


[Sumber gambar: AI] Penulis: Refi Murfianto Film merupakan tayangan audio-visual yang sangat umum bagi masyarakat Indonesia maupun dunia. Film sudah lumrah dianggap sebagai hiburan berupa tontonan yang digunakan untuk mengisi waktu luang masyarakat di sela-sela rutinitas harian. Masyarakat umumnya menikmati film hanya sebagai cerita yang disajikan berbentuk audio-visual saja. Pemahamannya hanya baru sebatas pada bagaimana […]

[Sumber gambar: AI] Penulis: Herman Priatna Sekolah Mengajarkan Banyak Hal, Tapi Apakah Siswa Benar-Benar Belajar Berpikir? Sekolah di Era Algoritma: Masih Mengajar, atau Sekadar Mengejar Kurikulum? Setiap pagi, jutaan siswa di Indonesia datang ke sekolah dengan seragam rapi, tas penuh buku, dan jadwal pelajaran yang padat. Mereka belajar bahasa, matematika, sains, teknologi, hingga seni. Mereka […]

[Sumber gambar: AI] Penulis: Heri Isnaini Pengembangan Media Berbasis Information, Communication, and Technology (ICT) Perkembangan teknologi digital dalam beberapa dekade terakhir telah mengubah lanskap komunikasi, pendidikan, dan produksi pengetahuan secara fundamental. Dalam konteks ini, pengembangan media berbasis Information, Communication, and Technology (ICT) menjadi sebuah keniscayaan, bukan sekadar pilihan. Media tidak lagi dipahami sebagai alat penyampai […]

[Sumber gambar: AI] Penulis: Herman Priatna Di tengah hiruk-pikuk perubahan kurikulum, metode pembelajaran, dan tuntutan capaian akademik, pendidikan kita sering kali terjebak pada hal-hal yang tampak di permukaan. Nilai ujian, kelulusan, hingga capaian kompetensi menjadi indikator utama keberhasilan. Namun, ada satu aspek penting yang justru kerap terabaikan: proses belajar yang bekerja di bawah sadar. Padahal, […]

[Sumber gambar: AI] Penulis: Heri Isnaini Ada satu lapisan yang sering luput ketika kita membaca R.A. Kartini. Ia bukan hanya penulis, tetapi juga teks yang terus ditulis ulang. Surat-suratnya, yang kemudian dihimpun dalam Habis Gelap Terbitlah Terang, tidak hadir kepada kita sebagai suara yang murni, melainkan sebagai suara yang telah melewati proses seleksi, penyuntingan, dan […]

[Sumber gambar: AI] Penulis: Heri Isnaini Dalam lanskap penulisan, esai menempati posisi yang unik sekaligus strategis. Ia tidak sepenuhnya tunduk pada kekakuan tulisan ilmiah, tetapi juga tidak larut dalam kebebasan mutlak sastra. Esai berdiri di persimpangan: memadukan ketajaman argumentasi dengan kedalaman refleksi personal. Di titik inilah esai menjadi bukan sekadar medium ekspresi, melainkan instrumen berpikir. […]

[Sumber belajar: google.com] Penulis: Heri Isnaini Bayangkan sebuah ruang kelas SD yang tidak lagi hanya berisi papan tulis dan buku cetak, tetapi juga dilengkapi dengan proyektor atau layar digital. Seorang guru sedang menampilkan video animasi tentang siklus air. Di layar terlihat awan bergerak, hujan turun, dan air mengalir kembali ke laut. Siswa-siswa memperhatikan dengan antusias, […]

[Sumber gambar: AI] Penulis: Heri Isnaini Kritik sastra dapat dimaknai sebagai upaya manusia membaca dirinya sendiri melalui teks. Ia tidak sekadar menilai, tetapi juga menafsir, menghubungkan, bahkan kadang meruntuhkan makna yang telah mapan. Dalam tradisi sastra, kritik berkembang bukan sebagai aktivitas tunggal, melainkan sebagai jaringan praktik intelektual yang dapat dipetakan dari berbagai sudut: objek yang […]

[Sumber gambar: AI] Penulis: Heri Isnaini Sejak lama, manusia menempatkan dirinya sebagai pusat semesta. Dalam kosmologi klasik hingga modern awal, manusia bukan sekadar penghuni dunia, melainkan penafsir utama realitas. Segala sesuatu (alam, waktu, bahkan Tuhan) ditafsirkan melalui kesadaran manusia. Cara pandang ini dikenal sebagai antroposentrisme, yakni keyakinan bahwa manusia adalah ukuran segala sesuatu. Namun, dalam […]

[Sumber gambar: AI] Penulis: Heri Isnaini Ada yang selalu bergerak setiap akhir Ramadan di negeri ini bukan hanya kendaraan di jalanan, tetapi juga kenangan di dalam dada. Orang-orang berbondong pulang, menempuh jarak yang tidak selalu dekat, seolah ada sesuatu yang memanggil lebih kuat dari sekadar kewajiban sosial. Kita menyebutnya Lebaran. Tapi barangkali, yang sedang kita […]