Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

Meningkatkan Keaktifan dan Pemahaman Mahasiswa melalui Metode Tanya Jawab dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

[Sumber gambar: Dokumentasi penulis]

Penulis: Fitria Sukma Andini

Bahasa Inggris memiliki peran strategis di era globalisasi sebagai bahasa internasional yang digunakan dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, teknologi, dan komunikasi global. Oleh karena itu, penguasaan bahasa Inggris menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa agar mampu bersaing secara akademik maupun profesional. Namun, dalam praktiknya masih banyak mahasiswa, khususnya pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing (English as a Foreign Language/EFL learners), yang mengalami kesulitan dalam memahami dan menggunakan bahasa Inggris secara aktif. Kesulitan tersebut umumnya disebabkan oleh minimnya kesempatan berlatih, rendahnya kepercayaan diri, serta penerapan metode pembelajaran yang belum sepenuhnya mendorong partisipasi aktif mahasiswa.

Pembelajaran bahasa Inggris di perguruan tinggi menuntut penerapan metode yang tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga mampu menciptakan interaksi dua arah antara dosen dan mahasiswa. Salah satu metode pembelajaran yang dinilai relevan dengan kebutuhan tersebut adalah metode tanya jawab. Metode ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk terlibat secara langsung melalui kegiatan bertanya, menjawab, serta mengemukakan pendapat. Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih interaktif dan komunikatif. Dalam pembelajaran bahasa, interaksi memegang peranan penting karena kemampuan berbahasa berkembang secara optimal melalui praktik dan penggunaan bahasa secara langsung.

Penerapan metode tanya jawab dalam pembelajaran bahasa Inggris dilakukan dengan cara dosen mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi pembelajaran, kemudian memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menjawab maupun mengajukan pertanyaan balik. Kegiatan ini berlangsung secara berkelanjutan selama proses pembelajaran. Metode tanya jawab juga dapat dipadukan dengan aktivitas pendukung, seperti diskusi kelompok, role play, dan analisis teks. Melalui kombinasi tersebut, mahasiswa tidak hanya memahami konsep teoretis bahasa, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam konteks komunikasi yang lebih nyata. Penerapan metode ini mendorong mahasiswa untuk lebih aktif, berani berbicara, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam menggunakan bahasa Inggris.

Hasil penerapan metode tanya jawab menunjukkan adanya peningkatan keaktifan mahasiswa dalam proses pembelajaran. Mahasiswa tidak lagi berperan sebagai pendengar pasif, melainkan terlibat aktif dalam diskusi kelas. Interaksi yang terjalin antara dosen dan mahasiswa menciptakan suasana pembelajaran yang lebih dinamis dan kondusif. Mahasiswa terdorong untuk mengemukakan pendapat, merespons pertanyaan, serta mengajukan pertanyaan yang relevan dengan materi pembelajaran. Keaktifan ini menjadi indikator penting karena mencerminkan keterlibatan kognitif dan afektif mahasiswa selama proses belajar berlangsung.

Selain meningkatkan keaktifan, metode tanya jawab juga memberikan dampak positif terhadap pemahaman mahasiswa. Pertanyaan yang diajukan oleh dosen membantu mahasiswa mengklarifikasi materi yang belum dipahami serta mengaitkan konsep baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya. Proses menjawab pertanyaan menuntut mahasiswa untuk mengolah informasi, menganalisis materi, dan menyusun jawaban secara logis. Dengan demikian, pemahaman terhadap materi pembelajaran menjadi lebih mendalam dan bermakna.

Berdasarkan hasil kuesioner yang diberikan kepada mahasiswa, diperoleh data bahwa 94% responden menyatakan setuju terhadap penerapan metode tanya jawab dalam pembelajaran bahasa Inggris, sedangkan 5,9% responden menyatakan kurang setuju. Tingginya persentase respons positif menunjukkan bahwa metode tanya jawab diterima dengan baik oleh mahasiswa dan dinilai efektif dalam meningkatkan keaktifan serta pemahaman mereka. Adapun responden yang menyatakan kurang setuju kemungkinan dipengaruhi oleh perbedaan tingkat kemampuan bahasa Inggris, kepercayaan diri, maupun gaya belajar masing-masing mahasiswa. Meskipun demikian, secara umum metode tanya jawab menunjukkan tingkat efektivitas yang tinggi.

Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode tanya jawab merupakan salah satu strategi pembelajaran yang efektif dalam pembelajaran bahasa Inggris di perguruan tinggi. Metode ini mampu meningkatkan keaktifan dan pemahaman mahasiswa, menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dan komunikatif, serta membantu dosen memantau tingkat pemahaman mahasiswa secara langsung. Oleh karena itu, metode tanya jawab layak untuk terus diterapkan dan dikembangkan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas proses dan hasil pembelajaran bahasa Inggris.

Penerapan metode tanya jawab juga berkontribusi dalam membangun keberanian dan kepercayaan diri mahasiswa dalam menggunakan bahasa Inggris. Kesempatan untuk menyampaikan jawaban dan mengajukan pertanyaan di ruang kelas mendorong mahasiswa untuk terbiasa mengekspresikan gagasan secara lisan. Proses ini penting, terutama bagi pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing, karena hambatan psikologis sering kali menjadi faktor utama yang menghalangi mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran bahasa.

Selain itu, metode tanya jawab membantu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan partisipatif. Setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk terlibat, baik melalui pertanyaan sederhana maupun tanggapan yang lebih kompleks. Interaksi yang terjadi di kelas memungkinkan dosen mengenali perbedaan kemampuan dan kebutuhan belajar mahasiswa, sehingga strategi pembelajaran dapat disesuaikan secara lebih tepat. Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih adaptif dan berpusat pada mahasiswa.

Dari sisi pedagogis, metode tanya jawab berfungsi sebagai sarana evaluasi formatif yang efektif. Melalui respons mahasiswa terhadap pertanyaan yang diajukan, dosen dapat secara langsung mengidentifikasi tingkat pemahaman, miskonsepsi, serta perkembangan kemampuan berbahasa mahasiswa. Informasi ini menjadi dasar penting bagi dosen untuk melakukan perbaikan pembelajaran, baik dalam penyampaian materi, pemilihan metode, maupun penentuan tindak lanjut pembelajaran.

Sebagai simpulan, metode tanya jawab terbukti tidak hanya meningkatkan keaktifan dan pemahaman mahasiswa, tetapi juga memperkuat kepercayaan diri, keterampilan komunikasi, serta kualitas interaksi dalam pembelajaran bahasa Inggris. Dengan pengelolaan yang tepat dan dikombinasikan dengan metode pembelajaran lain, metode tanya jawab dapat menjadi strategi yang berkelanjutan dan efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris di perguruan tinggi. Oleh karena itu, penerapan metode ini perlu terus dikembangkan sebagai bagian dari inovasi pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan mahasiswa dan tuntutan akademik masa kini.


Eksplorasi konten lain dari Literatura Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Categories:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *