
[Sumber gambar: https://bimbelkedokteran.id/]
Penulis: Jihan Nailah Zalfa
Universitas Islam Bandung (UNISBA) merupakan perguruan tinggi yang menempatkan nilai-nilai keislaman sebagai landasan utama dalam seluruh penyelenggaraan pendidikan. Nilai-nilai tersebut tidak hanya berfungsi sebagai identitas institusi, tetapi juga menjadi pedoman dalam pembentukan karakter, pengembangan keilmuan, dan pembiasaan budaya akademik yang menjunjung tinggi kejujuran, kedisiplinan, amanah, serta etika dalam menuntut ilmu. Oleh karena itu, proses pendidikan di UNISBA tidak hanya diarahkan pada pencapaian intelektual, tetapi juga pada penguatan nilai keislaman yang tercermin dalam sikap, perilaku, dan pola pikir sivitas akademika.
Fakultas Dakwah memiliki posisi strategis dalam menginternalisasi nilai-nilai keislaman kepada mahasiswa. Secara keilmuan, fakultas ini berfokus pada pengembangan dakwah Islam dalam berbagai dimensi kehidupan. Melalui kegiatan akademik dan nonakademik, mahasiswa dibina agar mampu memahami ajaran Islam secara komprehensif sekaligus mengimplementasikannya dalam kehidupan kampus. Namun, dinamika kehidupan akademik di era modern—seperti pesatnya perkembangan teknologi, arus globalisasi, dan meningkatnya tuntutan akademik—menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga konsistensi penerapan nilai-nilai keislaman. Kondisi ini menuntut adanya kajian untuk melihat sejauh mana nilai keislaman benar-benar terinternalisasi dalam budaya akademik mahasiswa.
Hasil kajian terhadap mahasiswa Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai keislaman dalam budaya akademik telah berjalan dengan cukup baik. Mahasiswa menilai bahwa nilai keislaman memberikan pengaruh signifikan terhadap sikap akademik mereka, terutama dalam membentuk kedisiplinan, rasa tanggung jawab, dan etika dalam mengikuti perkuliahan. Nilai-nilai tersebut tidak hanya dipahami secara normatif, tetapi juga dirasakan manfaatnya dalam praktik kehidupan akademik sehari-hari, seperti menjaga kejujuran akademik, menghormati dosen, serta bersikap amanah dalam menyelesaikan tugas.
Dalam praktik keseharian, penerapan nilai keislaman tercermin melalui berbagai aktivitas akademik. Mahasiswa membiasakan mengucapkan salam kepada dosen, membaca doa atau ayat suci Al-Qur’an sebelum memulai perkuliahan, mengaitkan materi pembelajaran dengan perspektif keislaman, serta menyampaikan pesan dakwah melalui media digital. Implementasi ini menunjukkan bahwa nilai keislaman tidak berhenti pada tataran simbolik, tetapi telah terinternalisasi dalam pola perilaku mahasiswa. Hal tersebut turut memperkuat integritas akademik yang mencakup kejujuran, keadilan, rasa hormat, dan tanggung jawab sebagai prinsip dasar pendidikan tinggi.
Meskipun demikian, kajian ini juga menemukan bahwa penerapan nilai-nilai keislaman belum sepenuhnya konsisten. Beberapa aspek masih memerlukan perhatian lebih, seperti kedisiplinan dalam pelaksanaan ibadah, ketepatan waktu salat, serta etika dan gaya berpakaian yang mencerminkan kesopanan dan nilai keislaman. Kondisi ini menunjukkan bahwa internalisasi nilai keislaman memerlukan proses pembiasaan yang berkelanjutan serta dukungan lingkungan akademik yang kondusif.
Upaya penguatan penerapan nilai keislaman dalam budaya akademik dapat dilakukan melalui keteladanan dosen dan tenaga kependidikan, kebijakan fakultas yang mendukung terciptanya budaya akademik Islami, serta sistem pembiasaan yang terintegrasi dalam aktivitas kampus. Pembiasaan disiplin waktu, pembinaan ibadah berjamaah, serta peneguhan nilai kejujuran dan amanah dalam setiap aktivitas akademik akan membantu mahasiswa menginternalisasi nilai keislaman secara lebih mendalam dan konsisten.
Secara keseluruhan, implementasi nilai-nilai keislaman dalam budaya akademik mahasiswa Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung telah menunjukkan hasil yang positif. Nilai-nilai keislaman berperan penting dalam membentuk integritas akademik dan karakter mahasiswa. Namun, konsistensi penerapannya masih perlu terus ditingkatkan melalui pembinaan yang berkesinambungan. Dengan demikian, budaya akademik Islami tidak hanya menjadi konsep ideal, tetapi benar-benar terwujud dalam praktik kehidupan akademik sehari-hari.












Tinggalkan Balasan