Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

Mimpi dari Timur Indonesia

[Sumber gambar: https://emanuelndeluwele.blogspot.com]

Penulis: Mifta Nurjanah

Namaku Elyana, aku salah satu dari sekian banyak anak asli  Desa Sawai, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku dan tentunya bagian dari Indonesia. Sebagai anak daerah, aku ingin daerah ku ini dikenal oleh banyak orang. Bukan hanya masyarakat Indonesia saja, tetapi oleh turis mancanegara pun. Daerah ku ini memiliki banyak sekali kekayaan alam terutama laut yang kaya akan biota dan hutan hutan tropis yang masih alami.

            Saat ini, aku sebagai berstatus sebagai mahasiswi di UGM (Universitas Gajah Mada) yang sudah menjadi mimpi ku sejak aku duduk di bangku sekolah menengah atas di SMAN 60 Maluku Tengah. Di daerah kami ini sangat jarang sekali yang melanjutkan Pendidikan ke perguruan tinggi karena banyak faktor, beberapa diantaranya karena akses yang cukup sulit untuk kami keluar daerah, ekonomi keluarga yang tidak mendukung dan terpaksa banyak anak yang mengubur dalam-dalam mimpi mereka.

Satu mimpi ku sudah berhasil aku capai, yaitu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi impian ku, dan ini saatnya aku memperkenalkan Sawai kepada teman-teman ku yang berasal dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia agar mereka tertarik untuk datang berkunjung ke Sawai.

Kalau ditanya, “kenapa sih kamu bersikeras ingin memperkenalkan Sawai kepada banyak orang?” Banyak sekali alasan ku. Beberapa diantaranya karena aku ingin sekali memperbaiki perekonomian masyarakat, setidaknya jika banyak orang yang mengenal Sawai dan datang ke daerah ini akan menambah penghasilan masyarakat sekitar. Yang kedua karena sayang sekali rasanya jika surga tersembunyi di Indonesia yang satu ini tidak dikenal oleh banyak orang, karena disini kita mempunyai laut dan hutan yang indah sekali.

Sebagai mahasiswi yang berasal dari daerah terpencil, tentunya selain menjadi harapan keluarga akupun menjadi harapan masyarakat untuk menjadi salah satu orang yang berpengaruh di kampung ini. Sayang sekali rasanya aku si mahasiswa ilmu komunikasi tidak memberi informasi ke masyarakat luas mengenai daerahku ini.

Sejak awal kuliah di kampus ini hingga kini aku semester 6 dan akan menjalankan KKN, aku berharap sekali tahun ini kampus ku akan mengirimkan anak-anak bangsa ke wilayah ku. Ternyata benar, tahun ini kampus ku mengirimkan anak-anak bangsa ke daerah ku untuk membantu daerah ku agar dikenal oleh banyak orang dan aku salah satu anak bangsa yang ikut memperkenalkan saerah ku ini.

Selama persiapan keberangkatan, aku selalu memberi banyak informasi mengenai Sawai kepada teman-temanku dan aku selalu berdiskusi mengenai program kerja apa saja yang akan kita lakukan di surga tersembunyi Indonesia ini. Aku selalu meminta untuk gencar mempromosikan keindahan alam dan focus kepada Pendidikan anak di daerah Sawai.

Tiba saatnya, kami para anak bangsa mengabdi selama 40 hari di desa Sawai dengan banyak mimpi untuk memperkenalkan desa ini kepada masyarakat luas melalui sosial media dan beberapa ilmu yang akan kami sebarkan kepada masyarakat desa Sawai.

Ketika sampai di desa Sawai rasanya campur aduk sekali,banyak masyarakat yang menyambut kedatangan kami seolah kami adalah harapan besar bagi mereka. Di hari pertama, kami langsung saja melihat fasilitas pendidikan yang ada di desa ini dan bisa dibilang jauh dari kata layak. Kami berencana akan membuatkan perpustakaan dan rumah belajar untuk anak-anak di desa ini.

Di hari-hari selanjutnya fokus kami kepada kelestatrian hutan, laut dan Kesehatan masyarakat. Sebagai masyarakat yang berada di desa terpencil, tentunya kesehatan masyarakat sangat kurang diperhatikan, banyak masyarakat yang belum sadar akan Kesehatan dan kebersihan diri. Tentunya banyak juga masyarakat yang belum sadar merawat alam yang indah ini.

Selama 40 hari disini, kami benar-benar memanfaatkan waktu singkat ini dengan menjalankan program kerja kami agar masyarakat Sawai merasakan manfaat atas kedatangan kami ke desa ini. Setidaknya masyarakat sudah dapat sedikit ilmu mengenai menjaga Kesehatan diri dan menjaga lingkungan, juga mempunyai perpustakaan kecil yang dapat mereka datangi kapanpun.

Selama pengabdian di Sawai, kami sangat gencar mempromosikan wisata di Sawai ini dan ternyata benar saja, dengan adanya sosial media banyak masyarakat yang tertarik untuk dating ke Sawai untuk menikmati keindahan laut dan menikmati alam yang tentunya masih alami.

Aku sebagai anak pribumi Sawai sangat bangga sekali rasanya Sawai sudah dikenal oleh masyarakat luas dan besar harapanku banyak masyarakat mengunjungi Sawai dan berlibur di desa ini untuk membantu perekonomian masyarakat sekitar dan agar semakin dimudahkan akses menuju desa ini. Tidak lupa kami pun mengajarkan dan mengingatkan kepada para remaja untuk selalu memperlihatkan keindahan Sawai di sosial media mereka masing-masing.

Ini salah satu bentuk dari bela negara yang aku dan teman-teman ku lakukan untuk desa Sawai. Jika kita sebagai masyarakat Indonesia nya saja tidak sadar akan kekayaan alam dan pelestarian alam, maka siapa yang akan merawat semua ini? Bukankah tuhan ciptakan alam yang indah ini untuk kita rawat dengan baik?

40 hari sudah berlalu kami disini, saatnya pulang Kembali ke pulau jawa dan besar harapanku ketika Kembali lagi ke desa ini, sudah banyak kemajuan yang dapat aku lihat dan dirasakan oleh masyarakat desa Sawai.


Eksplorasi konten lain dari Literatura Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Categories:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *