Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

Senandung Bela Negara yang Tersembunyi

[Sumber gambar: AI]

Penulis: Siva Nur Aini Fitri

Bela negara bukan hanya derap pasukan,
tapi juga langkah saya di kampus sederhana,
di Bumi Siliwangi saya belajar menjadi guru,
menanam ilmu untuk generasi berikutnya.

Setiap pagi membawa buku dan pena,
itulah senjata saya di medan perjuangan,
bukan peluru, tapi pengetahuan,
agar anak bangsa tumbuh dengan cahaya.

Saya percaya negeri ini kuat,
jika setiap anak mendapat hak belajar,
dan tugas saya kelak sebagai pendidik,
adalah menjaga api semangat itu tetap nyala.

Bela negara artinya sabar,
saat menghadapi murid yang tak mau menulis,
atau saat rasa lelah ingin berhenti,
namun saya tetap berdiri untuk mereka.

Di universitas yang jadi pijakan mimpi,
saya menempa diri dengan tekad besar,
karena cinta tanah air tak diukur nama,
tapi seberapa tulus kita mau berjuang.

Maka kelak, di kelas penuh tawa,
saya ingin menanamkan cinta merah putih,
bukan sekadar lewat lagu kebangsaan,
tapi lewat sikap, teladan, dan kasih.

Eksplorasi konten lain dari Literatura Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Categories:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *