


[Sumber gambar: AI] Penulis: Frisca Melinda Pendidik, kau berdiri di mimbar yang sunyi,Bukan senapan yang kau genggam, tapi pena tinta.Ruang kelas adalah medan bakti tak terperi,Menanam Pancasila sebagai jiwa bangsa.Bela Negara, bagimu, adalah ilmu yang tegak,Mencerdaskan tunas agar tak mudah goyah.Menjahit karakter luhur, mengikis jejak retak,Karena masa depan adalah benteng yang kau pelihara.Warga Negara, kita […]

[Sumber gambar: https://rumahanakbisa.org/] Penulis: Riska Analda Tanah Air dalam Setiap LangkahTanah air bukan sekadar peta di dinding,ia hidup di dada setiap orang yang mencintai pagi.Dalam tawa anak sekolah, dalam doa ibu di beranda,Indonesia berdenyut — pelan, tapi pasti.Bela negara bukan hanya barisan pasukan,tetapi langkah kecil yang jujur dan tulus.Saat petani menanam padi di sawah,ia menegakkan […]

[Sumber gambar: https://kbbaceh.news/] Penulis: Aa Amarudin Aku seorang pendidikmenyapa pagi dengan doamenyulam harapan di tiap katamenanam ilmu di ladang jiwa.Anak-anak bangsaengkau adalah matahari esokyang cahayanya harus terangyang langkahnya harus kuat.Di ruang sederhanaaku bukan sekadar pengajaraku penjaga mimpipenuntun pada cahaya pengetahuan.Biar lelah menyapabiar peluh tak terhitungtekadku tetap utuhmemajukan pendidikan bangsamengangkat generasi menuju cahayaKarena aku percayadari bangku-bangku […]

[Sumber gambar: AI] Penulis: Melsa Aisah Merah di dadaku,putih di nadikuBerkibar engkau dilangit biruBukan sekedar kain bertiang bambuKau adalah janji,kau adalah rinduBela negara bukan hanya perangBukan pula teriakan lantangIa tumbuh dalam langkah tenangPada kerja jujur, doa, dan sayangDi ruang kelas guru menanamkan Cinta tanah air yang tak lekangDi sawah petani menjaga ladangDi jalan rakyat menolak […]

[Sumber gambar: AI] Penulis: Yeni Tisnawati Di negeri tercinta, tanah air ibu pertiwi,Teguh jiwa dan kuat tekad hati,Bela negara bukan sekadar ucap,Tapi panggilan yang membakar semangat dalam kalbu. Dalam jejak langkah dan hela napas,Terpatri cinta tanpa kenal lelah,Menjaga kedamaian, menjaga warisan,Bersama membangun bangsa dan tanah air tercinta. Bukan melulu senjata yang bersuara,Melainkan aksi, kerja, dan […]

[Sumber gambar AI] Penulis: Alyani Sabrina Merah adalah keberanianYang tumbuh di dadaPutih adalah ketulusanYang ada di jiwa anak anak bangsaBela negara bukan sekedar janjiIa hidup kerja yang ikhlasDalam tangan yang suka menolongDalam hati yang tidak relaNegeri ini menjadi pecah belahSelama langkah kita terus majuSelama doa kita selalu dipanjatkanMerah putih ini akan tetap berkibarBukan hanya di […]

[Sumber gambar: AI] Penulis: Salva Fakhira Negeri kita telah merdekaTetapi masih menyisakan laraAnak bangsa yang akan menyekaMenepiskan duka yang adaSetiap anak adalah harapan bangsaSelalu berjalan dan meniti asaBelajar hingga dirinya bisaTak kenal lelah dan tak putus asaGuru adalah penerang gulitaHingga anak membuka mataBahwa kita sudah tak lagi di sanaMembawa perubahan yang nyataGuru membuka pintu kecil […]

[Sumber gambar: AI] Penulis: Siva Nur Aini Fitri Bela negara bukan hanya derap pasukan,tapi juga langkah saya di kampus sederhana,di Bumi Siliwangi saya belajar menjadi guru,menanam ilmu untuk generasi berikutnya.Setiap pagi membawa buku dan pena,itulah senjata saya di medan perjuangan,bukan peluru, tapi pengetahuan,agar anak bangsa tumbuh dengan cahaya.Saya percaya negeri ini kuat,jika setiap anak mendapat […]

[Sumber gambar: AI] Penulis: Imat Laelasari Dulu, surga hijau itu sangatlah damaiPohon-pohon menjulang tinggiUdara yang menyegarkanMembuat hati terasa nyamanBelaian angin pagi membuat dedaunanMenari pelan dalam damaiMenenangkan hati yang gundah lewat bisikan anginSehingga jiwa menemukan damaiBurung-burung berkicau menyambut pagiRiang gembira alam bernyanyiMenjadikan hutan indah lestari Bumi pertiwiNamun, kini hutan itu tinggal bayanganMenangis pilu tiada hentiRusak oleh […]

[Sumber gambar: AI] Penulis: Heri Isnaini /1/Aku mengada antara Burangrang-Tangkuban Parahukabut putih yang memupurmelindap kenangan: Aku dan EngkauAku mengada antara Burangrang-Tangkuban Parahujalanan terjal dan berkelok menjadi cerita kitasungai berbatu dan air merincik menjelma hidup kita/2/Aku mengada antara Burangrang-Tangkuban Parahudi antara pepohonan pinus ini: ada matamu melindapdalam pupurnya kabut: ada kenangan lama terkubur“Aku menunggumu,” ucapmu.mungkinkah ada […]