Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

Admin

  • Menanam Bahasa, Menyemai Masa Depan: Sinergi PPM dan Sosialisasi PMB 2026–2027 PBSI IKIP Siliwangi

    Menanam Bahasa, Menyemai Masa Depan: Sinergi PPM dan Sosialisasi PMB 2026–2027 PBSI IKIP Siliwangi

    [Sumber gambar: Dokumentasi Tim PPM] Penulis: Heri Isnaini Kami selalu meyakini bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi. Bahasa adalah cara berpikir yang terdengar, sikap yang tampak, sekaligus cermin dari kualitas diri seseorang. Ketika bahasa disampaikan dengan tertata, sejatinya yang sedang dibangun adalah ketertiban nalar dan kematangan karakter. Pada Jumat, 13 Februari 2026, kami melaksanakan kegiatan […]

    Continue Reading

  • Belajar Linguistik Umum Bersama Dr. R. Mekar Ismayani, M.Pd.

    Belajar Linguistik Umum Bersama Dr. R. Mekar Ismayani, M.Pd.

    Ruang Belajar PBSI: Menggali, Mengolah, Memahami [Sumber gambar: Dokumentasi Hima Diksatrasia, PBSI, IKIP Siliwangi] Penulis: Heri Isnaini Webinar “Belajar Linguistik Umum: Menggali, Mengolah, dan Memahami” menjadi salah satu ikhtiar akademik yang penting dalam merawat tradisi diskusi keilmuan di lingkungan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, IKIP Siliwangi. Kegiatan yang diikuti oleh 145 peserta ini […]

    Continue Reading

  • “Yu-Gi-Oh!”: Bayangan Jungian, Permainan, dan Sastra

    “Yu-Gi-Oh!”: Bayangan Jungian, Permainan, dan Sastra

    [Sumber gambar: https://gamerant.com/yugioh-best-classic-cards/] Penulis: Heri Isnaini Yu-Gi-Oh! berawal dari manga karya Kazuki Takahashi yang terbit pertama kali di Weekly Shōnen Jump pada 1996. Pada fase awalnya, Yu-Gi-Oh! bukanlah kisah tentang kartu semata, melainkan rangkaian permainan (shadow games) yang mempertaruhkan psikologi, moralitas, dan kegelapan batin manusia. Permainan menjadi medium penghakiman. Kemenangan dan kekalahan tidak berhenti pada […]

    Continue Reading

  • Musyawarah Burung, Simurgh, dan Dewa Ruci

    Musyawarah Burung, Simurgh, dan Dewa Ruci

    [Sumber gambar: https://antimateri.com/] Penulis: Heri Isnaini Fariduddin ‘Attar tidak sedang bercerita tentang burung. Ia sedang berbicara tentang kita, tentang manusia yang terlalu sering menyangka bahwa makna hidup berada di tempat yang jauh, tinggi, dan asing. Musyawarah Burung bukan kisah perjalanan menuju puncak, melainkan narasi peluruhan, tentang bagaimana segala yang kita banggakan harus runtuh sebelum sesuatu […]

    Continue Reading

  • Takut Tertinggal

    Takut Tertinggal

    [Sumber gambar: AI] Penulis: Heri Isnaini Ada satu ketakutan yang jarang diucapkan dengan suara keras, tetapi sering berdengung di kepala, yaitu “takut tertinggal”. Bukan tertinggal bus atau kereta, melainkan tertinggal oleh usia, oleh teman sebaya, oleh hidup yang tampaknya bergerak lebih cepat dari kemampuan kita mengejarnya. Kita hidup di zaman perbandingan. Setiap hari, layar kecil […]

    Continue Reading

  • Foto Cetak, Album, dan Menunggu Cuci Film

    Foto Cetak, Album, dan Menunggu Cuci Film

    [Sumber gambar: https://google.com] Penulis: Heri Isnaini Pada tahun 1990-an, foto bukan sesuatu yang instan. Ia adalah peristiwa yang ditunda. Setiap kali tombol kamera ditekan, yang dihasilkan bukan gambar, melainkan harapan. Tidak ada layar untuk mengecek ulang. Tidak ada opsi menghapus. Yang ada hanya keyakinan sekaligus keraguan bahwa momen itu benar-benar tertangkap. Kamera saku dengan roll […]

    Continue Reading

  • Hujan, Petir, dan Ketakutan Kolektif

    Hujan, Petir, dan Ketakutan Kolektif

    [Sumber gambar: https://www.kompasiana.com/] Penulis: Heri Isnaini Musim hujan pada tahun 1990-an bukan sekadar peristiwa cuaca. Ia adalah situasi batin. Langit yang tiba-tiba menggelap, angin yang datang tanpa permisi, dan bunyi petir yang meledak seperti pintu langit dibanting, semuanya membentuk satu kesadaran bersama, yakni ada sesuatu yang harus diwaspadai. Waktu itu, hujan selalu datang bersama instruksi. […]

    Continue Reading

  • Wartel, Telepon Koin, dan Seni Menunggu

    Wartel, Telepon Koin, dan Seni Menunggu

    [Sumber gambar: https://kaltengtoday.com/] Penulis: Heri Isnaini Di masa kecil dan remaja anak 90-an, termasuk saya, komunikasi tidak pernah instan. Ia harus diupayakan. Wartel dan telepon koin menjadi ruang perantara antara rindu dan suara. Ruang sempit mengajarkan bahwa berbicara juga membutuhkan kesabaran. Wartel selalu punya suasana khas bilik-bilik kecil bersekat tipis, bau plastik dan kertas catatan, […]

    Continue Reading

  • Kaset, Walkman, dan Seni Mendengarkan

    Kaset, Walkman, dan Seni Mendengarkan

    [Sumber gambar: https://rri.co.id/iptek/] Penulis: Heri Isnaini Di masa kecil saya, mendengarkan musik bukan kegiatan sambil lalu. Ia adalah peristiwa sekaligus momuntum kontemplasi. Kaset pita, walkman, radio, dan baterai kecil yang cepat habis membentuk satu ekosistem sederhana yang penuh makna. Dari situ, saya belajar bahwa musik selalu datang bersama keterbatasan dan tentu saja kesabaran. Walkman jarang […]

    Continue Reading

  • Bacaan Populer dan Imajinasi Anak 90-an

    Bacaan Populer dan Imajinasi Anak 90-an

    [Sumber gambar: https://radarbanyumas.disway.id/] Penulis: Heri Isnaini Bagi saya, komik Tatang S. bukan satu-satunya pintu. Ia berdiri sejajar yang saling menguatkan dengan bacaan populer lain yang mengisi masa kecil generasi 1990-an. Saat itu, imajinasi kami dibentuk oleh apa yang tersedia di kios koran, lapak buku bekas, dan pinjaman teman sekolah. Tidak ada kurasi algoritmik, yang ada […]

    Continue Reading