
[Sumber gambar: https://www.bola.com/]
Penulis: Rini Febria Anjani
Di balik senja yang merunduk halus
Terdengar bisikan sunyi dari relung bumi
Tanah air, bukan sekedar hamparan rupa
Melainkan denyut nadi yang terus berdetak dalam setiap insan jiwa
Kita, butiran debu yang diterpa angin
Berdiri tegak diambang waktu yang tak bertepi
Jiwa berseru, membela bukan hanya dengan genggaman tangan
Tetapi dengan hati yang membara, penuh mengabdi tuk tanah pertiwi
Setiap butir debu adalah saksi
Setiap terpaan angin mebawa untaian do’a yang terucap
Dalam dekapan bumi pertiwi ini, kita temukan makna
Bahwa membela adalah melukis cinta tiada tara
Bukan deru senjata yang menentukan keberanian seorang insan
Melainkan keteguhan jiwa dan raganya yang tak tergoyahkan
Menjaga harmoni, dalam rapuhnya merawat asa
Dalam diam, setiap insan adalah pelindung yang abadi
Mari, genggam erat benang-benang harapan
Merajut cinta dalam setiap helaan nafas
Karena menjaga tanah air adalah seni nyata
Yang akan tetap terukir dalam sanubari, abadi sepanjang hayat
Puisi “Seruan Jiwa di Pelataran Tanah Pertiwi” ini digambarkan dengan tanah air sebagai nadi kehidupan yang terus mengalir dalam setiap jiwa seorang warga negara. Tanah air bukan sekedar tempat, melainkan sumber identitas dan makna yang mendalam. Warga negara diibaratkan sebagai butiran debu yang diterpa angin, yang berdiri tegak dalam perjalanan sejarah panjang, dengan pengabdian yang lahir dari hati dan keteguhan jiwa. Bela negara bukan hanya berupa tindakan fisik, melainkan sebuah pengorbanan yang diberikan dengan kesetiaan yang tulus.
Puisi ini juga menekankan bahwa sangat pentingnya persatuan, harapan, dan kesetiaan terhadap tanah air sebagai kekuatan utama dalam membela negara. Karena, alam sekitar menjadi saksi bisu dari setiap perjuangan dan do’a yang menandakan ketulusan dalam pengabdian tersebut. Dengan menggenggam erat harapan, membela tanah air menjadi sebuah seni yang hidup, terukir abadi dalam jiwa dan raga setiap warga negara yang tak akan hilang ditelan waktu.












Tinggalkan Balasan