Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

Emi Mutiara

Emi Mutiara lahir di Karawang pada tanggal 18 Maret 2004 dan kini berstatus mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di IKIP Siliwangi. Ia merupakan anak ketiga sekaligus bungsu dari empat bersaudara. Emi tinggal di Kampung Citarik RT/RW 002/004, Desa Parakan, Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang. Pendidikannya dimulai dari Sekolah Dasar Parakan 2, dilanjutkan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tirtamulya, dan selesai di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Tirtamulya sebelum melanjutkan studi di bidang sastra.

Sebagai penulis muda, Emi menunjukkan ketajaman berpikir lewat esainya tentang cerpen “Robohnya Surau Kami” karya A.A. Navis. Ia mengupas kritik sosial atas ketimpangan antara kesalehan pribadi dan tanggung jawab masyarakat, dengan merujuk teori sosiologi sastra, pemikiran Max Weber, serta disonansi kognitif Leon Festinger. Gaya penulisannya lugas dan mendalam, menghubungkan cerita fiksi dengan realitas seperti data kemiskinan pedesaan dari Badan Pusat Statistik.

Dari latar belakang pedesaan Karawang, Emi tidak hanya menganalisis simbol seperti surau yang roboh sebagai metafora nilai sosial yang rapuh, tetapi juga menjadikan tulisannya sebagai sarana edukasi. Selain menulis, ia memiliki hobi membaca karya sastra. Karyanya mendorong pembaca merefleksikan keseimbangan antara ibadah dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dengan demikian, ia menghadirkan kontribusi segar dalam diskusi sastra Indonesia yang kontekstual dan relevan.


Eksplorasi konten lain dari Literatura Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Categories:

Satu tanggapan untuk “Emi Mutiara”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *