


Pembaca Puisi: Revalina KhamiedBawa Saja Akubawa saja aku, teriakmu pagi itu [ketika]hujan tumpah di kebun belakangkita sedang berduaanmelayangkan pandang dari sebalik pagarbasah kuyup: hujan seperti mengamukbawa saja aku, teriakmu kembali [ketika]angin menusuki tulang-tulang tuakukau genggam erat tangan keriputkuseraya terkenang tulang-tulang rusukku yang hilang: entah di mana!2015

[Sumber gambar: https://masjidrayaaljabbar.com/] Penulis: Abdul Wahid Di antara sebab kemuliaan para ulama zaman dulu adalah mereka sangat memperhatikan adab. Adab terhadap orang tua, kepada guru dan kepada segala sesuatu yang berkaitan dengan ilmu. Ada cerita inspiratif yang menggambarkan betapa seorang ulama besar begitu menjunjung tinggi adab. Beliau adalah Imam Malik, seorang ulama besar, satu dari […]

Aku Kangen 1 -kepada Yulia Herliani-ketika senja turun: terlihat warna jinggamenyelimuti senyummu.angin membawa kenangan purba:di batas kota.kau membawaku kembali pada Husein Sastranegara (bandara berkabut)menyapa boneka sapi: basah. malam turun begitu cepatmenenggelamkan laju taksi yang kita tumpangi.ah, kamu mungkin lupaaku begitu merindumu.Bandung, 2015

[Sumber gambar: https://destinasibandung.co.id/] Penulis: Dena Wahyudi Letak Geografis dan Salah Kaprah disebut sebagai Lembang Bandung Lembang merupakan salah satu daerah pariwisata di Kabupaten Bandung Barat. Sekali lagi saya ulang, di Kabupaten Bandung Barat. Bukan di Kota Bandung, meskipun berdekatan melalui jalan Setiabudi, tetapi secara geografis Lembang adalah bagian dari Kabupaten Bandung Barat. Kabupaten ini memiliki […]

Jadikan karya siswa lebih dari sekadar tugas, terbitkan sebagai buku dan biarkan suaranya dibaca dunia. Ayo terbitkan karya siswa! Dari kelas, untuk dibaca dan dinikmati semua orang. Karya siswa layak dibaca dan bukan disimpan. Wujudkan dalam bentuk buku. Menerbitkan karya siswa adalah bukti pembelajaran bermakna dan apresiasi nyata. Informasi Lebih : +62 878-2028-9592

[Sumber gambar: https://radarcirebon.id/] Penulis: Heri Isnaini Pada tahun 1990-an, sebelum gawai dan notifikasi menentukan ritme hidup, saya mengenal dunia melalui komik. Salah satunya adalah komik-komik karya Tatang S. Saya membacanya bukan di ruang yang terang dan rapi, melainkan di sudut rumah, di lantai, kadang sambil tengkurap, kadang sambil menahan kantuk. Kertasnya buram, tintanya pekat, dan […]

[Sumber gambar: https://idn.freepik.com/] Penulis: Heri Isnaini Dalam kajian sosiologi, generasi tidak sekadar ditentukan oleh tahun kelahiran. Akan tetapi, yang jauh lebih menentukan adalah pengalaman historis kolektif dan peristiwa-peristiwa besar yang dialami bersama, lalu membentuk cara berpikir, merasa, dan memaknai hidup. Karl Mannheim pernah mengingatkan bahwa generasi adalah produk zaman. Dan zaman, seperti yang kita tahu, […]

[Sumber gambar: https://pixnio.com/] Penulis: Rifqi Septian Dewantara Noken Kulihat punggung perempuan itu menjuntai seperti sebuah doa yang ditenun dari senyap hutan: serat demi serat adalah urat bumi yang disambung dengan kesabaran, simpul demi simpul adalah nama-nama leluhur yang ditarik dari ingatan angin. Jaring-jaringnya mulut kecil yang memeluk dunia—menampung yang tumbuh dari cahaya redup, menahan duka […]

Rifqi Septian Dewantara adalah pegiat sastra asal Balikpapan, Kalimantan Timur. Buku puisi terbarunya Aku Tidak Datang dari Masa Depan (Langgam Pustaka, 2025).

Belajar dari Kamen Rider Black dan Kamen Rider RX [Sumber gambar: https://www.liputan6.com/] Penulis: Heri Isnaini Saya menonton Kamen Rider Black dan Kamen Rider RX di tahun 1990-an, ketika tubuh saya masih kecil dan dunia belum sepenuhnya ramah. Waktu itu saya masih SD. Televisi tabung di ruang tengah, antena yang harus diputar, dan pagi yang terasa […]