


[Sumber gambar: https://duhamuslimwear.com/] Penulis: Azzahra Trihapsari Aku mencintaimu tanpa mengentuk pintuTanpa keberanian untuk menyebut namamu keras–kerasAku jatuh cinta tanpa aba-abaTanpa rencana, tanpa keberanianAku memilih diam sebagai bahasaMenyimpan namamu di lipatan doaRasaku tumbuh dalam kesunyianSeperti akar yang bekerja dalam gelapMenguat tanpa pernah ingin terlihatAku belajar mencintaimu dari jauh Menikmati hadirmu tanpa memilikiCukup melihat senyummu utuhMeski bahagiaku […]

[Sumber gambar: AI] Penulis: Disya Dwi Aprilia Aku belajar dari hari-hariyang datang tanpa aba-abatentang sabar, tentang jatuhlalu berdiri lagi dengan cara sederhanaKata-kata pernah lelahtersimpan rapi di kepalatapi pelan-pelan kutulis jugameski ragu masih ikut terbawaWaktu mengajariku banyak halbahwa mimpi tak selalu keras berteriakkadang ia hanya diammenunggu kita cukup berani melangkahAku bukan siapa-siapahanya seseorang yang terus belajarmenyusun […]

[Sumber gambar: Pinterest] Penulis: Mega Metiara Jayusman Utuh, namun retakIndah, namun sekilasJika kau lebih dekat dengankuAkutak menjamin bahwa sorot mataku adalahMata yang masih tetap sama seperti sebelumnyaSebelum akhirnya kau tauAku seberantakan iniSekuat dan serapuh iniNamun bagikuAku tak pernah pasrahAku selalu berjuang dalam setiap langkahkuDan aku berteriak dalam diamkuSemua sudah tersusun rapiDidalam ruang yang gelap

[Sumber gambar: https://rri.co.id/] Penulis: Salwa Nur Fadillah Di fajar yang teduh, sebelum mentari menyingkap cakrawalakau berjalan di lorong ilmu, membawa lilin pengetahuanmenyulam benang-benang harapan di hati anak-anakmenyirami jiwa-jiwa muda dengan kesabaran dan cintaTanganmu letih oleh waktutapi semangatmu seperti api suci yang tak pernah padamSuaramu kadang serak, memanggil nama mereka yang belum tahu dunianamun kau ajarkan […]

[Sumber belajar: AI] Penulis: Tizzar Dhimaz Caprio Aku tidak membawa senjataHanya sebuah spidol dan genggaman harapan. Setiap garis yang kutulis dipapan tulisMerupakan pertempuran kecil untuk melawan keputusanBela Negara tidak selalu berarti perangTetapi menyalakan sebuah cahaya saat dunia ingin padamKuceritakan mengenai merah putih Bukan hanya sekedar dua warna Tetapi mengenai darah dan tulangYang menjelma didalam kejujuran, […]

[Sumber gambar: AI] Penulis: Encep Wanda Supriatna Aku tidak punya senjata,hanya pena dan papan tulis sederhana.Tapi dari sanalah aku belajar,bahwa cinta negeri bisa ditanam setiap hari.Mengajar bukan hanya soal pelajaran,tapi juga menyalakan api persatuan.Setiap huruf yang kutulis di papan,aku ingin jadi cahaya bagi masa depan.Menjaga Indonesia tidak selalu berperang,kadang cukup dengan jujur bekerja,saling menolong tanpa […]

[Sumber gambar: AI] Penulis: Fadilah Angelih Di dalam kelas yang sederhanaAku menyalakan cahaya pengetahuan.Membimbing tangan-tangan kecil,Agar mereka tidak terseret oleh arus zaman.Cinta kepada tanah air tidak hanya terlihat lewat perang,Atau dentuman senjata di medan pertarungan.Ia hidup dalam setiap langkah para guru,Yang dengan sabar menanamkan nilai-nilai bangsa.Aku mengajarkan kepada mereka arti kejujuran,Agar nanti benih kebohongan tidak […]

[Sumber gambar: AI] Penulis: Frisca Melinda Pendidik, kau berdiri di mimbar yang sunyi,Bukan senapan yang kau genggam, tapi pena tinta.Ruang kelas adalah medan bakti tak terperi,Menanam Pancasila sebagai jiwa bangsa.Bela Negara, bagimu, adalah ilmu yang tegak,Mencerdaskan tunas agar tak mudah goyah.Menjahit karakter luhur, mengikis jejak retak,Karena masa depan adalah benteng yang kau pelihara.Warga Negara, kita […]

[Sumber gambar: https://rumahanakbisa.org/] Penulis: Riska Analda Tanah Air dalam Setiap LangkahTanah air bukan sekadar peta di dinding,ia hidup di dada setiap orang yang mencintai pagi.Dalam tawa anak sekolah, dalam doa ibu di beranda,Indonesia berdenyut — pelan, tapi pasti.Bela negara bukan hanya barisan pasukan,tetapi langkah kecil yang jujur dan tulus.Saat petani menanam padi di sawah,ia menegakkan […]

[Sumber gambar: https://kbbaceh.news/] Penulis: Aa Amarudin Aku seorang pendidikmenyapa pagi dengan doamenyulam harapan di tiap katamenanam ilmu di ladang jiwa.Anak-anak bangsaengkau adalah matahari esokyang cahayanya harus terangyang langkahnya harus kuat.Di ruang sederhanaaku bukan sekadar pengajaraku penjaga mimpipenuntun pada cahaya pengetahuan.Biar lelah menyapabiar peluh tak terhitungtekadku tetap utuhmemajukan pendidikan bangsamengangkat generasi menuju cahayaKarena aku percayadari bangku-bangku […]