
[Sumber gambar: https://www.prokal.co/]
Penulis: Austrin Salsabila Alyaa Rumansyah
Di lorong waktu yang kadang redup
kaulah pelita yang tak pernah padam.
Ketika langkah kami gamang dan ragu
engkau hadir membawa arah dan harapan.
Dari bibirmu lahir ilmu
dari sabarmu tumbuh percaya diri
dari hatimu mengalir kasih
yang menuntun kami memahami arti hidup ini.
Engkau bukan sekadar pengajar
tetapi penanam mimpi, pembuka jalan.
Di tanganmu masa depan disemai
di suaramu dunia menemukan terang.
Walau jasamu sering sunyi
namamu tetap hidup di setiap keberhasilan kami.
Sebab cahaya yang kau titipkan
tak pernah mati
ia menjelma nyala dalam setiap generasi.
Wahai guru
kau bukan hanya pelita di kelas kecil kami
kau adalah cahaya dunia
yang membuat gelap menjadi berarti.












Tinggalkan Balasan