Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

Admin

  • Adi Muhamad Fadilah

    Adi Muhamad Fadilah

    Adi Muhamad Fadilah, pria kelahiran Bandung, 26 Juli 2004. Ketertarikannya pada dunia tulisan tumbuh dari keinginannya untuk mewakili banyak perasaan orang-orang melalui kata-kata. Mulai aktif menulis sejak awal tahun 2025, Adi kini rutin membagikan karya-karyanya melalui media sosial, khususnya Instagram dengan akun isiihatimu_, yang menjadi ruang ekspresi dan refleksi dari berbagai rasa dan pengalaman. Saat […]

    Continue Reading

  • Puisi-Puisi Reka Yuda Mahardika

    Puisi-Puisi Reka Yuda Mahardika

    [Sumber gambar: AI] Penulis: Reka Yuda Mahardika MASIH KUSIMPAN SUARAMU I masih kusimpan suaramu masihkah kau simpan suaraku? dalam petakpetak kamar yang dingin kering sering kunyalakan keraskeras suaramu hingga rembulan tertancap dalam puncak pinuspinus runcing atau kudengar berjamjam suaramu di telepon koin yang terpenjara tidak ada wujudmu memang saat itu tetapi suaramu mampu mengelus lembut […]

    Continue Reading

  • Adrenalin di Balik Pesona Bukit Panyaweuyan

    Adrenalin di Balik Pesona Bukit Panyaweuyan

    [Sumber gambar: Instagram/@ritzjunior] Penulis: Reka Yuda Mahardika Bali, tidak hanya terkenal dengan pantainya yang memesona. Namun, Bali juga terkenal dengan subak, pengelolaan sistem irigasi berbentuk terasering yang terkenal indah. Subak bertahan menjadi terasering khas selama berabad-abad dan terus lestari hingga kini sehingga menjadi daya pikat Bali selain pantainya. Namun, tahukah Kamu? Sistem terasering yang indah […]

    Continue Reading

  • Reka Yuda Mahardika

    Reka Yuda Mahardika

    Reka Yuda Mahardika dosen IKIP Siliwangi ahli linguistik dan ilmu pendidikan.

    Continue Reading

  • Kwee Tek Hoay Sang Penulis Realis Boenga Roos dari Tjikembang

    Kwee Tek Hoay Sang Penulis Realis Boenga Roos dari Tjikembang

    [Sumber gambar: Ilustrasi kwee tek hoay. tirto.id/Fiz] Penulis: Heri Isnaini Kwee Tek Hoay (31 Juli 1886-4 Juli 1952) merupakan penulis keturunan Tionghoa yang produktif. Karya-karya yang ditorehkannya dikenal luas sampai ke dunia internasional. Selain sebagai penulis, Kwee Tek Hoay juga menjadi redaktur berbagai media massa, seperti Panorama, Moestika Romans, dan Moestika Dharma. Kelihaiannya dalam menulis […]

    Continue Reading

  • Perempuan di Titik Nol: Female, Feminine, and Feminist

    Perempuan di Titik Nol: Female, Feminine, and Feminist

    [Sumber gambar: Ilustrasi Perempuan https://pixabay.com/id/] Penulis: Heri Isnaini Pemahaman konsep female, feminine, dan feminist seringkali dibingkai dalam kekuasaan patriarki sehingga ketiga konsep tersebut terkesan kabur dan taksa. Dalam kajian sastra feminisme, posisi perempuan baik itu sebagai diri biologis, kulturalis, maupun politis memiliki peran yang sangat penting dalam mengejawantah aktualisasi dirinya. R.A. Kartini disinyalir sebagai tokoh […]

    Continue Reading

  • Keterampilan Berpikir Kritis untuk Hidup yang Lebih Romantis

    Keterampilan Berpikir Kritis untuk Hidup yang Lebih Romantis

    [Sumber gambar: AI] Penulis: Sary Sukawati Mungkin terdengar aneh saat pertama kali membaca judul ini “berpikir kritis dan hidup romantis”. Bukankah keduanya berada di kutub yang berbeda? Kita sering mengasosiasikan berpikir kritis dengan kerja otak kiri (analitis, logis, dan sistematis), sedangkan romantisme sering dianggap sebagai wilayah otak kanan (penuh perasaan, imajinasi, bersifat mesra, dan keintiman). […]

    Continue Reading

  • Sary Sukawati

    Sary Sukawati

    Sary Sukawati adalah dosen IKIP Siliwangi yang saat ini tengah melanjutkan kuliah di UPI Bandung pada Program Studi (S3) Pendidikan Bahasa Indonesia. Usia sudah tidak muda, lahir dari rahim Ibu Wati Widaningsih tercinta pada tanggal 29 Agustus 1983 di Bandung. Cita-citanya sejak kecil ingin menjadi guru. Inilah yang mengantarkannya mantap memilih kuliah S1 dan S2 […]

    Continue Reading

  • Puisi Hegar Krisna Cambara

    Puisi Hegar Krisna Cambara

    [Sumber gambar: AI] Penulis: Hegar Krisna Cambara cemburu pohon aku bicara dengan pohon yang iri pada tiangtiang besi. artifisial, tetapi lebih dimuliakan oleh penduduk kota. cemburunya pada buah menyala yang menggayut di dahan besi, cemburunya pada kilap warna yang selalu berganti. cemburunya pada batang yang tak dilukai, bersih dari pakupaku dan papan iklan sedot tinja. […]

    Continue Reading

  • Puisi-Puisi Hegar Krisna Cambara

    Puisi-Puisi Hegar Krisna Cambara

    [Sumber gambar: AI) Penulis: Hegar Krisna Cambara melipat ada mutisma. mencipta metafor. aku adalah metafora itu sendiri. diselimuti asosiasi bebas. lelap dalam pandangan. bersayap tetapi merangkak. tak lagi bisa mengenali air muka sendiri, ribuan wajah berusaha memasukiku. tengah berada dalam sebuah arena ilusi. sebuah pengulangan. bukankah sebuah pengulangan itu kadang kala membuat sesuatu menjadi bernilai […]

    Continue Reading