Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

Second Hurt: Luka Itu Tidak Datang Sekali…

[Sumber gambar: https://perpustakaan.jakarta.go.id/book/]

Penulis: Siti Laelasari

Novel “Second Hurt: Luka Itu Tidak Datang Sekali…” yang ditulis oleh Heri Putra merupakan karya fiksi bagi kalangan remaja dengan elemen romansa dan drama psikologis. Kisah ini menggambarkan bagaimana pengalaman traumatis di masa lalu, persahabatan, dan cinta saling bertemu dan bertentangan dalam hidup para tokohnya. Cerita ini menyoroti perjuangan batin karakter utama yang dihadapkan pada pilihan antara mempertahankan kenangan lama atau berani membuka hati untuk kesempatan baru, yang relevan bagi pembaca remaja-dewasa yang sedang mencari identitas dalam hubungan.

1). Identitas buku

– Judul: “Second Hurt: Luka Itu Tidak Datang Sekali…”.

– Pengarang: Heri Putra; editor: tim Bintang Media, tercatat juga nama Maskur Priatna dalam data pustaka.

– Penerbit: Bintang Media, Depok, terbit pertama kali tahun 2015, jumlah halaman 352, ISBN 978-602-73303-0-6.

2). Sinopsis isi

Kisah dalam novel ini mengikuti perjalanan seorang pria (dikenal dalam beberapa ulasan sebagai Niko) bersama dua karakter penting lainnya, Nabila dan Laura, yang terbelit dalam persahabatan, cinta, dan trauma yang belum terselesaikan. Trauma yang dialami tokoh utama membuatnya kesulitan untuk mempercayai cinta, namun kehadiran sosok baru serta peristiwa-peristiwa emosional menuntutnya untuk menghadapi masa lalu yang terus mengganggunya—di sinilah “Second Hurt” muncul, saat ia kembali berani mencintai namun harus siap menghadapi kemungkinan terluka lagi.

3). Tema dan amanat

– Tema utama dari novel adalah “luka emosional dan peluang kedua dalam cinta”, dengan subtema tentang persahabatan, pengkhianatan, dan upaya untuk memaafkan diri sendiri dan orang lain.

– Pesan yang diangkat: masa lalu yang menyakitkan tidak seharusnya membelenggu seseorang selamanya; keberanian untuk terbuka, memaafkan, dan menerima potensi sakit kembali akan membuat para tokohnya lebih dewasa dan memahami makna cinta yang sesungguhnya.

4). Gaya bahasa dan alur

– Bahasa yang digunakan cenderung sederhana dan komunikatif sesuai dengan gaya novel remaja, sehingga mudah dipahami oleh pembaca dari kalangan pelajar hingga dewasa awal, dengan penambahan kalimat-kalimat puitis yang mendalami suasana galau dan sedih.

– Alur cerita bergerak maju dengan beberapa flashback yang mengungkapkan trauma masa lalu tokoh utama; sudut pandang orang pertama membantu pembaca merasa terhubung dengan konflik batin dan mengikuti dinamika emosi dengan mendalam.

5). Kelebihan dan kekurangan

– Kelebihan: konflik emosional mengenai “luka kedua” terasa akrab dengan pengalaman banyak pembaca, karakter-karakter yang ada cukup jelas, dan pesan tentang keberanian menghadapi masa lalu disampaikan dengan menyentuh. Di samping itu, total halaman yang sedang (352 halaman) memberikan cukup ruang untuk pengembangan karakter tanpa terasa terlalu berlarut-larut.

– Kekurangan: sebagai novel romansa remaja, beberapa konflik terlihat klise (seperti cinta segitiga, dan kegalauan yang berulang) dan berpotensi menjadi melodramatis bagi pembaca yang lebih menyukai cerita yang realistis atau kompleks; eksplorasi tentang latar sosial dan detail lingkungan tidak terlalu mendalam, sehingga fokus sepenuhnya pada drama emosional dari tokoh-tokohnya.

6). Penilaian dan rekomendasi

Secara umum, “Second Hurt: Luka Itu Tidak Datang Sekali…” sangat cocok untuk dibaca oleh remaja dan orang dewasa muda yang tertarik pada novel romansa dengan konflik batin serta tema luka masa lalu yang memaksa tokoh utama untuk memilih antara bertahan dalam trauma atau memberi kesempatan kedua pada cinta. Buku ini juga bisa menjadi bahan diskusi mengenai kesehatan emosional, cara mengatasi kekecewaan, dan pentingnya memaafkan diri sendiri dalam konteks pembelajaran karakter di sekolah menengah.


Eksplorasi konten lain dari Literatura Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Categories:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *