
[Sumber gambar: AI]
Penulis: Encep Wanda Supriatna
Aku tidak punya senjata,
hanya pena dan papan tulis sederhana.
Tapi dari sanalah aku belajar,
bahwa cinta negeri bisa ditanam setiap hari.
Mengajar bukan hanya soal pelajaran,
tapi juga menyalakan api persatuan.
Setiap huruf yang kutulis di papan,
aku ingin jadi cahaya bagi masa depan.
Menjaga Indonesia tidak selalu berperang,
kadang cukup dengan jujur bekerja,
saling menolong tanpa pamrih,
dan tidak lupa pada akar budaya.
Aku pendidik, aku warga negeri ini,
dan aku pun bagian dari masyarakatnya.
Bela negara bagiku sederhana dengan
menjaga, merawat, dan mencintai
Indonesia dengan nyata.












Tinggalkan Balasan