, justru jika dipergunakan dengan bijak perkembangan AI akan menjadi alat bantu bagi para guru untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyampaiikan pembelajaran seingga peserta didik tidak mudah merasa bosan.
Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media interaktif seperti video pembelajaran menggunakan powtoon, Kahoot, dan lainnya, terbukti dapat meningkatkan minat peserta didik dalam belajar dan membuat peserta didik lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Teknologi memberikan platform untuk pembelajaran interaktif aplikasi melalui edukasi, simulasi, dan pembelajaran dalam bentuk permainan.
Di era perkembangan digital ini transformasi pendidika tentunya tidak dapat dicegah, seiring dengan perkembangan zaman metode-metode dalam menerapkan pembelajaran mulai bertransformasi dari hanya metode ceramah di kelas menjadi metode pembelajaran yang aktif dan interaktif, Dimana peserta didik terlibat langsung dalam pembelajaran. Peserta didik juga menjadi pusat pembelajaran sehingga tidak berfokus kepada guru (teacher sentered) melainkan (student centered). Bukan hanya peran guru dan peserta didik saja namun peran dan dukungan orang tua juga sangat diperlukan dalam menghadapi perkembangan digital. Orang tua perlu melakukan pendampingan terhadap penggunaan gawai dirumah agar anak dapat memanfaatkan teknologi secara positif. Pengawasan yang baik dapat membantu peserta didik menggunakan internet untuk mencari informasi, mengerjakan tugas, dan mengembangkan keterampilan yang bermanfaat. Kerja sama antara sekolah, keluarga, dan Masyarakat menjadi kunci keberhasilan Pendidikan di era digital. Dengan sinergi yang baik, teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, membentuk karakter peserta didik, serta mempersiapkan generasi yang mampu bersaing di masa depan tanpa kehilangan nilai-nilai moral dan etika.
Selain itu, pemerintah dan Lembaga Pendidikan juga memiliki tanggung jawab untuk menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung pembelajaran berbasis teknologi. Ketersediaan jaringan internet yang memadai, perangkat pembelajaran digital, serta pelatihan bagi guru perlu terus ditingkatkan agar transformasi Pendidikan dapat berjalan secara optimal. Tidak semua daerah memiliki akses teknologi yang sama, sehingga pemerataan fasilitas Pendidikan digital menjadi hal yang sangat penting dengan adanya dukungan yang merata, seluruh peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh Pendidikan berkualitas dan memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar yang efektif.
Pada akhirnya, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman dalam dunia pendidika, melainkan sebagai peluang besar untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, inovatif , kreatif yang sesuai dengann kebutuhan zaman. Namun tetap yang terpenting adalah bagaimana car akita menggunakan teknologi dengan bijak dan bertanggung jawab. Dengan kemampuan literasi yang baik, kemampuan berfikir kritis serta dukungan dari guru dan orang tua, peserta didik dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.











Tinggalkan Balasan