


[Sumber gambar: Dokumentasi penulis] Penulis: Pitri Nurhayati Pendidikan merupakan proses penting dalam membentuk karakter dan kemampuan anak sejak usia dini. Dalam pembelajaran sekolah dasar, guru dituntut untuk mampu menciptakan suasana belajar yang menarik, nyaman, dan mudah dipahami oleh peserta didik. Inovasi pembelajaran sangat diperlukan agar anak-anak lebih aktif, semangat, dan tidak mudah bosan saat belajar. […]

[Sumber gambar: Dokumentasi penulis] Penulis: Muhamad Indra Juanda Dahulu saya berpikir bahwa inovasi itu haruslah sesuatu yang benar-benar baru. Ketika mendengar kata inovasi, yang terlintas di kepala sering kali adalah sebuah penemuan teknologi atau alat canggih yang belum pernah diciptakan manusia sebelumnya. Tetapi saya kemudian sadar bahwa inovasi tidaklah selalu merupakan hal baru, melainkan merupakan […]

[Sumber gambar: Dokumentasi penulis] Penulis: Karina Ananta Di tengah arus digitalisasi yang menawarkan informasi instan, dunia pendidikan menghadapi tantangan besar: memudarnya kedalaman berpikir. Fenomena skimming dan konsumsi informasi sepotong-sepotong telah mendangkalkan daya analisis siswa. Sebagai antitesis dari masalah tersebut, Inovasi Membaca Beruntun hadir bukan sekadar sebagai teknik literasi, melainkan sebagai metodologi untuk mempertajam nalar kritis […]

[Sumber gambar: Dokumentasi penulis] Penulis: Rista Anesti Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia. Melalui pendidikan, seseorang dapat memperoleh ilmu pengetahuan, keterampilan, dan pembentukan karakter. Dalam dunia pendidikan, guru memiliki peran penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang menarik dan efektif. Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, pembelajaran di sekolah dasar juga mengalami perubahan. […]

[Sumber gambar: Dokumentasi penulis] Penulis: Friza Anandita Putri Visi Generasi Emas untuk Indonesia mengharuskan sistem pendidikan nasional menghasilkan lulusan yang berkualitas, mampu bersaing secara global, dan memiliki karakter yang kuat. Salah satu hal mendasar untuk mencapai visi ini adalah kemampuan literasi yang baik sejak pendidikan dasar. Di era sekarang, literasi tidak hanya berarti kemampuan membaca […]

[Sumber gambar: Dokumentasi penulis] Penulis: Kamilia Zaneta Pernahkah kita melihat anak-anak bermain bersama di halaman rumah sambil tertawa dan saling mengejar? Dahulu, pemandangan seperti itu sangat mudah ditemukan. Anak-anak menghabiskan waktu dengan berbagai kaulinan barudak, seperti oray-orayan, ucing sumput, sondah, boy-boyan, dan permainan tradisional lainnya. Mereka bermain tanpa membutuhkan layar, tanpa koneksi internet, dan tanpa […]

[Sumber gambar: Dokumentasi penulis] Penulis: Samsiah Kalau kita cermati, selama ratusan tahun belakangan ini, pendidikan kita sesungguhnya berjalan dengan sebuah kebohongan terselubung. Sekolah-sekolah di mana pun beroperasi seolah-olah murid itu hanyalah sekumpulan otak yang ditopang oleh batang tubuh sebagai pajangan. Kurikulum sibuk memompa fakta, rumus, dan teori ke dalam kepala, sementara fisik si murid direduksi […]

[Sumber gambar: Dokumentasi penulis] Penulis: Desi Nurlela Membaca sering kali dianggap sebagai kegiatan sederhana. Siswa duduk, membuka buku, membaca beberapa halaman, lalu menutupnya kembali. Namun, benarkah literasi sesederhana itu? Tentu tidak. Literasi bukan hanya tentang seberapa lancar seorang anak membaca kata demi kata, tetapi juga tentang bagaimana ia memahami informasi, menemukan makna, berpikir kritis, dan […]

[Sumber gambar: Dokumentasi penulis] Penulis: Gisca Audia Ramadhani Apa yang biasanya kita lakukan ketika melihat botol plastik bekas, kardus, tutup botol, sedotan, atau koran lama? Sebagian besar dari kita mungkin akan langsung memasukkannya ke tempat sampah. Barang-barang tersebut dianggap sudah tidak berguna dan hanya memenuhi sudut rumah. Namun, bagaimana jika barang-barang yang dianggap sampah itu […]

[Sumber gambar: Dokumentasi penulis] Penulis: Rahayu Setianingsih Seiring perubahan zaman kini kita melihat perbedaan yang signifikan mengenai gaya atau teknik mengajar para guru 10 tahun ke belakang dibanding sekarang. Mengapa bisa demikian? 10 tahun yang lalu pembelajaran berfokus pada guru, metode yang dominan digunakan metode ceramah, guru menyiapkan materi siswa menerima, dan tanya jawab satu […]