Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

Cerpen

  • Berpegang pada Tali Kebenaran

    Berpegang pada Tali Kebenaran

    [Sumber gambar: https://www.kompasiana.com/] Penulis: Wahyu Gumelar Ahyar Saputra  Dio melangkah pelan di koridor kampus tempat ia menimba ilmu, sebuah universitas ternama di kota Bandung. Tak ada yang istimewa dari penampilannya: kemeja sederhana, tas ransel hitam, dan langkah yang mantap. Namun bagi sebagian orang di sekitarnya, justru itulah yang membuatnya tampak berbeda. Sementara mahasiswa lain bersenda […]

    Continue Reading

  • Kopi dan Hujan

    Kopi dan Hujan

    [Sumber gambar: https://www.kompasiana.com/] Penulis: Rizky Alfajri Syabany Hujan turun perlahan pada sore yang sunyi di kota kecil tempat Rara menetap. Dari balik jendela kamarnya, ia memandang jalan yang basah, melihat orang-orang berjalan tergesa, menutupi kepala dengan apa saja yang sempat diraih. Aroma tanah basah menguar lembut, menyusup melalui celah jendela yang dibiarkan terbuka—aroma yang selalu […]

    Continue Reading

  • Kobong, Luka, dan Kenangan yang Tak Pulang

    Kobong, Luka, dan Kenangan yang Tak Pulang

    [Sumber gambar: AI] Penulis: Jenida Nurinda Dustriani Di masa pandemi COVID-19, ketika dunia terasa sunyi dan penuh ketakutan, saya justru menemukan kebersamaan yang tak terlupakan. Saya dan beberapa teman mengaji di dekat rumah saya, di sebuah kobong sederhana yang menjadi tempat kami berkumpul, menginap, dan menjalani hari-hari bersama. Di sana, kami seolah lupa bahwa di […]

    Continue Reading

  • Dua Titik Satu Garis

    Dua Titik Satu Garis

    [Sumber gambar: AI] Penulis: Kareena Putri Rossalien      Jarak antara Bandung dan Cikarang mungkin hanya terpaut puluhan kilometer, namun bagi Aina dan Oni, bentangan aspal jalan tol Cipularang terasa seperti berenang di samudera yang tak ada ujung ny. Di sebuah rumah yang sederhana, Aina menatap tugas tugas kuliahnya yang menumpuk seolah tidak ada akhirnya. Matanya […]

    Continue Reading

  • Aku, Kamu, Kala Itu

    Aku, Kamu, Kala Itu

    [Sumber gambar: AI] Penulis: Ariyana Saputri Kala itu, aku dan kamu belum benar-benar memahami apa arti perasaan. Aku datang ketika hatimu sedang kosong, dan tanpa rencana kita saling mengisi. Kita berbagi cerita dalam sunyi, membiarkan malam menjadi saksi bagaimana rasa hangat dan nyaman tumbuh perlahan. Tanpa sadar, kamu membuat hati kecil ini merasa berarti—sesuatu yang […]

    Continue Reading

  • Kokonao, Tempatku Pulang

    Kokonao, Tempatku Pulang

    [Sumber gambar: AI] Penulis: Brigita M. Leisubun Bulan Desember tahun lalu, saya pulang ke kampung saya di Amar. Tempat pulang yang paling terasa nyaman. Di sana, semuanya berjalan lebih pelan. Tidak ada masalah yang mengejar, tidak ada hal yang dikerjakan, tidak ada jaringan yang membuat orang sibuk dengan ponsel. Rasanya seperti benar-benar diberi waktu untuk […]

    Continue Reading

  • Kartini dari Masa Depan: Mimpi Anisa di Tengah Tumpukan Harapan

    Kartini dari Masa Depan: Mimpi Anisa di Tengah Tumpukan Harapan

    [Sumber gambar: AI] Penulis: Anastalia Auryn Junita Sitorus Anisa adalah anak yang cerdas dan penuh semangat belajar. Di usianya yang masih belia, ia berhasil meraih beasiswa penuh dari salah satu sekolah bergengsi di Jakarta. Prestasi itu bukanlah hasil kebetulan, melainkan buah dari ketekunannya belajar di sela-sela kesibukan membantu orang tua. Namun, kabar bahagia itu justru […]

    Continue Reading

  • Di Halte, Aku Menemukan Diriku

    Di Halte, Aku Menemukan Diriku

    [Sumber gambar: AI] Penulis: Aulya Rahma Indriyani Aya melangkah meninggalkan halte dengan langkah yang belum sepenuhnya mantap, namun tidak lagi gemetar. Trotoar yang basah oleh embun sore memantulkan cahaya lampu jalan, seperti serpihan harapan yang tak lagi ingin ia kumpulkan satu per satu. Untuk pertama kalinya, ia tidak merasa perlu berlari. Ia membiarkan dirinya berjalan […]

    Continue Reading

  • Kasih Ibu Sepanjang Masa

    Kasih Ibu Sepanjang Masa

    [Sumber gambar: AI] Penulis: Geo Sebastian Kurebahkan tubuhku di atas sofa ruang tamu berwarna abu tua yang sudah sedikit terkoyak. Samar tercium wangi masakan ibu dari dapur. Tubuhku terlalu lelah setelah seharian berkegiatan bersama kawan-kawan osis. Kupejamkan mataku sesaat, namun suara lembut ibu memecah keheningan, “sudah pulang nak? Makan dulu yuk ibu sudah masak soto […]

    Continue Reading

  • Dunia Permen

    Dunia Permen

    [Sumber gambar: AI] Penulis: Hilya Qanita Isnaini Pada suatu hari, Sella sedang membaca buku di kamarnya. Cuaca terasa sangat panas, sehingga ia membuka jendela agar angin bisa masuk. Saat sedang asyik membaca, tiba-tiba seekor lebah masuk ke dalam kamarnya. “Halo, Sella. Mau ikut ke dunia permen, tidak?” tanya lebah itu. Sella terkejut karena lebah tersebut […]

    Continue Reading