Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

Selama Api Masih Ada

[Sumber gambar: AI]

Penulis: Sayma Khodijah

keajaiban dan kutukan berdampingan
Pengembara membawa obor api di tangannya
bersama syarat perjalanan selama api
sebagian penghuni tanah itu memuji nyala apinya
sebagian lagi mencaci bahayanya
dan bodohnya api siang hari

api ini pernah
menghangatkan tangan-tangan beku
api yang sama
mengundang terik matahari jadi gerutu
api ini pernah
menerangi jalan di malam buta
api yang sama
memberikan luka
api ini pernah
mengusir serigala di tengah hutan
api yang sama
menakuti manusia lalu langkahnya tertahan

pun pengembara
dimanjakan cahaya dan hangat api
kadang angin semilirkan godaan
tiupannya yang tak tentu
menghembuskan gelisah dan ragu
jika padam api meninggalkannya sendirian
kemanakah pegembara mengarah
malam diselimuti ketakutan
bila api hanyalah tabiat menghindari kegelapan

Di malam perjanjian pada prasangka dan laku yang samar
mengendurkan genggaman, pengembara berjalan
bersama nyala api yang belum mati

(2025)

Eksplorasi konten lain dari Literatura Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Categories:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *