Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

Setetes Darah Pengorbanan

[Sumber gambar: Dokumentasi penulis]

Penulis: Ratnawati

Waktu menunjukan jam istirahat, semua siswa keluar dari kelas. Namu ada pemandangan tak biasa di lapangan sekolah, ya sebuah mobil PMI parkir di lapangan , itu menunjukan sekolah mengadakan bakti social donor darah.

Tiba tiba Abi di kejutkan suara Siti

”kok ngelamun sih bi ? tanya Siti

Ehehe….gumam Abi,

“lagi ngelamunin apa sih Bi? Tanya Siti Kembali

“Engga kok, aku Cuman heran aja sama mereka, kok mau yah mereka donorin darah nya dengan Cuma-Cuma? Padahal kan sayang jawab Abi

Lah kamu ngatahu manfaatnya Bi? Tanya Siti

Gini loh Bi..donor darah dapat dianggap sebagai bentuk nyata dari komitmen warga negara untuk mempertahankan dan melindungi negara mereka. Dengan mendonorkan darah, warga negara tidak hanya membantu orang yang membutuhkan, tetapi juga membantu keamanan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Dengan mendonorkan darah, warga negara juga dapat menjaga ketersediaan kantung darah tetap stabil, yang memungkinkan mereka untuk membantu orang lain yang membutuhkan darah.

Aku baru tahu loh Sit….saut Abi

Belum lama ini, istilah “bela negara” sering disalahartikan sebagai kesiapan untuk berperang atau konflik fisik. Namun, istilah ini memiliki arti yang jauh lebih luas. Ia mencakup perasaan cinta tanah air, rasa nasionalisme, dan keinginan untuk berpartisipasi secara aktif dalam kemajuan negara masing-masing.

“Yu donor”….ajak Siti

Dengan penuh semangat mereka menuju lapangan sekolah untuk ikut donor,apalagi Abi, sejak duduk di bangku sekolah SMA baru kali ini iya ikut kegiatan donor darah.


Eksplorasi konten lain dari Literatura Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Categories:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *