


[Sumber gambar: Az Quotes] Penulis: Heri Isnaini I. A. Richards adalah tokoh penting dalam kritik sastra modern dan salah satu pelopor Practical Criticism. Dalam bukunya Practical Criticism:A Study of Literary Judgement, ia menekankan bahwa puisi harus dianalisis secara dekat (close reading) tanpa terlebih dahulu bergantung pada biografi pengarang. Salah satu kontribusi pentingnya dalam kajian makna […]

[Sumber gambar: Gemini AI] Penulis: Heri Isnaini Bahasa bukan sekadar alat komunikasi. Ia adalah sistem tanda yang bekerja melalui relasi. Dalam kajian semantik (ilmu tentang makna), relasi makna antarkata menjadi fondasi penting. Dua di antaranya yang paling dikenal dalam pembelajaran bahasa adalah sinonim dan antonim. Namun, apakah benar sinonim itu “persamaan kata” dan antonim itu […]

[Sumber gambar: google.id] Penulis: Heri Isnaini Menjadi mahasiswa tanpa beasiswa adalah perjuangan yang nyata. Setiap biaya kuliah, setiap buku, setiap perjalanan ke kampus harus diperhitungkan dengan hati-hati. Ada teman yang menunda tesis dan disertasi karena biaya, ada yang menabung setahun hanya untuk membeli satu tiket pulang ke kampung halaman. Dan, saya pun pernah menunda beberapa […]

Kelindan yang Tak Selesai antara Pariwisata dan Sastra [Sumber gambar: google.com] Penulis: Heri Isnaini Saya selalu percaya bahwa kota bukan hanya kumpulan bangunan, melainkan kumpulan cerita. Sebuah destinasi wisata, pada dasarnya, adalah teks yang bisa dibaca. Jalan-jalan adalah paragrafnya, alun-alun adalah tanda bacanya, dan manusia yang lalu-lalang adalah metafora yang terus bergerak. Di titik inilah […]

[Sumber gambar: Gemini AI] Penulis: Amhar Ada satu hal yang belakangan saya sadari bahwa kenikmatan sering kali tidak lahir dari kelimpahan, melainkan dari keterbatasan. Bayangkan seseorang yang sangat menyukai durian. Ia menunggu musimnya, berburu ke pinggir jalan, memilih dengan hati-hati, lalu membuka kulitnya dengan harap-harap cemas. Ada degup kecil di dada sebelum daging buah itu […]

Nama saya Amhar, lahir di Jakarta 19 November 1985. Saya sangat suka membaca, baik itu artikel, berita, maupun cerpen. Selain itu, saya sedang belajar “menulis.” Saya tinggal di Ciasem, Kabupaten Subang, bersama istri tercinta Renita D.M (yang sebetulnya dia yang senang menulis dan bikin puisi) serta dua buah hati kami Ali dan Asma.

[Sumber gambar: https://ameera.republika.co.id/] Penulis: Heri Isnaini Ada nama yang sekadar orang sebut sebagai alamat. Tetapi ada nama yang bagi saya adalah rumah, adalah asal-usul, adalah denyut yang tidak pernah benar-benar pergi, “Subang”. Subang, bagi saya, bukan sekadar kabupaten di utara Jawa Barat. Saya lahir dan tumbuh di Ciasem, dan setiap kali menyebut “Subang”, ada sesuatu […]

[Sumber gambar: “Praying” karya Mihaela Ionescu] Penulis: Heri Isnaini Puasa dan puisi sama-sama dimulai dari kekosongan. Dalam puasa, tubuh dikosongkan dari makan dan minum. Dalam puisi, halaman dikosongkan dari kebisingan kata-kata yang tidak perlu. Keduanya bukan tindakan pasif, melainkan disiplin aktif. Ada niat, ada kesadaran, ada pilihan untuk tidak menuruti dorongan keserakahan. Puasa mengajarkan kita […]

[Sumber gambar: dok. Warner Bros. Pictures/Wuthering Heights] Penulis: Heri Isnaini Ada karya yang tidak pernah benar-benar selesai dibaca, karena ia terus hidup dalam tafsir. Wuthering Heights karya Emily Bronte adalah salah satunya. Terbit pada 1847, novel ini bukan sekadar kisah cinta tragis. Ia adalah badai tentang hasrat, kelas sosial, dendam, dan luka yang diwariskan lintas […]

[Sumber gambar: Wuthering Heights, Warner Bros] Penulis: Heri Isnaini Siang tadi, pukul 12.30, saya duduk di salah satu studio bioskop di Bandung Indah Plaza. Di sebelah, istri saya. Di layar, badai itu kembali hidup dalam versi terbaru Wuthering Heights. Saya masuk ke ruang gelap itu dengan ingatan samar tentang novel klasiknya, tetapi keluar dengan perasaan […]