
[Sumber gambar: Dokumentasi penulis]
Penulis: Rela Aditi Bahari
A. Identitas
Judul Buku : Entrok
Nama Pengarang : Okky Madasari
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2010 Jumlah
Halaman : 288 halaman
B. Sinopsis Novel Entrok
Novel Entrok mengisahkan perjalanan hidup seorang perempuan desa bernama Marni yang tumbuh dalam kemiskinan dan ketidakadilan sosial pada masa Orde Baru. Sejak kecil, Marni hidup dalam keterbatasan ekonomi bersama ibunya. Keinginannya memiliki entrok (kutang) menjadi simbol awal dari kesadaran akan kemiskinan dan ketimpangan yang dialaminya sebagai perempuan miskin di desa.
Marni tumbuh menjadi sosok perempuan yang keras kepala, mandiri, dan berani menentang nasib. Ia bekerja sebagai buruh, pedagang, hingga akhirnya menjadi juragan yang cukup kaya di desanya. Namun, keberhasilannya tidak membuat hidupnya tenang. Ia harus berhadapan dengan aparat negara, tentara, serta sistem kekuasaan yang represif dan menindas rakyat kecil. Kekayaan Marni justru menjadi alasan pemerasan dan tekanan dari pihak berwenang.
Selain mengangkat kisah Marni, novel ini juga menampilkan sudut pandang Rahayu, anak Marni, yang tumbuh dengan nilai-nilai religius dan pendidikan modern. Hubungan ibu dan anak ini dipenuhi konflik ideologis, perbedaan cara pandang, serta luka batin yang lahir dari kekerasan struktural dan budaya patriarki.
Melalui kisah Marni dan Rahayu, Entrok menggambarkan penderitaan rakyat kecil, penindasan negara, ketidakadilan gender, serta trauma sosial-politik yang dialami masyarakat Indonesia pada masa Orde Baru.
C. Kelebihan
- Novel ini berhasil menggambarkan realitas sosial dan politik Indonesia secara tajam dan berani, khususnya pada masa Orde Baru.
- Tokoh Marni digambarkan kuat, realistis, dan kompleks, sehingga terasa hidup dan dekat dengan realitas masyarakat kecil.
- Bahasa yang digunakan lugas, sederhana, namun sarat makna dan kritik sosial.
- Alur cerita disusun menarik dengan sudut pandang bergantian yang memperkaya pemahaman pembaca terhadap konflik batin tokoh.
D. Kekurangan
- Beberapa bagian cerita terasa berat karena dipenuhi kritik sosial dan politik yang intens.
- Penggambaran penderitaan tokoh yang berlapis-lapis dapat menimbulkan kesan muram dan melelahkan bagi sebagian pembaca.
E. Kesimpulan
Entrok merupakan novel yang tidak hanya menyajikan kisah kehidupan seorang perempuan desa, tetapi juga menjadi potret kritik sosial yang kuat terhadap kekuasaan, ketidakadilan, dan penindasan struktural. Okky Madasari dengan berani menghadirkan suara kaum marginal yang selama ini terpinggirkan, khususnya perempuan dan rakyat kecil. Novel ini mengajak pembaca untuk merefleksikan hubungan antara individu dan negara, serta dampak kekuasaan terhadap kehidupan personal dan keluarga. Dengan tema kemanusiaan yang kuat dan relevan, Entrok layak dibaca sebagai karya sastra yang tidak hanya menggugah emosi, tetapi juga kesadaran sosial pembacanya.












Tinggalkan Balasan